KHASIAT DAUN SEMBUKAN
by indrihr • 26/08/2014 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, Herbal, PERTANIAN • 0 Comments
Diduga, dengan alasan sebagai tanaman hias, tahun 1854 sembukan diintroduksi ke Hawaii. Kemudian tahun 1887, tumbuhan ini juga diintroduksi ke Florida, AS. Kali ini dengan tujuan untuk dikembangkan sebagai penghasil serat.
Pelaku dan maksud memasukkan sembukan ke Hawaii, tak pernah diketahui dengan pasti. Beda dengan introduksi tanaman ini ke Florida, yang secara resmi dilakukan oleh the United States Department of Agriculture (USDA). Inilah awal malapetaka bagi Hawaii dan Florida. Dalam waktu yang sangat singkat sembukan menjadi tumbuhan invasif, yang memenuhi lahan, dan menutup rapat tajuk semak, perdu serta pohon di dua negara bagian AS tersebut. Padahal tumbuhan asli Asia tropis dan sub tropis ini tak pernah menjadi tumbuhan pengganggu (gulma), di habitat aslinya.
Sembukan berasal dari Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Asia Timur; mulai dari India, Indonesia, sampai ke Jepang. Di Indonesia sembukan bukan hanya tak pernah menjadi gulma, melainkan justru nyaris punah. Sembukan, juga disebut simbukan, kahitutan, daun kentut (skunkvine; stinkvine; chinese fever vine; Paederia foetida). Disebut kahitutan, daun kentut, atau skunkvine; stinkvine; karena daun tumbuhan ini mengandung Dimethyl disulfide (DMDS, CH3SSCH3), dalam konsentrasi yang cukup besar. Zat inilah yang menimbulkan aroma belerang cukup tajam, apabila daun diremas-remas dengan tangan.
Aroma Dimethyl disulfide dalam daun ini, membuat sembukan mendapat sebutan sebagai kahitutan, daun kentut, skunkvine; stinkvine. Selain Dimethyl disulfide, sembukan juga mengandung deacetyl asperuloside acid, scandoside methyl ester, paederosidic acid, gamma-sitosterol, arbutin, oleanolic acid dan minyak asiri. Karena mengandung minyak asiri, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) di Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, mengoleksi tumbuhan ini. Dengan wajah sangat serius, seorang peneliti Balittro mengatakan bahwa: “Kahitutan memang berpotensi sebagai bahan parfum.”
# # #
Dengan mengubah komposisi dan jumlah atom karbon (C) dalam Dimethyl disulfide, minyak asiri daun sembukan bisa menghasilkan berbagai aroma termasuk yang harum. Bahkan dengan memasaknya, aroma Dimethyl disulfide bisa berubah menjadi sedap. Itulah sebabnya di negara bagian Assam, India; daun sembukan dibuat pasta untuk memasak ikan dan kentang, dengan bumbu bawang putih, kunyit, tomat, minyak mustard, dan garam. Di Indonesia, khususnya di Jawa, daun sembukan biasa dibuat bothok, atau dipepes. Siti Hartinah (Ibu Tien Soeharto), pada tahun 1970an minta Kepala Rumah Tangga Kepresidenan, menanam sembukan di pagar Paviliun Timur, Istana Bogor.
Ibu Tien sering memasak sendiri daun sembukan ini. Dalam Bahasa Jawa, bothok daun sembukan disebut gembrot. Beda dengan di India, di Indonesia daun sembukan dimasak tunggal sebagai sayuran. Bahan gembrot berupa daun sembukan muda, dicuci, diiris halus, lalu ditumbuk atau diuleg bersama bumbu yang terdiri dari cabai rawit hijau, bawang merah, bawang putih, tempe busuk, dan kelapa parut (yang masih agak muda). Hasil tumbukan daun sembukan dan bumbu ini dibungkus daun pisang, lalu dikukus atau dipanggang di atas sangan (wajan tebal dari bahan gerabah), menggunakan api kecil. Sejak tahun 1980an, seiring dengan perbaikan ekonomi masyarakat Indonesia, gembrot sembukan semakin dilupakan.
Di masyarakat memang masih sering dijumpai masakan bothok berbahan sayuran, namun yang digunakan daun singkong. Pelan-pelan daun sembukan juga menghilang dari ladang, kebun dan halaman rumah. Meskipun masih bisa dijumpai di tempat-tempat tertentu di Jakarta, masyarakat sudah tidak mengenali tanaman ini. Padahal selain digemari masyarakat pedesaan di Jawa, gembrot daun sembukan diyakini mampu memperbaiki kinerja pencernaman. Selain dikonsumsi sebagai gembrot, daun sembukan juga digunakan untuk tapal di perut anak-anak yang terserang gejala kembung.
Sebagai bahan tapal, daun sembukan dilayukan di atas api, diremas-remas, ditempelkan di perut, lalu dibalut dengan kain/selendang. Tapal daun sembukan biasanya dilekatkan di perut pada malam hari menjelang tidur, dan paginya balutan kain dibuka, daun sembukan yang telah mengering dibuang. Khasiat daun sembukan untuk mengatasi gangguan pencernaan, pernah dirasakan oleh seorang anak SMA di Jakarta. Anak seorang pengusaha papan atas ini menderita gangguan pencernakan, dan sudah berobat ke dokter spesialis di berbagai rumah sakit. Karena tak juga sembuh, anak ini dibawa ke dokter spesialis gangguan pencernaan di Singapura.
# # #
Setelah diperiksa, termasuk hasil analisis pemeriksaan faces di lab, dokter Singapura itu memberi resep herbal, yang bahannya bisa dicari di sekitar Jakarta. Dokter itu menulis nama latin tumbuhan, yang daunnya harus dimakan oleh si pasien. Ternyata, yang ditulis dokter tersebut daun sembukan. Setelah sekitar satu bulan mengonsumsi sembukan secara teratur, si pasien sembuh dari gangguan pencernaan yang sudah dideritanya selama beberapa tahun. Selain berkhasiat mengatasi perut kembung, daun sembukan memang bisa meningkatkan nafsu makan. Sembukan merupakan spesies dari Genus Pederia, dengan sekitar 30 spesies.
Sembukan berupa terna tahunan memanjat, dengan cara membelit. Pangkal batang berkayu, dengan panjang sulur mencapai 3 – 5 meter. Sulur muda menjalar di tanah, dan ketika menemukan panjatan akan segera menumbuhkan akar, dan membentuk batang baru dengan pohon panjatan baru. Tumbuhan ini berdaun tunggal, bertangkai 1-5 cm dan tersusun berhadapan. Bentuk daun bulat telur sampai lanset, pangkal bulat, ujung runcing dengan panjang 3 – 12,5 cm, lebar 2 – 7 cm. Di Indonesia terdapat forma berdaun pendek, dan berdaun panjang. Forma berdaun panjang lebih jarang dijumpai.
Bisa tumbuh baik mulai dari pantai, sampai ketinggian 1.500 m. dpl, sembukan berbunga majemuk, keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan. Bunga akan muncul di tajuk tanaman yang menerima sinar matahari penuh. Di Jepang dan Korea, sembukan sangat terkenal sebagai tanaman hias, karena mudah sekali berbunga pada musim panas. Di Indonesia, sembukan yang tumbuh lias di alam jarang sekali berbunga. Namun apabila ditanam di halaman rumah, dan diberi tiang panjatan hingga bisa menerima sinar matahari penuh, sembukan akan berbunga lebat. Bunga sembukan biasanya akan muncul pada puncak musim kemarau, antara bulan juli ampai September. # # #
Artikel pernah dimuat di Majalah Flona


