NILAI EKONOMIS GANDASULI
by indrihr • 27/10/2020 • Herbal, PERTANIAN • 0 Comments
Saya dapat benih tanaman gandasuli dari seorang teman. Katanya gandasuli hanya bisa tumbuh di dataran tinggi, dan berkhasiat obat. Benarkah informasi dari teman saya ini, dan apakah bisa dibudidayakan dalam skala komersial? (Ashari, Bandung).
Sdr. Ashari, gandasuli, white garland-lily, white ginger lily, Hedychium coronarium; memang benar merupakan tumbuhan dataran tinggi, dengan elevasi di atas 1000 meter dpl. Di Kabupaten Bandung, gandasuli hanya akan tumbuh baik di Lembang, Ciwidey dan Pangalengan yang berketinggian rata-rata di atas 1000 meter dpl. Kalau dipaksakan, gandasuli tetap mau tumbuh di elevasi 500 sampai 600 meter dpl, tetapi hasil rimpang, daun dan bunganya tak akan sebaik hasil budidaya di kawasan dengan elevasi di atas 1000 meter dpl.
Gandasuli bukan tumbuhan asli Indonesia; melainkan berasal dari kawasan pegunungan Asia, mulai dari India, Nepal, Bhutan, Bangladesh, Myanmar, Thailand sampai ke Yunnan di China. Di India, rimpang gandasuli merupakan salah satu bahan pengobatan Ayurveda. Di China, gandasuli dibudidayakan untuk diambil rimpang dan daunnya. Bagian inilah yang didestilasi untuk diambil minyak asirinya. Kadang bunganya juga diambil minyak asirinya, tetapi dengan cara ekstraksi, karena rendemenya yang hanya permil, bukan persen.
Di situs essential oil http://www.essentialoil.in/ginger-lily-oil.html, minyak gandasuli ditawarkan dengan harga 5,99 dolar AS (10 ml), 28,99 dolar AS (100 ml), dan 170,99 dolar AS (1000 ml). Dengan patokan kurs Rp 14.000 per 1 dolar AS, harga per kemasan 10 ml. minyak gandasuli Rp 83.860; kemasan 100 ml Rp 405.860; dan kemasan 1000 ml atau 1 l Rp 2.393.860. Di situs Ebay, minyak gandasuli kemasan 30 ml ditawarkan seharga 35,99 dolar AS (Rp 503.860) ditambah perkiraan biaya kirim dari China ke wilayah Indonesia Rp 537.164,18; selama sekitar tujuh hari.
Gandasuli dibawa ke kepulauan Nusantara, terutama Jawa, oleh para pedagang India dan China, pada zaman kerajaan-kerajaan Hindu. Gandasuli diintroduksi ke Benua Amerika oleh Bangsa Eropa setelah abad 16. Di Kuba, gandasuli sedemikian populernya, hingga kemudian menjadi bunga nasional negeri ini. Gandasuli berbunga putih, dengan kelopak cukup besar tumbuh di ujung batang semu tanaman. Batang semu gandasuli sebenarnya pelepah daun yang saling menangkup. Sedangkan batang sejatinya berupa rimpang tumbuh di dalam tanah.
Sebagai anggota suku Zingiberaceae, gandasuli dibudidayakan dari benih berupa rimpang maupun biji. Suku Zingiberaceae beranggotakan 50 genera dengan sekitar 1600 spesies. Ada spesies yang dorman pada musim kemarau, misalnya jahe, kunyit, kencur, temulawak. Budidaya suku Zingiberaceae yang berfase dorman, cukup dengan benih berupa rimpang. Ada juga spesies yang tak pernah dorman seperti gandasuli, lengkuas, kapulaga dan kecombrang. Budidaya spesies yang tak pernah dorman, menggunakan rimpang berikut minimal dua batang semu.
Spesies yang tak pernah dorman, umumnya menghasilkan biji; hingga terbuka peluang membudidayakannya menggunakan benih hasil perbanyakan generatif. Tanaman dari benih biji, lebih tahan penyakit dan kekeringan, dibanding tanaman dari benih rimpang. Kelemahannya, tanaman dari benih biji memerlukan waktu lebih lama untuk produktif, dibanding tanaman dari benih rimpang. Karena benih biji perlu disemai, dibesarkan dalam bedeng kolektif, dipisah menjadi benih individual, baru ditanam di lapangan.
Gandasuli anggota genus Hedychium, yang beranggotakan 93 spesies. Sebagian besar dari 93 spesies anggota Hedychium merupakan tanaman hias, dengan varian warna cukup beragam mulai dari putih, kuning, merah, oranye, pink dan ungu. Spesies Hedychium sebagai tanaman hias, sebagian besar sudah merupakan hibrida. Di situs Amazon, benih gandasuli putih ditawarkan seharga 289 rupee India. Dengan kurs Rp 201,89 per 1 rupee; harga benih gandasuli itu Rp 58.346,21; tanpa disebutkan jumlah/bobot benih.
Di Indonesia, gandasuli sudah menyebar sebagai tumbuhan liar di lahan kosong, areal perkebunan dan hutan; pada elevasi di atas 1000 meter dpl. Penyebaran spesies ini terjadi berkat bantuan burung dan musang yang mengonsumsi bijinya. Di negeri kita, gandasuli tak pernah berkembang menjadi spesies invasif. Lain halnya di Amerika Selatan, Hawaii dan Afrika Selatan, gandasuli menjadi spesies invasif yang cepat sekali pertumbuhannya, mengalahkan spesies-spesies asli setempat.
Di Indonesia gandasuli memang kurang dikenal dibanding beberapa spesies Zingiberaceae lain yang juga pendatang. Padahal selain sebagai tumbuhan obat dan penghasil minyak asiri, gandasuli juga bisa menjadi tanaman hias yang cukup menarik. Penyebab kurang populernya gandasuli, barangkali karena tanaman ini hanya bisa tumbuh pada elevasi di atas 1000 meter dpl. Di kawasan ini, jumlah spesies tanaman hias berbunga, sangat banyak, hingga gandasuli tak pernah menjadi salah satu pilihan. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Foto F. Rahardi
