• PEPAYA BERKULIT KUNING

    by  • 16/12/2025 • Uncategory • 0 Comments

    Baru-baru ini saya melihat ada pohon pepaya berkulit kuning. Kata si pemilik, itu belum masak. Yang punya pohon juga tidak tahu itu pepaya jenis apa, karena dulu benihnya ia dapat dari seorang teman. Pepaya apakah itu? (Rosiana, Palembang).

    Sdri. Rosiana. Di Indonesia, pepaya kuning yang Anda lihat itu disebut pepaya gading dan pepaya golden. Pepaya gading/golden barasal dari Meksiko, sama dengan pepaya berkulit hijau. Di Indonesia pepaya berkulit kuning tak terlalu menarik perhatian. Lain halnya dengan di Thailand. Di negeri “Gajah Putih” ini pepaya berkulit kuning disebut KU Gold, yang dikembangkan dari pohon induk milik seorang petani di timur laut Thailand tahun 2015. Pemuliaan pepaya kuning ini berlangsung dari tahun 2016 sampai diketemukannya kultivar unggul 2019, yang kemudian diberi nama KU Gold. Pada tahun 2022 KU Gold resmi didaftarkan sebagai kultivar baru.

    Kultivar pepaya berkulit kuning masuk ke Indonesia bersamaan dengan pepaya berkulit hijau. Dua kultivar ini berasal dari bagian selatan Meksiko. Semua jenis pepaya, Carica papaya berasal dari Meksiko, Guatemala, Belize, El Salvador, Honduras, Nikaragua, Kosta Rika, Panama, Kolumbia dan Venezuela. Di negeri tempat asal-usulnya, hampir semua pepaya berkulit hijau dan baru setelah masak, kulit akan berubah menjadi kuning. Tetapi di bagian selatan Meksiko diketemukanlah pepaya berkulit kuning sejak masih muda. Tampaknya masyarakat Meksiko juga tidak terlalu tertarik membudidayakan pepaya berkulit kuning ini.

    Meskipun tidak dibudidayakan secara komersial sebagai penghasil buah, pepaya berkulit kuning tetap menarik minat untuk ditanam sebagai pohon hias di halaman rumah. Karenanya pepaya berkulit kuning ini pun juga menyebar ke seluruh dunia termasuk sampai ke China, Thailand dan India. Di tiga negeri ini pepaya kulit kuning dibudidayakan secara massal dan komersial bersamaan dengan pepaya berkulit hijau. Di India pepaya hanya dibudidayakan di negara-negara bagian di sebelah selatan. Di China, pepaya hanya bisa dibudidayakan di Pulau Hainan yang berdekatan dengan Vietnam.

    Varian pepaya golden cukup banyak. Mulai yang berpelepah daun kuning sampai yang berpelepah daun merah keunguan. Bentuk pepaya kuning ada yang oval memanjang mirip kultivar “Kalifornia”, ada yang membesar di tengah agak ke ujung mirip kultivar “Bangkok”. Ada pula yang membulat mirip kultivar “Hawaii” yang sekarang sudah nyaris punah. Daging buah kultivar Golden ada yang berwarna kuning, oranye dan merah. Sedangkan kultivar Kalifornia umumnya berwarna oranye sampai merah. Yang banyak dibudidayakan kultivar golden berdaging buah merah.

    Daya tarik utama pepaya kuning memang penampilan buahnya saat masih di pohon. Sebab semua buah berwarna kuning merata. Terlebih apabila yang ditanam kultivar berpelepah merah, daya tarik tanaman akan semakin tinggi. Pepaya kuning yang ditanam di halaman rumah, akan menarik banyak orang yang lewat, terutama yang berjalan kaki. Mereka yang pertamakali melihat akan kaget karena mengira semua pepaya di pohon tersebut telah matang. Setelah mengamati barulah mereka tahu kalau pepaya itu memang berkulit kuning.

    Tanda pepaya golden sudah masak, warna kulit buahnya berubah menjadi kemerahan. Ini karena pengaruh daging buahnya yang berwarna merah. Tekstur daging buah pepaya golden sama dengan kultivar pepaya lain, umumnya keras pada tingkat kemasakan awal, dan menjadi lebih lunak pada tingkat kemasakan lanjut. Meskipun sudah sejak dekade 1990 pepaya kuning masuk ke Indonesia, sampai sekarang belum ada yang membudidayakannya secara komersial dalam skala luas. Para petani tak mau mencoba membudidayakan pepaya berkulit kuning, karena takut tidak bisa dipasarkan.

    Benih pepaya gading/golden berupa biji sudah dipasarkan di marketplace Indonesia. Benih berupa biji ditawarkan Rp4.000 sebanyak 10 biji, Rp5.000 sebanyak 5 biji, Rp7.500 sebanyak 11 biji. Ada juga yang menawarkan benih berupa semaian dalam polybag Rp55.000 per tanaman. Tampaknya pepaya gading/golden akan tetap adem dan tidak akan jadi viral. Kecuali apabila ada yang menggorengnya dikait-kaitkan dengan sesuatu yang berbau supranatural. Miriplah dengan asam selong, surinam cherry, Eugenia uniflora; buah asli Brasil yang tiba-tiba dikeramatkan di Gunung Kawi. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *