• MANGGA AVOKAD

    by  • 28/07/2020 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Minggu lalu saya diajak teman, jalan-jalan ke Probolinggo, Jawa Timur. Di sana kami makan mangga avokad, yang makannya tidak perlu dikupas. Benarkah ini silanggan antara mangga dengan avokad? Apakah benihnya sudah ada yang jual? (Ririn, Jakarta).

    Sdri. Ririn, yang disebut mangga avokad itu bukan jenis mangga, juga bukan silangan antara mangga dengan avokad; tetapi cara mengonsumsinya. Semua jenis mangga bisa dikonsumsi sebagai “mangga avokad”. Syaratnya sudah benar-benar tua (bijinya sudah keras), berbentuk memanjang, bukan bulat, daging buah lunak tak berserat. Dari dekade 1980, cara mengonsumsi mangga seperti itu sudah dikenal. Yang biasa dikonsumsi sebagai “mangga avokad” biasanya kultivar gadung dan harummanis.

    Biasanya mangga dikonsumsi dengan dikupas, lalu daging buahnya dipotong-potong, dipisahkan dari bijinya (pelok). “Mangga avokad” dikonsumsi bukan dengan dikupas, tetapi dikerat melingkar dengan pisau tajam di bagian tengah sampai menyentuh biji. Kemudian dua potongan itu diputar, hingga salah satu bagian, bisa bagian ujung atau bagian pangkal, terpisah dari biji. Kemudian dengan bantuan tang (pemecah sapit kepiting); biji yang masih melekat di salah satu potongan itu diputar dan diangkat.

    Setelah dua potongan mangga itu terpisah dari biji, daging buah yang masih berada dalam kulit itu dikonsumsi dengan sendok, seperti halnya buah avokad. Pada dekade 1980 dan 1990, mangga seperti ini masih disebut gadung dan harummanis super masak pohon. Disebut super karena berukuran besar, harus masak pohon agar bisa dikonsumsi dengan cara dikerat dan diputar, bukan dengan dikupas. Istilah mangga avokad, baru belakangan muncul, setelah avokad naik daun pada dekade 2010.

    Mangga, Mangifera indica, hanya bisa disilangkan dengan sesama Mangifera indica. Paling jauh dengan sesama Mangifera, yang hanya terdiri dari 10 spesies. Jadi mangga anggota suku mangga-manggaan (Anacardiaceae); tidak mungkin disilangkan dengan avokad, Persea americana, suku kamfer-kamferan (Lauraceae). Kalau ada penangkar atau pedagang yang menawarkan benih mangga avokad, jangan percaya. Terlebih kalau dia mengatakan bahwa mangga avokad itu merupakan silangan antara mangga dengan avokad.

    Karena bukan merupakan jenis tersendiri, Anda pun bisa mendapatkan “mangga avokad” di kios buah, atau di pasar swalayan terdekat. Belilah mangga gadung atau harummanis berukuran besar, yang sudah benar-benar tua atau masak pohon. Kemudian cuci yang bersih. Kerat persis di bagian tengah buah, sampai pisau mengenai biji yang keras. Putar keratan itu melingkar hingga seluruh kulit dan daging buah itu terpotong menjadi dua. Pegang dua bagian keratan itu dengan dua tangan, lalu putar ke arah berlawanan.

    Dua bagian keratan itu akan terpisah, dengan biji masih berada di salah satu potongan. Biasanya biji akan tertinggal di potongan bagian pangkal. Taruh bagian potongan yang sudah terlepas dari biji di atas piring. Ambil tang untuk “memegang” bagian biji yang sudah terlepas dari daging buah, pegang bagian bawah potongan, lalu putar ke arah berlawanan. Biji akan terlepas dari potongan mangga itu. Sekarang dua potongan buah mangga yang mirip potongan avokad itu, bisa dikonsumsi dengan sendok.

    Sebagian daging buah yang masih melekat di bagian biji, juga bisa diambil dengan sendok. Tetapi biasanya bagian ini berserat, dan rasanya lebih masam dibanding daging buah yang melekat pada kulit. Cara mengonsumsi buah mangga seperti ini sebenarnya sudah lama dilakukan oleh Bangsa Eropa, yang malas mengupas kulit dan memotong-motong daging buah. Mereka mencari upaya agar bisa mengonsumsi mangga dengan mudah, tak usah repot. Sampai ketemu cara dengan mengerat bagian tengah buah dan memisahkan biji dari daging buah.

    Selain isu mangga avokad, ada pula mangga pisang (banana mango). Yang ini justru mangga berukuran kecil, dengan daging buah agak berserat. Caranya dengan mengerat kulit buah mangga dari bagian ujung, tetapi tanpa memotong daging buah. Jadi hanya bagian kulit memanjang melintasi ujung buah, kemudian dikerat lagi bagian yang berseberangan, hingga ada dua keratan dengan empat bagian kulit. Angkat sudut keratan di bagian ujung buah, hingga mangga terkupas seperti layaknya buah pisang. Dibanding mangga avokad, mangga pisang kurang begitu populer di masyarakat. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *