• MANFAAT CEMBIRIT

    by  • 03/08/2026 • Uncategory • 0 Comments

    Apakah sebenarnya manfaat tanaman cembirit yang banyak tumbuh di hutan-hutan pegunungan kapur? Apakah cembirit sengaja ditanam atau tumbuh dengan sendirinya di hutan-hutan tersebut? (Alice, Yogyakarta).

    Sdr. Alice, cembirit, jembirit, gembirit, kembirit, hamperu badak, Tabernaemontana sphaerocarpa; bukan hanya tumbuh di hutan pegunungan kapur melainkan juga di semua hutan hujan tropika basah. Meskipun populasi cembirit paling banyak memang di hutan-hutan pegunungan kapur. Di sini cembirit akan tumbuh dominan di satu hamparan. Beda dengan di hutan tropika basah pada umumnya cembirit tumbuh soliter di antara tegakan tumbuhan hutan lainnya. Itulah sebabnya cembirit lebih mudah dijumpai di hutan-hutan pegunungan kapur.

    Habitat asli cembirit tersebar di seluruh pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi. Di hutan-hutan ini cembirit tumbuh liar secara alami, melalui biji pada saat buah tuanya pecah ketika masih menempel di ranting tempat tumbuhnya. Buah muda cembirit berwarna hijau. Kadang tumbuh tunggal satu tangkai satu buah, kadang dalam satu tangkai itu tumbuh dua buah yang berdempetan. Ketika sudah tua kulit buah cembirit akan berubah warna menjadi kuning ke arah oranye lalu buah itu merekah dan bijinya berjatuhan.

    Biji-biji ini tersebar di hamparan hutan, lalu mengering, sebab cembirit berbuah pada musim kemarau. Pada musim penghujan biji-biji ini akan hanyut terbawa air lalu tumbuh di lokasi lain sebagai individu tanaman baru. Biji cembirit berkulit sangat keras seperti spesies Tabernaemontana lain. Misalnya cempaka wali, Samoan Gardenia, Tabernaemontana africana. Menyemai biji cembirit maupun cempaka wali memerlukan waktu sekitar tiga bulan untuk berkecambah, dengan menggunakan media pasir.

    Cembirit masih sama-sama genus Tabernaemontana dengan cempaka wali dan mondokaki, pinwheelflower, Tabernaemontana divaricata. Dari 126 spesies dalam genus Tabernaemontana, sebanyak sembilan spesies terdapat di Indonesia. Salah satunya cembirit, Tabernaemontana sphaerocarpa. Di beberapa sumber, nama botani cembirit disebut Tabernaemontana macrocarpa. Padahal spesies ini justru tidak terdapat di Pulau Jawa. Tabernaemontana macrocarpa berhabitat asli Sumatera, Semenanjung Malaya, Thailand dan Kalimantan.

    Di Sumatera dan Kalimantan Tabernaemontana macrocarpa disebut bongang atau kayu gegah. Nama dalam Bahasa Inggris Large-fruited Star-jasmine dan Large-fruited Jasmine. Sepintas penampilan cembirit dan bongang memang mirip satu sama lain. Baik bentuk tanaman, daun serta buahnya. Perbedaan utama dua spesies tumbuhan ini terletak pada panjang tabung mahkota dan ukuran kepala kuncup bunga. Tabung mahkota bunga Tabernaemontana sphaerocarpa lebih panjang dengan kuncup bunga berbentuk oval.

    Awalnya cembirit hanya dimanfaatkan sebagai penyembuh malaria, karena daunnya mengandung vobasine, eburnane, iboga dan aspirasi dosperma yang merupakan golongan monoterpene indole alkaloid. Senyawa-senyawa ini berkhasiat anti melanogenesis, anti plasmodium dan vasorelaksan. Penelitian daun cembirit sebagai anti malaria merupakan kerjasama Fakultas Farmasi Universitas Airlangga dengan Universitas Hoshi dan Universitas Osaka (Jepang). Di Malaysia, buah cembirit sering dimanfaatkan untuk obat sakit gigi.

    Belakangan semakin banyak klaim terhadap manfaat cembirit, termasuk sebagai obat kanker. Ini sudah berlebihan, sebab kanker banyak sekali jenisnya dan belum ketahuan dengan jelas penyebabnya. Penanggulangan kanker yang sudah diketahui efektif hanyalah melalui operasi, penyinaran dan kemoterapi. Operasi bisa langsung, bisa dengan terlebih dahulu memutus aliran darah ke sel kanker tersebut hingga jaringan itu mati. Penyinaran juga dua cara, sinar luar dan sinar dalam. Kemoterapi bisa melalui infus, bisa oral. Berbagai obat yang direkomendasikan untuk kanker sebenarnya hanya untuk menguatkan daya tahan tubuh saat operasi, penyinaran dan kemoterapi.

    Genus Tabernaemontana sampai sekarang lebih banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Terutama mondokaki dan cempaka wali. Mondokaki, terutama yang berbunga kecil biasa untuk “border”, sedangkan cempaka wali sebagai perdu elemen taman. Sembilan spesies Tabernaemontana yang berhabitat asli Indonesia juga masih lebih banyak tumbuh liar di hutan-hutan tropika basah. Termasuk cembirit dan bongang. Budidaya cembirit sebagai bahan obat malaria belum layak secara komersial. Rendemen alkaloid kuinina dari kulit pohon kina, terutama Cinchona officinalis masih lebih tinggi dibanding dari daun cembirit. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *