BUAH GANDARIA
by indrihr • 20/07/2026 • Uncategory • 0 Comments
Sudah 15 tahun menghuni Apartemen Gandaria Heights, tetapi baru sekarang saya diberi tahu sepupu saya bahwa gandaria itu nama buah. Benarkah informasi dari sepupu saya itu, dan di manakah saya bisa mendapatkan buah gandaria? Ratih, Jakarta Selatan.
Sdri. Ratih, memang benar gandaria nama buah. Kelurahan Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak; dan Gandaria Utara Kecamatan Kebayoran Baru; Jakarta Selatan; dulunya sebuah desa bernama Gandaria. Desa ini diberi nama Gandaria karena kemungkinan dulunya di desa tersebut banyak tumbuh pohon gandaria, Bouea macrophylla. Dengan berkembangnya kota Jakarta, pohon-pohon gandaria itu ditebang hingga masyarakat sekarang tidak mengenal buah tersebut.
Ada beberapa nama tempat di Jabodetabek yang berasal dari nama tumbuhan. Menteng, nama kecamatan di Jakarta Pusat juga berasal dari nama buah menteng, Baccaurea racemosa. Kemang, nama kawasan di Jakarta Selatan juga nama buah kemang sejenis mangga, Mangifera caesia. Kosambi di Tangerang juga berasal dari nama pohon kosambi, Schleichera oleosa dengan buah mirip lengkeng. Demikian pula dengan Ciputat, di Tangerang Selatan berasal dari nama pohon putat, Planchonia valida yang pucuknya untuk lalap.
Nama kampung, desa, kecamatan, kabupaten dan kota di Indonesia banyak yang berasal dari nama tumbuhan. Di desa Sala (Surakarta), dulunya juga banyak pohon sala, Shorea robusta. Kabupaten Kendal di Jawa Tengah juga berasal dari nama tumbuhan kendal, Cordia dichotoma. Bahkan nama Kerajaan Majapahit juga berasal dari buah maja, Aegle marmelos yang berasa pahit. Tempat bernama Gandaria atau Gondoriyo, juga terdapat di beberapa daerah, dan itu juga mengacu ke buah gandaria yang belakangan sudah menjadi semakin sulit dijumpai.

Bagi masyarakat Betawi, buah gandaria mendapatkan tempat tersendiri untuk dibuat sambal. Rasa masam dan aroma khas gandaria ditambah dengan pedas cabai merupakan perpaduan citarasa untuk melahap nasi putih dengan berbagai lalap dengan lauk tempe dan ikan asin. Ciri khas gandaria bijinya berwarna ungu dengan rasa masam yang sangat kuat. Tradisi membuat sambal gandaria juga terdapat di berbagai masyarakat di Pulau Jawa, melainkan juga di Pulau Sumatera, Semenanjung Malaya dan Thailand sebagai habitat asli gandaria.
Di pasar-pasar tradisional di Jakarta masih sering tampak buah gandaria muda di lapak para pedagang sayur. Sebab meskipun sudah jarang, tetap masih ada satu dua pohon gandaria di sekitar Jakarta. Sejak dekade 1980, mulai muncul kesadaran masyarakat dan berbagai lembaga untuk menanam pohon-pohon yang sudah langka sebagai tanaman peneduh jalan, serta elemen taman di kompleks perumahan, perkantoran, sekolah, kampus dan tempat ibadah. Gandaria merupakan salah satu pohon langka yang ditanam ulang di Jakarta dan sekitarnya.
Masyarakat Betawi hanya mengenal gandaria untuk sambal. Sebab di Pulau Jawa memang hanya terdapat gandaria masam. Meskipun gandaria masam ini akan menjadi manis ketika sudah masak. Tetapi di Jakarta dan sekitarnya jarang ditemui buah gandaria masak di lapak pedagang buah. Sebab ukuran buah gandaria masam relatif kecil, dengan penampilan kulit buah yang tidak semenarik gandaria manis, Bouea oppositifolia. Jenis gandaria manis justru tak terdapat di Pulau Jawa.
Gandaria manis berukuran lebih besar dari gandaria masam. Bentuk buah agak memanjang dengan kulit berwarna kuning cerah. Beda dengan gandaria masam yang dipanen muda untuk sambal, gandaria manis dibiarkan tua untuk dikonsumsi sebagai buah yang disebut “mango plum” atau kadang “marian plum”. Gandaria manis disebut “mango plum” karena daun, dan bentuk buah mirip mangga tetapi berukuran kecil seperti buah plum. Di Thailand, buah gandaria manis ini disebut maprang atau mayong-chit dan dibudidayakan secara monokultur sebagai buah komersial.
Sebutan “mango plum” bagi gandaria wajar sebab buah genus Bouea ini termasuk suku mangga-manggaan (kadang disebut juga suku mete-metean) Anacardiaceae. Genus Bouea hanya terdiri dari tiga spesies. Gandaria masam Bouea macrophylla yang berhabitat asli Jawa, Sumatera, Semenanjung Malaya serta Thailand. Gandaria manis Bouea macrophylla yang terdapat di Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya, Indochina, China dan Bangladesh. Satu lagi gandaria Vietnam, Bouea poilanei yang hanya terdapat di Vietnam.
Di Thailand gandaria manis dikategorikan sebagai buah eksotis dan dijual seharga Rp75.000 per kilogram. Konsumen utamanya para wisatawan asing yang berkunjung ke negeri Gajah Putih ini. Di Jakarta harga buah gandaria segar Rp30.000 per kilogram. Di warung sayur, konsumen hanya membeli buah gandaria antara dua sampai empat buah untuk sambal. Harga bibit gandaria mulai dari Rp20.000 dalam polybag setinggi 30 senti, sampai Rp500.000 dalam pot dengan tinggi tanaman di atas satu meter. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Foto F. Rahardi
