PELUANG BISNIS AROMA PANDAN
by indrihr • 26/09/2016 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Masuk ke bulan Ramadan, komoditas bahan kolak digerai oleh para pedagang di pasar tradisional. Selain kolang-kaling, pisang tanduk, labu parang, ubi jalar merah, gula merah dan santan; kolak juga memerlukan aroma dari daun pandan.
Pandan atau pandan wangi (screwpine, Pandanus amaryllifolius), merupakan tanaman suku pandan-pandanan (Pandanaceae). Sebutan pandan wangi digunakan oleh masyarakat, untuk membedakannya dari pandan duri (Pandanus odorifer), sebagai bahan anyaman, dan pandan laut (Pandanus tectorius). Buah merah papua (Pandanus conoideus) juga merupakan salah satu genus Pandanus. Selain untuk mengharumkan kolak, daun pandan juga digunakan untuk memberi aroma bubur kacang hijau, wajik, dan beberapa jenis kue. Daun pandan bersama dengan daun suji (Dracaena angustifolia), dan daun katuk (Sauropus androgynus); juga digunakan pula sebagai pemberi warna hijau.
Ketika menanak nasi masih menggunakan kayu bakar, dandang dan kukusan dari anyaman bambu, daun pandan juga digunakan sebagai pengharum. Caranya, potongan daun pandan dimasukkan ke dalam air, atau ditaruh di bagian bawah kukusan. Aslinya, beras padi pandan wangi, menthik, rojolele, gondomono, sudah beraroma pandan dan pulen. Beras-beras pera, terutama yang telah disimpan lama, akan beraroma penguk. Untuk menetralkan bau penguk ini, ketika memasak beras tersebut diberi daun pandan, hingga rasa nasinya bisa mirip nasi pandan wangi. Belakangan, esens pandan (aroma pandan sintetis), digunakan untuk memberi aroma beras oplosan (beras simpanan lama yang disosoh dan dicampur dengan beras baru).
Yang disebut aroma pandan sintetis, sebenarnya juga barasal dari minyak asiri juga. Biasanya aroma-aroma asli dengan nilai tinggi, misalnya vanila, rose, jasmine disintetis dari produk minyak asiri dengan harga lebih rendah. Kebanyakan aroma bernilai tinggi ini disintesis dari terpentin limbah pulp, dan dari minyak daun cengkih dan sereh wangi. Hingga sebenarnya aroma pandan yang digunakan untuk memberi aroma pandan wangi pada beras kualitas rendah, tetap berasal dari bahan alami (bahan nabati), dan bukan benar-benar dari bahan sintetis. Dengan dibuat sintetisnya, harga bahan aromatik pandan itu menjadi lebih murah, dan bisa digunakan secara massal untuk memberi aroma beras kualitas rendah. Hanya hidung yang berpengalaman mampu membedakan aroma pandan sintetis, aroma daun pandan dan aroma beras pandan wangi.
# # #
Dalam tradisi Jawa, aroma daun pandan juga digunakan sebagai pengharum rambut berupa minyak cemceman. Cara membuat minyak cemceman, irisan daun pandan dimasukkan ke dalam botol berisi minyak kelapa. Setelah dua tiga hari, irisan daun pandan itu diambil, dan diganti dengan irisan daun pandan baru. Demikian seterusnya sampai minyak kelapa itu beraroma daun pandan. Minyak inilah yang disebut minyak cemceman dan digunakan sebagai minyak rambut.Waktu ziarah makam, irisan daun pandan juga merupakan pelengkap bunga tabur. Secara tradisional ziarah makam menggunakan bunga mawar, dengan sedikit melati, kenanga, dan kantil. Meskipun di DKI Jakarta dan sekitarnya, bunga mawar disubstitusi dengan bunga pacar air.
Di Thailand dan Malaysia, para sopir taksi sering menggantung daun pandan, dan akan menggantinya setelah daun itu kering dan tidak memancarkan aroma wangi lagi. Selain sebagai pengharum, fungsi daun pandan dalam mobil antara lain juga untuk mencegah bersarangnya kecoa, nyamuk, semut dan serangga lain. Kadangkala masyarakat juga memanfaatka pandan sebagai pengharum ruangan, dan lemari pakaian. Sebenarnya, daun nilam lebih ideal sebagai pengharum kamar dan lemari pakaian. Tetapi belakangan, daun nilam sulit diperoleh, hingga masyarakat menggantinya dengan daun pandan. Aroma pandan juga relatif diterima olah mayoritas masyarakat, karena wanginya tak terlalu menyengat.
Meskipun esense pandan juga dijual di pasar-pasar tradisional, masyarakat Indonesia pada umumnya masih lebih memilih memasak kolak menggunakan daun pandan asli. Alasan mereka, karena setiap hari, terlebih selama bulan Ramadan, daun pandan selalu tersedia di pasar-pasar tradisional, dengan harga paling tinggi dua ribu rupiah per ikat di DKI Jakarta. Di daerah harga daun pandan lebih rendah dari di DKI Jakarta. Pucuk daun pandan merupakan bagian yang lebih harum dibandingkan daun tua. Itulah sebabnya bagian inilah yang dipanen dan dijual di pasar-pasar tradisional. Secara alamiah, tanaman pandan tumbuh merumpun, dan selalu mengeluarkan anakan di sekitar tanaman induk. Anakan inilah yang dipanen untuk dijual sebagai bahan aromatik.
# # #
Apabila dibiarkan tidak dipanen, anakan ini akan tumbuh menjadi individu tanaman baru, hingga rumpun pandan akan terus tumbuh melebar. Pandan bisa tumbuh mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan elevasi 400 – 800 sebagai tempat tumbuh optimum. Tanaman ini menghendaki tempat tumbuh yang lembap dengan banyak air. Para petani biasanya membudidayakan pandan di tepi sawah, selokan, atau sungai. Masyarakat tradisional, selalu menanam pandan dan jeringau di tepi tempat pembuangan air dari dapur, atau di dekat sumur. Dengan cara itu, di kawasan pegunungan di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur yang beriklim kering, pandan akan tetap hidup pada musim kemarau. Di kota-kota besar, masyarakat sering menanam pandan langsung di tanah di halaman rumah, atau dalam pot.
Dalam situs Alibaba, daun pandan kering dijual dengan harga antara 20 – 30 dollar AS per kilo (FOB), dengan minimal pesanan 50 kg. Situs Alibaba juga menawarkan minyak daun pandan (Pandan Essential Oil), tanpa mencantumkan harga dan volume kemasan. Yang ditawarkan berikut harga dan volume kemasan oleh Alibaba, produk pandan flavoring agents, 3 – 18 dollar AS per kilogram FOB, dan pandan pandan flavor enhancer for bakery 5 – 13 dollar AS per kilogram FOB. Beberapa situs lain yang juga menawarkan minyak daun pandan, tetapi tidak mencantumkan harga dan volume kemasan. Situs Flipkart, menawarkan Aroma Senses Kewda Pandanus Odorifer Oil (30 ml) seharga 150 Indian Rupee (1 Rupee = 200 Rupiah). Itu hanya sebagian kecil dari banyak situs yang menawarkan produk daun pandan.
Nilai daun pandan sebagai bahan aromatik, zat warna hijau, maupun asesoris kue tradisional, memang masih relatif rendah. Namun pasar itu jelas ada, dan akan semakin besar. Ada trend masyarakat modern di kota-kota besar, cenderung untuk kembali menyukai aromatik berbahan tradisional, termasuk daun pandan. Baik untuk pewangi makanan, ruangan, maupun kosmetik. Paling tidak, setiap bulan Ramadhan tiba, daun pandan akan menjadi komoditas yang dicari-cari. Hingga tanaman pandan dalam pot di halaman rumah, akan berubah jadi gundul karena hampir tiap hari dipetik untuk dicemplungkan ke dalam kolak. Padahal tukang sayur keliling akan selalu membawa daun pandan dan bahan-bahan kolak selama bulan Ramadhan. # # #
Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan
Foto : F. Rahardi
