• BISNIS POINSETTIA MENJELANG NATAL

    by  • 06/02/2019 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Apabila kita berkunjung ke perkebunan teh pada musim kemarau, akan tampak perdu dengan pucuk daunnya yang merah merona. Di Jawa Barat, tanaman ini disebut kastuba. Di Jawa Tengah namanya racunan atau daun racun.

    Tanaman inilah yang tiap tanggal 12 Desember menjadi pusat perhatian di Amerika Serikat (AS), dalam sebuah perayaan yang disebut Poinsettia Day. Poinsettia merupakan salah satu nama tumbuhan ini. Nama lainnya Christmas Star, Euphorbia pulcherrima. Sekarang, Poinsettia sudah menjadi komoditas penting menjelang natal, bersaing dengan pohon cemara natal Christmas Tree. Sekarang Poinsettia bukan hanya komoditas penting di AS terapi juga di seluruh dunia termasuk Indonesia. Meski penggunanya, umat Nasrani, tetapi petani dan pedagangnya bisa umat beragama apa saja.

    Thailand, yang mayoritas penduduknya pemeluk Budha, merupakan produsen utama Poinsettia untuk dipasarkan ke bebbagai negara menjelang Natal. Poinsettia merupakan hiasan Natal paling muda. Tanaman ini berasal dari Meksiko. Pada abad 14, bangsa Aztecs di Meksiko telah memanfaatkan Poinsettia sebagai obat demam, serta menjadikannya hiasan waktu perang. Setelah agama Katolik masuk Meksiko pada abad 16, berkembanglah cerita tentang seorang gadis miskin bernama Pepita, atau Maria. Waktu itu sudah ada tradisi memberi persembahan Natal bagi bayi Yesus di Gereja.

    Karena sedemikian miskinnya, Pepita tak punya apa pun untuk dipersembahkan kepada bayi Yesus. Sambil berjalan ke gereja, Pepita mengambil ranting kering di tepi jalan, untuk ia persembahkan ke bayi Yesus. Orang-orang mengejeknya, tetapi Pepita tak peduli. Saat tiba memberikan persembahan ke bayi Yesus, tiba-tiba dari ranting kering yang dipegang Pepita itu muncullah daun muda segar berwarna merah cerah. Semua mata diarahkan ke Pepita. Sejak itulah Poinsettia tumbuhan sakral Bangsa Aztecs itu diadopsi sebagai salah satu persembahan Natal umat Katolik di Meksiko.

    # # #

    Beda dengan Meksiko, mayoritas penduduk AS beragama Protestan. Waktu itu, masyarakat Protestan AS seperti menghadapi sebuah dillema. Kalau mereka menggunakan hiasan pohon cemara untuk merayakan natal, itu berarti masyarakat AS masih mengikuti tradisi Protestan Eropa. Kalau mereka ikut menggunakan Poinsettia yang asli benua Amerika, tetapi itu sudah digunakan oleh masyarakat Katolik Meksiko. Msyarakat Protestan AS ingin merayakan Natal dengan sesuatu yang orisinil AS. Sampai suatu ketika, Joel Roberts Poinsett (1779 –1851) menjadi Duta Besar AS di Meksiko.

    Ialah yang membawa tanaman ini dari Meksiko ke AS, dan memperkenalkannya sebagai hiasan Natal. Formasi daun Poinsettia memang seperti Bintang Betlehem, hingga tanaman ini juga disebut Christmas Star. Masyarakat AS menyambutnya dengan antusias. Untuk menghormati Joel Roberts Poinsett, tanaman baru ini diberi nama Poinsettia. Tanggal 12 Desember, hari wafatnya Joel Roberts Poinsett; dirayakan sebagai Poinsettia Day sampai sekarang. Komoditas apa pun, kalau sudah dipopulerkan oleh masyarakat AS, akan segera mendunia. Maka dalam waktu singkat Poinsettia menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia, yang waktu itu masih bernama Hindia Belanda.

    Masuknya Poinsettia ke Hindia Belanda tak terkait sebagai hiasan Natal, melainkan sebagai tanaman hias biasa. Di Indonesia, Poinsettia hanya bisa tumbuh baik di dataran menengah (500 meter dpl), sampai dataran tinggi (di atas 1.000 meter dpl). Di Indonesia, Poinsettia dimanfaatkan sebagai penanda batas petakan perkebunan teh, bersama dengan hanjuang merah. Dan pada tiap awal Desember, toko-toko tanaman di Indonesia mulai menampilkan Poinsettia sebagai dagangan utama menjelang Natal. Para nursery telah mempersiapkan tanaman ini sejak paling sedikit tiga bulan yang lalu.

    # # #

    Poinsettia termasuk tumbuhan yang kontroversial. Di kawasan pedesaan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Poinsettia disebut racunan (daun beracun). Sebagai tumbuhan suku kastuba-kastubaan, Euphorbiaceae; Poinsettia bergetah putih, dengan aroma yang tak enak. Tetapi nama racunan dalam kosakata Bahasa Jawa, bukan karena tanaman ini bergetah. Nama racunan berasal dari sebuah salah kaprah, yang berasal dari tahun 1919. Waktu itu ada informasi di AS, bahwa ada anak usia dua tahun, yang meninggal setelah mengonsumsi daun Poinsettia. Penelitian setelah tahun 1919, menunjukkan bahwa Poinsettia tak beracun.

    Di kawasan pedesaan di Jawa Tengah; daun racunan ini malahan biasa dikonsumsi sebagai sayuran. Tiap awal musim penghujan, Poinsettia akan mengeluarkan pucuk daun berwarna hijau ranum. Saat itulah masyarakat memetik pucuk Poinsettia ini. Sama seperti daun singkong, pucuk Poinsettia dimasak dengan berbagai resep. Bisa untuk urap, pecel, lodeh; tapi terbanyak dimasak “oblok-oblok”. Bumbu oblok-oblok sama persis dengan bothok, bedanya kalau bothok dibungkus daun pisang dan dikukus, oblok-oblok dimasak seperti sayur lodenh biasa. Belakangan, tak banyak yang tahu bahwa pucuk Poinsettia edible.

    Sejak bulan November di situs Tokopedia dan Bukalapak telah ditawarkan Poinsettia daun merah impor dengan harga Rp 57.000 dan Rp 40.000 per pot. Di situs Shopee, Poinsettia ditawarkan dengan kisaran harga mulai dari Rp 25.000 (terendah) sampai dengan Rp 100.000 (tertinggi) per pot. Di situs Bunga Kastuba, Poinsettia ditawarkan dengan harga Rp 150.000 (terendah) dan Rp 1.750.000 (tertinggi), per rangkaian (beberapa pot). Konsumen bebas memilih, sesuai dengan kemampuan kantungnya. Poinsettia ini hanya untuk sekali pakai. Setelah itu bisa dibuang. Kecuali Anda tinggal di dataran tinggi, Poinsettia ini bia Anda tanam di kebun. # # #

    Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
    Foto F. Rahardi
    Pucuk merah Poinsettia sebagai Christmas Star.

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *