• BUNGA JARUM TUJUH BINTANG

    by  • 15/05/2024 • Uncategory • 0 Comments

    Tanaman hias ini banyak tumbuh liar di mana-mana. Kadang dimanfaatkan sebagai pagar karena durinya yang banyak, runcing dan sangat tajam. Warna bunganya merah, kadang ada yang oranye. Buahnya kuning, masam tetapi edible.

    Namanya ceuli badak, bunga tujuh jarum, jarum tujuh bintang duri penjahit, rose cactus, leaf cactus, seven star needle; dan berbagai nama lainnya. Di Indonesia dikenal dengan banyak nama sesuai dengan daerah masing-masing. Dulu nama botaninya Pereskia bleo. Sejak 2012 namanya berubah menjadi Leuenbergeria bleo. Sebab lewat penghitungan kromosom, Joël Lodé, seorang ahli botani Prancis, bisa membuktikan bahwa tanaman hias ini bukan genus Pereskia melainkan Leuenbergeria. Meskipun tergolong suku kaktus-kaktusan, penampilan bunga tujuh jarum sama sekali tidak mirip dengan kaktus pada umumnya.

    Tanaman bunga jarum tujuh bintang berupa perdu berkayu setinggi dua sampai delapan meter. Diameter batang bisa mencapai 15 sentimeter. Daun tersusun berselang-seling pada ranting, tulang daun tampak jelas, dengan tangkai sekitar 3 sentimeter. Panjang daun 6 hingga 20 sentimeter dengan lebar dua hingga tujuh sentimeter, berbentuk elips hingga lonjong atau lanset. Batang, cabang dan ranting ditumbuhi duri sepanjang lima sampai 10 sentimeter, mengelompok di satu titik. Dalam satu kelompok terdapat belasan sampai 30 duri. Bentuk duri seperti jarum hingga disebut bunga tujuh jarum atau jarum tujuh bintang (seven star needle).

    Bunga jarum tujuh bintang berupa bunga majemuk lateral terminal. Kelopak bunganya merah cerah, merah tua, merah muda salmon, dan oranye, berdiameter empat hingga enam sentimeter. Buahnya berbentuk kerucut dengan bagian rata di ujung buah dan bagian runcing berada di pangkal. Buah matang berwarna kuning dan edible meskipun masam. Dalam daging buah itu terdapat beberapa biji dengan ukuran cukup besar berwarna hitam. Di agroklimat yang relatif kering dengan kelembapan rendah, bunga tujuh jarum bisa berbuah sangat lebat. Sedemikian lebatnya hingga tajuk tanaman dipenuhi warna kuning.

    Meskipun menghasilkan biji, bunga tujuh bintang biasa diperbanyak menggunakan stek cabang dan ranting. Jarang pembibit tanaman hias dan hobiis memperbanyak bunga ini menggunakna biji. Kecuali mereka yang ingin menyilangkannya, baik persilangan sesama spesies beda warna bunga, persilangan antar spesies dalam genus Leuenbergeria atau pesilangan antar genus. Misalnya genus Leuenbergeria (delapan spesies) dengan Pereskia (empat spesies) dan Rhodocactus (lima spesies). Meski banyak tumbuh liar, bibit bunga tujuh jarum tetap dijual di kios tanaman maupun secara online. Harga bibit juga sangat murah, antara Rp 10.000 sampai Rp 20.000 per polybag.

    Sebagai Tumbuhan Obat

    Bibit bunga jarum tujuh laris bukan karena berbunga indah, atau buahnya edible, melainkan akibat adanya rumor tentang khasiatnya sebagai obat herbal. Dalam tulisannya di Analisadaily, Isti Madinah Hasibuan menyebutkan lima khasiat Pereskia bleo untuk 1 Detoksifikasi dan pencegahan kanker; 2 Diet dan pemeliharaan kesehatan; 3 Merevitalisasi tubuh; 4 Mengurangi nyeri otot; 5 Mengurangi nyeri perut. Dalam tulisan itu Isti Madinah menyebut dirinya sebagai mahasiswa pascasarjana Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. https://analisadaily.com/berita/arsip/2018/9/3/612187/khasiat-pereskia-bleo-bagi-kesehatan/

    Tulisan tentang khasiat jarum tujuh sebagai “obat herbal” bukan hanya ada di Indonesia. Banyak informasi tentang tanaman jarum tujuh dalam Bahasa Inggris. Salah satu di antaranya menyebutkan: Without consuming any medications from the hospitals, the users reported that the use of leaves, tips and flower of Pereskia bleo was alone effective against cancer, hypertension, boils, diabetes mellitus and also as a health supplement. Pernyataan itu tanpa disertai data farmakologis dan hasil uji klinis terhadap manusia; dan hanya berdasarkan testimoni satu orang. https://www.researchgate.net/publication/282845958_A_Preliminary_Survey_on_the_Medicinal_Uses_and_Effectiveness_of_Pereskia_bleo_Used_by_People_of_Three_Villages_in_the_State_of_Kelantan_Malaysia#:~:text=Without%20consuming%20any%20medications%20from,also%20as%20a%20health%20supplement.

    Nama “jarum tujuh bintang”, seven star needle tampaknya ikut andil dalam mempopulerkan khasiat daun, pucuk tanaman, bunga dan buah tanaman ini. Penampilan tanaman yang penuh dengan duri tajam juga berperan membuat jarum tujuh bintang dianggap berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Meskipun ukuran dan “keangkeran” duri genus Pereskia masih kalah dari duri-duri pada batang genus Rhodocactus. Di Jawa Tengah, tanaman Rhodocactus disebut ri gendruwo (duri hantu), karena dianggap sangat menakutkan. Sekarang Rhodocactus sulit dijumpai tumbuh liar karena dimusnahkan.

    Padahal bunga Rhodocactus berukuran lebih besar dari Leuenbergeria dan Pereskia, dengan warna pink yang indah. Bunga Rhodocactus juga tumbuh mengelompok di ujung ranting dan mekar berurutan. Sedangkan bunga Leuenbergeria hanya tumbuh satu-satu di ujung ranting. Tetapi karena duri hantu Rhodocactus yang “menyeramkan” para penggemar tanaman hias lebih menyukai Leuenbergeria. Klaim berbagai khasiat untuk penyembuhan penyakit juga hanya berlaku bagi genus Leuenbergeria bukan Pereskia atau Rhodocactus. Terutama Leuenbergeria bleo berbunga merah dan oranye.

    Sebagai anggota suku kaktus-kaktusan, Cactaceae; jarum tujuh bintang menghendaki agroklimat kering dan panas. Tanaman hias ini lebih cocok dibudidayakan di dataran rendah, dengan curah hujan antara tiga sampai lima bulan dalam setahun. Di sini jarum tujuh bintang akan rajin berbunga dan berbuah. Buah yang telah masak berwarna kuning memenuhi tajuk tanaman juga sama menariknya dengan bunga. Bunga jarum tujuh bintang tak cocok ditanam di dataran tinggi, atau di kawasan basah seperti Kabupaten Bogor. Tanaman akan tumbuh subur dengan daun lebat, tetapi malas berbunga. # # #

    Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *