• JANGAN TANAM CABAI SEKARANG

    by  • 29/07/2013 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Penurunan harga bawang putih dan bawang merah, tidak serta merta membuat ibu-ibu rumah tangga bernapas lega. Kini giliran harga cabai melompat naik. Harga cabai rawit merah yang sebelumnya Rp 25.000 per kg, sekarang Rp 50.000 per kg.

    Harga cabai merah keriting juga terkatrol naik menjadi Rp 25.000 per kg. Padahal sebelumnya hanya berkisar Rp 8.000 sampai Rp 10.000 per kg. Cabai rawit hijau, justru turun dari Rp 28.000  per kg menjadi Rp 20.000 per kg. Ini semua merupakan dampak dari petani cabai di Kabupaten Brebes, yang sejak bulan November sampai dengan April, sebagian besar beralih dari komoditas

    cabai-besar

    cabai dan bawang merah ke padi. Hanya sebagian kecil petani Brebes yang pada musim penghujan tetap bertahan menanam cabai. Yang dibudidayakan para petani di Brebes adalah cabai merah keriting. Inilah jenis cabai yang paling banyak diproduksi petani, dan paling banyak diserap pasar. Kekurangan pasokan cabai merah keriting, akan berdampak pada kenaikan harga semua jenis cabai. Hingga agak mengherankan bahwa harga cabai rawit hijau, belakangan ini justru turun.

    Tiap kali ada kenaikan harga cabai, yang mengalami kenaikan harga nominal tertinggi selalu cabai rawit merah. Hal ini disebabkan, harga cabai rawit merah juga selalu berada pada ranking tertinggi dibanding jenis cabai lain. Cabai ini sering pula disebut sebagai cabai rawit putih. Orang Jawa menyebutnya “lombok rawit gajih”. Gajih berarti lemak, sebab warna cabai rawit putih memang seperti lemak hewan. Meskipun harga cabai jenis ini paling tinggi, namun tetap saja tidak banyak petani yang bersedia membudidayakannya. Para petani tradisional, lebih senang membudidayakan cabai keriting, atau cabai besar, sebab produktivitasnya cukup tinggi. Salah satu kelemahan cabai rawit merah adalah, produktivitasnya yang sangat rendah. Hingga sesuai hukum pasar, apabila permintaan lebih tinggi dari pasokan, maka harga akan naik.

    # # #

    Sebenarnya para petani dan tengkulak juga sudah hafal, bahwa tiap bulan Maret, April, dan Mei, harga cabai selalu naik. Pada bulan Oktober/November, ketika para petani cabai lahan sawah berhenti berproduksi dan beralih ke padi, para petani lahan kering baru bisa mulai menanam. Sebab saat itulah hujan baru saja turun. Cabai yang ditanam pada bulan Oktober/November, akan mulai panen pada bulan Januari/Februari. Panen akan berlangsung selama dua bulan, hingga selama bulan Februari – Maret, cabai yang berada di pasaran merupakan cabai hasil budi daya lahan kering. Biasanya para petani

    cabai-rawit

    menghindari menanam cabai pada bulan Desember – Februari, karena banyaknya hujan. Dampaknya, secara rutin tiap bulan Maret – Mei harga cabai akan selalu tinggi. Yang mampu meraih keuntungan ini hanyalah petani yang secara rutin berkesinambungan, selalu membudidayakan cabai.

    Teknik budi daya para petani cabai profesional umumnya sudah sesuai dengan standar agribisnis. Mereka menggunakan benih impor, terutama dari Know You Seed, Taiwan. Benih unggul ini menuntut penggunakan mulsa plastik hitam perak yang juga diproduksi oleh pengusaha Taiwan. Petani cabai kita tidak pernah tahu, bahwa mulsa plastik hanya digunakan pada budi daya cabai musim kemarau, dengan teknik pengairan genangan maupun drip. Kalau teknik pengairannya dengan penyiraman, maka mulsa plastik justru akan menjadi penghambat budi daya. Pada budi daya musim penghujan, mulsa plastik tidak bermanfaat untuk mempertahankan kelembapan tanah, sebab tanah sudah cukup lembap. Hingga fungsi mulsa hanya untuk mencegah tumbuhnya gulma.  Idealnya, budi daya cabai pada musim penghujan, bukan menggunakan mulsa, melainkan tudung plastik (sungkup). Bedeng tanaman cabai itu diberi naungan plastik bening. Caranya, dibuat kerangka bambu berbentuk melengkung sepanjang bedengan. Di atas kerangka bambu itu dipasang plastik bening.
    cabai-besar1

    Para petani tradisional, biasanya akan memilih plastik dengan harga termurah. Tiap meter persegi plastik, diperkirakan mampu menaungi antara 4 sd. 6 individu tanaman. Biaya tudung plastik ini akan dikompensasi oleh hilangnya biaya mulsa hitam perak, serta menurunnya biaya pestisida. Meskipun hujan turun terus sepanjang hari selama satu minggu, tanaman cukup disemprot sekali guna membebaskannya dari fusarium dan pseudomonas. Selain penggunaan plastik bening sebagai tudung bedeng penanaman, budi daya cabai pada musim penghujan juga masih perlu memperhatikan beberapa hal. Pertama, sebaiknya dipilih jenis cabai yang relatif tahan terhadap udara lembap. Cabai keriting dan rawit merah relatif lebih tahan kelembapan dibanding dengan cabai merah besar. Lokasi penanaman juga harus dipilih yang belum tercemar oleh fusarium dan pseudomonas.

    # # #

    Sebagai pedoman, petani harus tahu betul bahwa lahan untuk budi daya cabai tersebut selama dua tahun terakhir, tidak ditanami cabai, terung, tomat, kentang dan tanaman sejenis, yang kemungkinan bisa menjadi sumber penyakit fusarium serta pseudomonas. Lahan juga berdrainase cukup baik. Lahan terletak di lokasi yang berlereng, perlu terasering dan saluran air untuk menghindari genangan. Lahan yang bernaungan rumpun pisang, albisia atau tanaman keras lainnya sebaiknya dihindarkan.  Sebab naungan itu akan meningkatkan kelembapan udara yang potensial memicu datangnya penyakit. Meskipun harga cabai pada musim penghujan bisa relatif lebih tinggi dibanding pada musim kemarau, namun pasokan yang berlebihan juga akan tetap menjatuhkan harga. Untuk menghindari jatuhnya harga, diperlukan strategi penanaman.

    Kalau lahan budi daya cabai ini mencapai luasan di atas dua hektare, penanaman tidak bisa dilakukan serentak, melainkan secara bertahap. Misalnya 2.000 meter per angkatan setiap minggu, agar panen tidak akan terjadi serentak. Dengan pentahapan pola tanam demikian, saat mulai dan akhir panen bisa diatur hingga hasilnya tidak melimpah di pasaran. Kalau pada awal November kita membuka lahan seluas 2.000 m, kemudian disusul pada minggu berikutnya 2.000 m, maka lahan dua hektare itu akan habis tertanami pada  pertengahan Januari. Areal penanaman Januari ini akan habis dipanen pada bulan Mei ketika harga cabai mulai merosot. Maka, janganlah mulai menanam cabai pada bulan-bulan Maret, April, Mei, sebab saat panen nanti, pas harga jatuh. Tanamilah lahan sawah dengan komoditas lain, misalnya jagung, atau ubi jalar. Tunggulah sampai bulan Oktober nanti untuk kembali menanam cabai, meskipun pada bulan-bulan itu harga cabai sangat rendah. # # #

    Artikel pernah dimuat di : Kiat Agribisnis Mingguan Kontan 1 April-7 April 2013

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *