PARFUM MAWAR
by indrihr • 20/08/2013 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Saya dengar di Yogya ada seorang ibu yang menyuling bunga mawar menjadi parfum, dan harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah per liter. Mawar jenis apakah yang bisa disuling, dan bagaimanakah caranya? (Rakhel, Jakarta)
Sdri. Rakhel, bunga mawar memang merupakan salah satu bahan parfum kelas tinggi, yang harganya bukan sekadar puluhan juta, melainkan sampai ratusan juta rupiah per liter. Namun rendemen minyak mawar sangat rendah, yakni hanya sekitar dua permil (0,002%). Dari satu kilo bunga mawar yang paling harum, hanya akan dihasilkan 2 mili liter minyak mawar. Di Yogya, memang ada seorang ibu pengusaha pengobatan aromatik, yang mendestilasi berbagai bahan, termasuk bunga mawar, untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Mawar tabur yang banyak dibudidayakan masyarakat di Jawa Tengah dan DIY, juga bisa diambil minyaknya, meskipun rendemennya sangat rendah.

Sebenarnya menyuling (destilasi uap), hanyalah salah satu cara pengambilan bahan parfum dari bunga. Minyak hasil destilasi bunga mawar disebut rose otto atau attar of roses. Selain destilasi, masih ada cara esktraksi. Ada dua macam teknik ekstraksi, yakni teknik Liquid–liquid extraction, yang akan menghasilkan rose absolute. Teknik ekstraksi berikutnya adalah Supercritical carbon dioxide, yang akan menghasilkan CO2 extract. Teknik ekstraksi, akan menghasilkan minyak mawar dengan rendemen, dan kualitas lebih tinggi, dibanding dengan destilasi. Metode, ekstraksi, sekarang sudah lazim digunakan untuk mengambil zat aktif dari tumbuhan, guna berbagai keperluan.
Di dunia ini hanya ada dua varietas mawar yang lazim diambil minyaknya. Pertama mawar damaskus (Damask Rose, Rosa × damascena), yang merupakan hasil silangan antara Rosa gallica dan Rosa moschata. Mawar damaskus banyak dibudidayakan Bulgaria, Turki, Rusia, Pakistan, India, Uzbekistan, Iran dan RRC. Saat ini Bulgaria merupakan produsen minyak mawar terbesar dengan hasil 70% dari total produksi dunia. Jenis kedua yang lazim dibudidayakan untuk diambil parfumnya adalah mawar kubis (the cabbage rose, Rosa centifolia), hasil silangan dari Rosa gallica, Rosa moschata, Rosa canina, dan Rosa damascena. Mawar ini banyak dibudidayakan di Perancis Selatan, Maroko, dan Mesir.
Sdri. Rakhel, mawar adalah tumbuhan dengan habitat asli kawasan gurun dan sub tropis (negeri empat musim). Maka di Indonesia, mawar hanya bisa dibudidayakan pada lahan dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. Dataran tinggi Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, lebih cocok untuk budi daya mawar sebagai bahan parfum, dibanding dengan DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. Dataran Tinggi Sumatera, dan Papua juga kurang cocok, karena terlalu lembap. Mawar menghendaki udara yang sejuk, tetapi kering.
Benih mawar damaskus, dan mawar kubis, antara lain bisa diperoleh di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Jl. Raya Ciherang, Segunung, Pacet, Cianjur 51260 – Jawa Barat, telp: 0263 – 512607; fax: 0263 – 514138; segunung@cianjur.wasantara.net.id, balithi@litbang.deptan.go.id, http://balithi.litbang.deptan.go.id. Sedangkan info tentang ekstraksi, bisa diperoleh antara lain di Balai Besar Industri Agro (Departemen Perindustrian), Jl. Ir. H. Juanda No. 11 Bogor 16122, telp: (0251) 324068, fax (0251) 323339; e-mail: irdabi@indo.net.id; situs: www.bbia.go.id. # # # (Pernah dimuat di Harian Kontan)
