• AKAR TUBA

    by  • 17/11/2014 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Dalam rangka memenuhi permintaan produk-produk pertanian organik, kelompok tani binaan saya memerlukan akar tuba untuk bahan pestisida alami. Di manakah saya bisa memperoleh akar tuba secara kontinu (Usman, Cirebon).

    Sdr. Usman, kelompok tani organik, harus membudidayakan sendiri tumbuhan penghasil pupuk dan pestisida alami. Di Thailand, para petani organik pasti punya tanaman tuba untuk dipanen akarnya, sebagai bahan pestisida. Di Indonesia belum ada petani pertanian organik yang membudidayakan tuba sendiri. Maka jangan harapkan ada petani lain yang bersedia membudidayakan komoditas ini. Jadi tanpa membudidayakan sendiri tanaman tuba, Anda tidak mungkin bisa memperoleh akar tuba secara kontinu. Di Malaysia dan Thailand yang pertanian organiknya sudah maju pun, tidak ada petani yang khusus membudidayakan tuba.

    tuba-a

    Tuba (Derris elliptica) merupakan tumbuhan liana (tumbuhan merambat berkayu), yang akarnya mengandung rotenon (rotenone). Rotenon merupakan racun kontak yang sangat kuat. Rotenon diperoleh dengan menghancurkan akar tuba, dan menambahkan air. Air perasan akar tuba ini berwarna putih seperti susu. Hingga ada peribahasa, “air susu

    dibalas dengan air tuba”. Sebab sama-sama berwarna putih, susu merupakan minuman bergizi, sementara tuba beracun. Perasan akar tuba ini dulunya biasa digunakan masyarakat untuk menangkap ikan. Dengan maraknya pertanian organik, akar tuba juga digunakan sebagai penghasil pestisida alami.

    Selain dari akar tuba, rotenon juga bisa dihasilkan dari biji bengkuang (Pachyrhizus erosus). Para petani pertanian organik juga harus membudidayakan bengkuang sendiri, untuk dipanen bijinya. Sebab petani umbi bengkuang, selalu memangkas bunga agar nutrisi yang diambil akar, sepenuhnya digunakan untuk memroduksi umbi, bukan untuk membentuk biji. Maka tanaman bengkuang untuk produksi umbi, tidak pernah menghasilkan biji. Budi daya bengkuang untuk dipanen bijinya, lebih sederhana dibanding budi daya tuba. Sebab sekali tanam, bengkuang akan dorman selama musim kemarau, dan tumbuh lagi ketika hujan datang.

    Tuba dikembangbiakkan melalui biji, maupun setek batang. Petani pertanian organik, biasanya punya induk tanaman tuba yang dirambatkan pada tanaman lamtoro. Tuba tanaman induk ini hanya akan diambil biji atau cabangnya, sebagai bahan benih. Akar tuba diproduksi dengan membudidayakan tanaman ini secara musiman. Tuba untuk dipanen akarnya, dibudidayakan di atas guludan, yang diberi alas terpal plastik. Penanaman dan panen pada awal musim penghujan, dengan membongkar guludan dan mengambil akar yang mengumpul di bawah. Tuba bisa ditanam kembali setelah akar, cabang dan ranting dipangkas habis.

    Sebenarnya pestisida organik tidak hanya sebatas tuba dan bengkuang. Masih ada picung dan gadung yang mengandung HCN (hidrogen sianida), serta beberapa tumbuhan lain. Namun demikian, pestisida dan pupuk organik, hanyalah salah satu prasyarat budi daya pertanian organik yang ditetapkan oleh IFOAM (The International Federation of Organic Agriculture Movements). Produk pertanian organik, harus dihasilkan oleh pertanian yang menggunakan benih organik, dibudidayakan di lahan organik, dengan menggunakan irigasi air organik, dan menggunakan sistem (pupuk dan pestisida) organik. # # #

    Artikel pernah dimua di Mingguan Kontan

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *