• MAKANAN SEHAT

    by  • 05/11/2018 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Saya seorang pengusaha ritil produk buah-buahan dan sayuran segar. Bisakah saya mengklaim bahwa buah-buahan dan sayuran merupakan produk pangan yang lebih sehat dari produk pangan lain? (Hasyim, Bogor).

    Sdr. Hasyim; manusia, Homo sapiens sapiens merupakan makhluk omnifora, pemakan segala. Manusia baru akan sehat kalau mengonsumsi menu seimbang. Menu seimbang itu terdiri dari karbohidrat, protein nabati, protein hewani, vitamin, mineral dan serat pangan. Manusia beda dengan sapi yang merupakan makhluk herbifora, pemakan rumput; dan harimau makhluk karnivora, pemakan daging. Jadi agar tetap sehat, manusia tidak mungkin hanya makan buah-buahan dan sayuran.

    Untuk mendapatkan energi, manusia perlu mengonsumsi karbohidrat, atau gula. Karbohidrat itu bisa berupa nasi, ubi, roti atau mi. Gula itu bisa berupa gula jadi, bisa pula buah-buahan. Bahkan dalam buah-buahan dan sayuran juga terkandung karbohidrat. Protein nabati ada pada kacang-kacangan, dan protein hewani berupa telur, susu, dan daging. Bisa daging ikan, unggas, atau mamalia. Agar Homo sapiens sapiens tetap sehat, menu itu semestinya dikonsumsi secara cukup dan seimbang.

    Jadi, klaim bahwa buah-buahan dan sayuran lebih sehat dari daging; jelas tidak benar. Manusia tetap perlu mengonsumsi karbohidrat, protein nabati dan hewani. Secara alamiah, Homo sapiens purba memang hanya mengonsumsi buah-buahan, pucuk daun, biji-bijian, telur unggas, larva dan serangga. Mereka belum tahu cara mengonsumsi daging ikan, unggas dan mamalia. Homo sapiens purba mulai mengonsumsi daging, setelah tak sengaja menemukan mamalia yang hangus setelah ada kebakaran hutan.

    Mamalia terbakar itu beraroma sedap dan Homo sapiens purba mencicipi dagingnya. Sejak itulah mereka tahu bahwa hewan besar itu, apabila terkena api menjadi enak dimakan. Manusia purba lalu menjaga agar di gua tempat tinggal mereka selalu ada api. Mereka lalu menangkap hewan besar itu untuk dibakar. Lama-lama mereka menggiring dan menjinakkan mamalia besar itu agar setiap saat ada yang bisa ditangkap. Serealia juga ditanam agar ada yang rutin bisa dipanen. Terciptalah kemudian kultur pertanian, rural, urban, sub urban dan metropolis.

    Babilonia, Asiria, dan Mesir Kuno adalah metropolis pertama dunia. Homo sapiens sapiens di metropolis itu tak banyak bergerak. Mereka juga mengonsumsi karbohidrat dan protein hewani secara berlebihan, hingga mengalami obesitas. Yang tidak sehat bukan makanannya, melainkan pola hidup metropolis. Orang yang hanya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, juga akan kekurangan nutrisi, hingga tubuhnya bisa sakit. Terlebih kalau orang itu harus bekerja lebih banyak menggunakan otot mereka.

    Semua produk makanan baru bisa diklaim sebagai makanan sehat, apabila memenuhi standar kualitas sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Sayangnya, belum semua produk makanan dikenakan Wajib SNI. Produk Wajib SNI baru sebatas dilaksanakan terhadap bahan makanan dan minuman yang diproduksi massal. Misalnya minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan air minum dalam kemasan. Sementara produk buah-buahan dan sayuran belum dikenakan Wajib SNI.

    Ketentuan Wajib SNI bagi komoditas beras, telur, daging ikan/unggas dan mamalia; rasanya lebih mendesak dibanding terhadap buah dan sayuran. Semua produk beras dalam kemasan, selalu diberi sebutan pandan wangi. Tanpa ketentuan Wajib SNI, konsumen akan dirugikan sebab harus membeli beras varietas IR, dengan harga kualitas pandan wangi. Kalau hanya mengacu pada aroma wangi pandan, itu semua jenis beras bisa diwangikan dengan cara disemprot esens pandan.

    Di negara-negara maju pun, produk buah-buahan dan sayuran belum semua mencantumkan sumber (produsen), dan jangka waktu panen. Pisang cavendish Sunpride misalnya, baru sebatas mencantumkan merek, Belum asal kebun, dan waktu panen. Kol yang dijual di warung terdekat, tak kita ketahui berasal dari mana, dan hasil panen kapan. Air minum dalam kemasan, karena sudah dikenakan Wajib SNI, mencantumkan lokasi mataair sebagai sumber, serta tanggal kadaluwarsa. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
    Teks Foto: Kios buah di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Foto. F. Rahardi)

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *