• BISNIS BUNGA TELANG

    by  • 14/09/2020 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Diam-diam bunga/kembang telang telah menjadi komoditas yang cukup menarik. Baik benihnya berupa biji, tetapi terutama produk bunga keringnya (teh). Sejak dulu, bunga telang mengundang tanda tanya karena nama botaninya, Clitoria ternatea.

    Di situs Tokopedia, produk bunga telang kering ditawarkan dengan harga bervariasi. Terendah Rp 4.750 kemasan 10 gram (Rp 475 per gram), tertinggi Rp 89.000 kemasan 3 gram (Rp 29.666,66 per gram) karena diberi predikat “pure organic”. Di situs Shoope, harga tertinggi teh bunga telang Rp 155.000 per kemasan 500 gram. Kalau hanya melihat harganya, yang Rp 4.750 tampak lebih murah dibanding yang Rp 155.000. Tetapi ketika dilihat bobotnya, harga Rp 155.000 per kemasan lebih murah. Sebab yang Rp 4.750 kemasan 10 gram (per gram Rp 475), sedangkan yang Rp 155.000 kemasan 500 gram (per gram Rp 310).

    Melihat banyaknya produsen yang menawaran teh bunga telang, tampaknya komoditas ini punya pasar yang cukup besar, luas dan stabil. Pertumbuhan bisnis bunga telang memang didasari oleh pertumbuhan konsumen, hingga produsen mengikutinya. Ini beda dengan bisnis kurma, anggur, dan belakangan ini Monstera “janda bolong”, yang sebenarnya merupakan bisnis semu. Para pemilik benih tanaman berupaya “menggoreng isu” hingga orang memburu tanaman tersebut sekadar karena latah. Di situs Tokopedia, harga benih bunga telang berupa tanaman hanya berkisar antara Rp7.500 sampai Rp 20.000 per polybag. Biji bunga telang hanya Rp 17.000 per 100 biji.

    Bunga telang naik daun terutama karena pigmen warna birunya. Sangat jarang bunga berwarna biru. Terlebih warna biru bunga telang sangat kuat hingga bisa digunakan sebagai pewarna makanan dan minuman. Belakangan minat masyarakat untuk menggunakan pewarna alami untuk makanan dan minuman naik tajam. Ketika orang bosan dengan makanan dan minuman dengan warna merah, kuning, dan hijau; maka warna biru menjasi alternatif yang menarik. Pigmen warna biru bunga telang ini lalu dikait-kaitkan dengan berbagai khasiat untuk kesehatan, bahkan penyembuhan penyakit.

    Selama ini bunga telang memang banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Tetapi sampai sekarang belum pernah ada penelitian ilmiah tentang khasiat bunga telang, sampai ke isolasi terhadap zat yang berkhasiat, uji lab terhadap zat tersebut. Jadi pemanfaatan bunga telang sebagai bahan obat, masih berdasarkan resep-resep obat tradisional, tanpa dukungan penelitian farmakologis. Hingga maraknya produksi dan pemasaran teh bunga telang, lebih didasarkan pada eksotisme minuman, juga makanan berwarna biru alami, yang pasti sehat karena bukan berasal dari pewarna sintetis.

    Bukan Endemik Ternate

    Habitat asli bunga telang tersebar di seluruh kawasan tropis Asia. Mulai dari Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur, Australia Utara sampai ke Pasifik Barat. Itulah sebabnya nama bunga telang berlain-lainan di masing-masih daerah. Nama botani bunga telang Clitoria ternatea, sering menimbulkan kesan, bahwa tumbuhan ini berasal dari Pulau Ternate. Nama Clitoria ternatea diberikan oleh Linnaeus (1707 – 1778). Linnaeus mendapatkan spesimen (contoh) kembang telang yang diambil Rumphius (1627 – 1702) dari Pulau Ternate, Maluku; berikut catatan-catatannya.

    Karena bentuknya mirip dengan Clitoris, dan menurut catatan Rumphius spesimen tanaman ini diambil dari pulau Ternate, maka Linnaeus memberinya nama Clitoria ternatea. Nama itu diterima oleh para ahli botani, dan digunakan sampai sekarang, kendati kemudian ketahuan, habitat kembang telang berasal dari Asia Tropis. Variasi warna bunga telang mulai dari merah, putih, pink dan biru. Di Indonesia yang tumbuh liar kebanyakan warna pink dan biru. Yang putih dan merah jarang dijumpai. Sebagai bahan pewarna makanan dan minuman dipilih bunga telang warna biru. Hingga varietas inilah yang paling banyak dibudidayakan.

    Ada tiga tumbuhan legum merambat, dengan bunga mirip kembang telang. Dari tiga tumbuhan legum itu, yang paling mirip kembang telang Centrosema pubescens (CP, legum sentro). Dua legum lainnya Calopogonium mucunoides (CM, kacang asu); dan Pueraria phaseoloides (kudzu tropika). Tiga legum ini di dunia perkebunan dikenal sebagai tanaman penutup tanah (cover crops); sumber pupuk hijau; dan juga makanan ternak. Bagi masyarakat awam, sulit untuk membedakan bunga telang pink dengan bunga legum sentro. Perbedaan utamanya, tonjolan bunga legum sentro besar dan sampai ke bagian bawah. Pada bunga telang tonjolan itu tak sampai separo dari panjang bunga.

    Bunga telang sangat mudah dibudidayakan. Bisa tumbuh dengan baik mulai dari 0 meter dpl, sampai 1800 meter dpl. Syaratnya, perlu mendapatkan sinar matahari penuh. Semakin banyak terkena sinar matahari, akan semakin banyak bunganya. Perkembangbiakan hanya dengan biji, dan tanaman memerlukan ajir, para-para atau pohon sebagai rambatan. Kembang telang merambat dengan cara membelit ke kanan. Apabila tidak dipanen, bunga telang akan cepat sekali menghasilkan polong. Meskipun menghasilkan banyak biji, kembang telang tidak pernah menjadi invasif seperti halnya legum sentro. # # #

    Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *