NANAS PINK
by indrihr • 02/09/2025 • Uncategory • 0 Comments
Saya pernah melihat di sebuah media tetapi saya lupa media apa; ada buah nanas berdaging buah warna pink. Katanya nanas pink itu berasal dari Afrika. Benarkah informasi ini dan di manakah saya bisa mendapatkan benihnya? (Haryoto, Yogyakarta).
Sdr. Haryoto, memang benar ada nanas dengan daging buah warna pink, tetapi itu produk Del Monte. Namanya Pinkglow, dibudidayakan di Kostarika dan sudah dipasarkan sejak 2020. Waktu itu pasarnya masih sebatas AS dan Kanada. Dengan maraknya bisnis online, nanas pink juga dijual di marketplace global hingga bisa dipesan dari Indonesia. Masyarakat Indonesia baru mulai mengenal nanas pink pada tahun 2024 sekarang ini. Pada waktu baru dirilis tahun 2020, Pinkglow dijual seharga 49 dolar AS.
Tahun 2020 kurs 1 dolar AS sebesar Rp 15.300. Hingga harga nanas pink Del Monte itu pada saat awal dirilis Rp 750.000 per buah. Sekarang sudah turun menjadi 40 dolar AS. Dengan kurs dolar hari ini Rp 15.800 harga pinkglow Rp 632.000. Tetapi di marketplace tetap ada yang menawarkan nanas pinkglow seharga 58 dolar AS per buah. Dengan kurs Rp 15.800 per 1 dolar AS, harga Pinkglow itu Rp 916.000, hampir satu juta rupiah per buah. Bagi kalangan tertentu tidak masalah karena mangga Okinawa seharga Rp 2,5 juta per buah juga dibeli.
Meskipun dirilis tahun 2020, penelitian untuk menghasilkan nanas pink sudah dimulai sejak 2004. Warna pink pada nanas itu bukan zat warna buatan yang dimasukkan ke dalam buah nanas, dan juga bukan gen buah lain misalnya tomat atau semangka yang disusupkan ke dalam struktur genetik buah nanas. Gen warna pink pada nanas pinkglow bernama likopenyang merupakan gen asli yang ada dalam semua buah nanas. Likopen akan membuat semua buah berwarna merah atau pink.
Tetapi dalam buah nanas juga ada enzim yang mengubah likopen menjadi warna kuning. Yang dilakukan Del Monte selama 16 tahun, hanya memperkecil kandungan enzim pada buah nanas, hingga likopen itu tak berubah menjadi kuning. Hasilnya nanas pinkglow baru bisa menjadi pink dan belum berwarna merah seperti tomat atau semangka. Itu pun perlu waktu 16 tahun agar kultivar yang dihasilkan bisa stabil secara genetik, dengan perbanyakan secara vegetatif.

Karena biaya untuk menghasilkan nanas pink sangat tinggi, Del Monte menjaga ketat agar pucuk nanas tidak ikut dijual. Sebab dari pucuk nanas itu akan bisa dihasilkan individu tanaman baru. Bahkan dengan teknologi kultur jaringan hanya dari potongan kecil jaringan pucuk nanas, akan bisa dihasilkan jutaan benih dengan genetik sama. Jaringan yang bisa dikultur hanya yang masih muda, yang berada di pucuk buah nanas. Jaringan buah yang sudah tua (masak) pada buahnya tidak mungkin dikultur sebagai benih.
Meskipun sudah dipasarkan selama empat tahun, benih nanas pink masih tetap ditahan oleh Del Monte, tidak dijual di pasar bebas. Jadi sampai sekarang konsumen hanya bisa membeli buah nanas pink tetapi tidak mungkin ikut membudidayakannya. Nanas pink juga steril, sama sekali tak ada bijinya. Seandainya ada bijinya pun, keturunannya belum tentu menghasilkan buah warna pink. Jadi sampai sekarang nanas pink hanya produksi Del Monte dari kebunnya di Kostarika.
Informasi bahwa nanas pink merupakan kultivar asli Afrika merupakan hoax. Karena foto-foto yang beredar di media sosial, jelas merupakan foto nanas pinkglow produksi Del Monte. Pasar online pinkglow tampaknya sudah merambah ke Afrika hingga ada pengguna media sosial yang iseng mengklaim bahwa nanas pink ini kultivar (varietas) asli Afrika. Pasar lewat marketplace saat ini sudah merambah seluruh dunia dengan jaringan ekspedisi yang murah. Buah-buah tropis Thailand misalnya bisa sampai ke Eropa dan Kanada dalam hitungan waktu 24 jam.
Data FAO 2022, Indonesia merupakan penghasil nanas terbesar dunia, sedangkan Kostarika hanya peringkat ke tiga. Inilah 10 besar penghasil nanas dunia (dalam ton): 1 Indonesia 3.203.775; 2 Filipina 2.914.425; 3 Kostarika 2.909.750; 4 Brasil 2.337.302; 5 China 1.960.000; 6 India 1.851.000; 7 Thailand 1.714.213; 8 Nigeria 1.607.200; 9 Meksiko 1.247.593; 10 Kolombia 919.709. Dari 3,2 juta ton produksi nanas Indonesia itu, sekitar 2 juta ton merupakan produksi Great Giant Pineaple (GGP) di Lampung.
Saya sudah mencicipi nanas pink. Rasanya justru tidak seenak nanas kuning biasa. Kemungkinan hambarnya rasa nanas pink ini karena sudah tersimpan cukup lama. Kedua mungkin karena enzim yang ada dalam nanas pink sudah direduksi hingga tidak sebanyak nanas kuning biasa. Jadi pembeli nanas pink sebenarnya hanya membeli sensasi warna. Dari segi rasa, baik tingkat kemanisan maupun kemasaman dan aroma, nanas kuning masih lebih unggul. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Foto F. Rahardi
