Madu Mampu Membunuh Kuman
by hery • 14/12/2013 • Herbal, PERTANIAN • 0 Comments
Khasiatnya tak diragukan. Madu memiliki kekuatan menyembuhkan yang hebat. Bisa mengatasi luka bakar, menambah stamina, bahkan dapat mencegah kanker.
Madu merupakan sumber makanan penting yang disediakan Tuhan untuk manusia melalui serangga kecil bernama lebah. Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat.
Menurut ahli gizi dan ahli madu, kandungan mineral madu terdiri dari zat besi, tembaga, silikon, khlor, kalsium, potasium, fosfor, alumunium, natrium, dan magnesium. Selain itu, madu pun mengandung protein, mineral, dan vitamin yang penting dan sangat dibutuhkan manusia.
Seorang filsuf dan penulis Yunani, Athenaeus, menyatakan bahwa siapa saja yang rajin mengonsumsi madu setiap hari akan bebas dari penyakit selama hidupnya. Dia tidak mengada-ada karena di dalam madu memang terkandung rupa-rupa nutrisi unik dan potensial untuk memelihara kesehatan dan kecantikan. Madu memiliki kekuatan menyembuhkan yang hebat. Berbagai nutrisi yang dikandungnya telah lama dimanfaatkan untuk mengatasi luka bakar, menambah stamina, bahkan dapat mencegah kanker.
Perihal khasiat madu, juga terungkap dalam Kitab Suci. “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkannya (An-Nahl 69-69).
Meningkatkan Kesehatan
Pemberian madu secara teratur setiap hari juga dapat memperbaiki performans kesehatan anak. Prof. Ali Khomsan, Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi IPB menungkapkan, berdasarkan penelitian di Puslitbang Gizi Bogor, diketahui bahwa tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek pada kelompok balita yang diberi madu menurun, nafsu makan meningkat, porsi dan frekuensi makan bertambah, sehingga konsumsi energi dan protein mereka juga meningkat.
Apa yang menjadikan madu bermanfaat bagi kesehatan? Ada dua alasan yang muncul dalam penelitian itu. “Pertama, madu merupakan makanan yang mengandung aneka zat gizi. Kedua, madu ternyata juga mengandung senyawa yang bersifat antibiotik,” jelas Ali Khomsan.
Kandungan gizi utama madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa (41,0%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%), dan dekstrin (1,5%). Menurut Ali Khomsan, anak balita yang diberi madu, secara tidak langsung juga akan mendapatan karbohidrat sebagai salah satu sumber energi bagi anak. Kadar protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam aminonya cukup beragam, baik asam amino esensial maupun non-esensial. Asam amino itu turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh balita.
Vitamin yang terdapat dalam madu juga beragam, antara lain vitamin B1, vitamin B2, B3, B6, vitamin C, dan vitamin E. Keberadaan vitamin itu sangat penting untuk mengatur proses metabolisme, memelihara fungsi jaringan tubuh, membantu pembuatan zat dalam tubuh, membantu pertumbuhan, dan pembentukan sel baru. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu fungsi vitamin B adalah membantu konversi karbohidrat menjadi energi, sehingga kita dapat melakukan aktivitas fisik dengan baik. Sementara itu, vitamin C tidak hanya dikenal sebagai antisariawan, namun juga bermanfaat untuk kekebalan tubuh dan mengatur keseimbangan kolesterol.
Tumbangkan Kuman
Dalam artikelnya yang dimuat Majalah Dis Lancet Infect edisi Februari 2003, Dr. Dixon menyebutkan bahwa madu sangat kuat menguasai kuman. Sehingga tidak ada satu kuman pun sanggup melawan madu. (Madu ternyata juga dapat menumpas spesies microbial yang resistance terhadap antibiotik buatan manusia.)
Bagi penderita kencing manis (diabetes), para dokter umumnya menganjurkan mereka untuk tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis, termasuk madu. Karena, dianggap bisa menaikkan kadar gula dalam tubuh. Ternyata, berdasar penelitian, anjuran itu tidak berlaku.
Madu justru mampu menurunkan kadar gula di dalam darah penderita diabetes. Karena di dalam madu terdapat unsur oksidasi yang menjadi pengurai gula di dalam darah lebih mudah, yang tidak membuat kadar gula semakin bertambah tinggi. Madu yang kaya vitamin B1, B5 dan G, justru sangat diperlukan bagi penderita diabetes. Karena, madu mengandung sekitar 100 unsur berbeda yang dianggap sangat urgen bagi tubuh manusia, khususnya bagi penderita diabetes.
Menurut Suhada, yang selama 20 tahun menggeluti dunia madu, ternyata tidak semua rasa madu itu manis. Setiap jenis madu selalu berbeda baik warna, rasa maupun khasiatnya sesuai jenis bunganya. “Ada satu jenis madu yang rasanya pahit. Madu ini dikenal dengan nama Madu Pelawan. Selain rasanya pahit, warnanya juga berbeda dari madu pada umumnya. Madu Pelawan berwarna hitam dan sangat ampuh untuk menyembuhkan penyakit diabetes,” kata Suhada.
Walaupun khasiat masing-masing madu bisa berbeda, namun semua jenis madu pasti mengandung antioksidan, seperti vitamin E dan vitamin C, yang sama kadarnya. Antioksidan itu diyakini mampu mencegah terjadinya kanker, penyakit jantung, dan penyakit lainnya. (Sumber: Majalah Flona)

