• PROSPEK BISNIS ANGGREK

    by  • 17/02/2014 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Dari tanggal 13 sampai 22 April 2007 ini, Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) menyelenggarakan Pesta Anggrek 2007 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka peringatan HUT ke 50 PAI (1956-2006). Salah satu kegiatan Pesta Anggrek 2007 adalah sarasehan yang diikuti oleh para pelaku bisnis anggrek dari seluruh Indonesia. Dalam sarasehan ini mengemuka informasi tentang prospek bisnis anggrek yang mulai membaik beberapa tahun belakangan ini, namun juga berbagai keluhan tentang masih adanya banyak hambatan.

    anggrek1

    Indonesia merupakan bank genetik anggrek spesies terbesar di dunia. Namun sebagai pelaku bisnis, Indonesia kalah dibanding sengan Thailand, Malaysia, Taiwan dan Singapura. Padahal spesies induk yang mereka gunakan untuk menciptakan hibrida baru, semua berasal dari Indonesia. Thailand selama ini mengandalkan Dendrobium hibrida, sementara Taiwan sangat terkenal dengan Phalaenopsisnya (anggrek bulan). Semua hibrida terkenal di dunia, tetuanya pasti Dendrobium striaenopsis, yang dulu dikenal sebagai Dendrobium phalaenopsis.

    Karena pertamakali diketemukan di pulau Larat, Maluku Tenggara, maka Dendrobium striaenopsis juga dinamakan anggrek larat. Phalaenopsis hibrida andalan Taiwan, terutama Phalaenopsis putih, selalu berindukkan Phalaenopsis amabilis, yang endemik Indonesia, Papua Nugini dan Australia utara. Dendrobium hibrida dengan sepal dan petal keriting, selalu berindukkan Dendrobium lansianthera, yang asli Papua Indonesia dan Papua Nugini. Namun yang bisa memanfaatkan potensi induk Dendrobium ini justru Thailand dan Hawaii.

    # # #

    Sejak tanggal 9 Januari 1993, Phalaenopsis amabilis telah ditetapkan dalam Keppres No. 4 tahun 1993 sebagai bunga nasional, bersamaan dengan melati (Jasminum sambac), dan rafflesia (Rafflesia arnoldi). Anggrek bulan phalaenopsis disebut Puspa Pesona, melati Puspa Bangsa dan rafflesia Puspa langka. Keppres ini, sebenarnya hanya merupakan formalitas, sebab tanggal 5 Juni 1990, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Presiden Soeharto telah mencanangkan anggrek bulan, melati dan rafflesia sebagai bunga nasional.

    anggrek2

    Namun yang memetik keuntungan dari bisnis anggrek bulan di pasar dunia, malahan Taiwan. Meskipun sekarang banyak pelaku budi daya anggrek bulan, benihnya masih didatangkan dari Taiwan. Padahal UU No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budi daya Tanaman, serta UU No. 29 tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman, telah mengatur prosedur impor benih. Benih yang diimpor, termasuk benih anggrek, haruslah varietas yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian. Dalam praktek, phalaenopsis hibrida yang didatangkan dari Taiwan, satu pun belum ada yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian.

    Bahkan seorang importir benih dendrobium hibrida dari Thailand, telah memberikan informasi yang sengaja dibelokkan kepada Direktorat Jenderal Hortikultura (Ditjen Horti), Departemen Pertanian. Pengusaha ini mengatakan, bahwa yang didatangkan dari Thailand adalah dendrobium silangan dalam negeri, yang dikembangkan secara kultur jaringan di Thailand. Tipuan ini tampaknya berhasil, hingga dia bisa tetap mengimpor benih dendrobium hibrida dari Thailand tanpa hambatan ketentuan perundang-undangan. Seharusnya Direktur Budi daya Tanaman Hias yang berada di bawah Ditjen Horti, meneliti lebih lanjut adanya penyimpangan ini.

    Hingga bisnis anggrek sekarang-sekarang ini, sangat didominasi oleh dendrobium dan phalaenopsis hibrida eks Thailand dan Taiwan. Kendala utama yang menghambat silangan-silangan dalam negeri bisa tampil di negeri sendiri antara lain, kita tidak pernah secara serius menyeleksi hasil silangan para breeder kita. Padahal kita punya belasan penyilang yang karyanya sudah diakui dunia. Selain tidak pernah dilakukan seleksi, hasil silangan itu juga tidak pernah diregister secara internasional di Royal Horticultural Society (RHS), di London. Hingga hasil karya para penyilang kita, banyak yang diklaim oleh penganggrek Thailand, Malaysia dan Singapura.

    # # #

    Dalam sarasehan yang dihadiri oleh Ketua Harian DPP PAI, Ny. Hj. Rossi Anton Apriyantono ini, diputuskan untuk membentuk tim penyeleksi anggrek unggulan nasional, dengan formatur yang diketuai oleh Direktur Budi daya Tanaman Hias Deptan, beranggotakan Direktur Perbenihan Hortikultura Deptan, Kapuslit Hortikultura Deptan, serta beberapa penyilang anggrek profesional dari Jakarta, Bandung dan Malang. Formatur ini akan membentuk tim, dengan anggota yang diperluas, dengan target kerja dan batasan waktu yang jelas. Tim ini diharapkan dapat menyeleksi dan kemudian menentukan anggrek unggulan nasional.

    Namun yang menjadi masalah, selama ini kita tidak pernah mampu menciptakan image yang mampu menjadikan anggrek sebagai trend nasional. Meskipun anggrek bulan sudah ditetapkan sebagai bunga nasional melalui Keppres, tetap saja di taman dan jalan-jalan protokol di Jakarta, tidak bisa dijumpai bunga nasional tersebut. Dinas Pertanian dan Kehutanan, Dinas Pertamanan, Dinas Tata Kota serta Dinas Pariwisata di DKI, tidak pernah duduk bersama untuk membuat program yang bisa mendorong anggrek bulan menjadi hiasan utama kota Jakarta. Padahal dana tersedia, pasar juga siap menampung.

    Sebelum kita melangkah lebih jauh melayani pasar ekspor, minimal kita bisa menjaga agar pasar nasional kita tidak dijajah oleh dendrobium dan phalaenopsis dari Thailand dan Taiwan. Kalau upaya ini bisa dijalankan secara konsisten, maka bisnis anggrek kita akan hidup dan berkembang. Hingga anggrek bulan akan menjadi setara dengan bunga tulip yang menjadi ciri khas Negeri Belanda, atau bunga sakura yang menjadi kebanggaan Jepang. Untuk melangkah ke arah sana, PAI yang sudah berumur 50 tahun harus siap bekerjasama dengan instansi pemerintah, para pengusaha serta pihak-pihak lain yang terkait dengan masalah peranggrekan. (R) # # #

    Artikel pernah dimuat di Business News

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *