• MUNDAR KERABAT DEKAT MANGGIS

    by  • 23/04/2014 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Buah mundar juga disebut bundar, karena bentuknya yang bundar, dengan diameter sekitar empat sentimeter. Rasa mundar  manis masam, dengan kandungan air banyak, dan tak berbiji. Kulit buahnya yang berwarna merah cerah, juga bisa dibuat sirup.

    Mundar cocok ditanam di halaman rumah, karena hanya berupa perdu setinggi tiga sampai empat meter, dengan tajuk rindang meninggi. Daunnya berbentuk jorong berukuran panjang 10 senti, lebar lima senti, berwarna hijau terang. Selain ditanam di tanah, mundar juga bisa dibudidayakan dalam pot, dan justru bisa berbuah lebih lebat. Lebatnya buah mundar dalam pot, disebabkan oleh ukuran tajuk yang kecil. Sebenarnya jumlah buah dari pohon yang ditanam di tanah, tetap lebih banyak, tetapi karena tajuknya yang besar, seakan-akan mundar dalam pot berbuah lebih lebat. Buah mundar juga disebut bundar, karena bentuk buahnya yang benar-benar bundar. Buah ini endemik Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan dan Timur.

    Mundar

    Mundar (Garcinia forbesii), masih satu genus dengan manggis (Garcinia x mangostana), mundu (Garcinia dulcis), asam kandis (Garcinia xanthochymus), asam gelugur (Garcinia atroviridis), dan kokam (Garcinia indica). Garcinia merupakan salah satu genus dari famili Clusiaceae. Genus Garcinia  terdiri dari 418 spesies, yang berasal dari seluruh kawasan tropis di dunia, mulai dari Afrika Timur, Asia Selatan/Tenggara, Australia Utara, Kepulauan Pasifik, dan bagian barat Amerika Selatan/Tengah. Dari 418 spesies Garcinia tersebut, yang paling dikenal masyarakat dan bernilai komersial hanyalah manggis. Diduga, manggis merupakan hasil persilangan alotetraploid antara dua spesies manggis hutan. Spesies yang paling dekat dengan manggis adalah manggis hutan beruas (Garcinia hombroniana) dari Indochina dan Semenanjung Malaysia; dan manggis burung (Garcinia malaccensis), dari Sumatera dan Malaysia.

    # # #

    Sebagai sesama genus Garcinia, bentuk mundar juga mirip dengan manggis. Hanya bentuk dan warna kulit buah yang membedakannya. Buah mundar berukuran lebih kecil, dengan warna kulit lebih merah dan lebih cerah dibanding manggis. Kulit buah mundar juga lebih tipis, dan lebih renyah, hingga mudah dibuka dengan menekannya menggunakan ujung telunjuk dan ibu jari. Daging buah mundar  berwarna putih, terdiri dari sekitar delapan segmen yang menyatu satu sama lain. Hingga ketika dibuka, daging buah mundar akan tetap tampak bundar. Beda dengan segmen daging buah manggis yang mudah dipisah-pisahkan satu dengan lainnya. Tekstur daging buah mundar juga lebih renyah dibanding manggis, serta tidak berserat. Rasanya manis masam, dengan kandungan air cukup besar, dan aroma mundar yang sangat khas.

    Selain daging buahnya, kulit buah mundar juga biasa dijadikan pasta dan sirup. Caranya, setelah daging buah dikonsumsi, kulit buah dikumpulkan, kemudian direbus dalam larutan gula pasir. Kulit buah mundar akan hancur, hingga berubah menjadi pasta. Agar menjadi sirup, pasta ini harus diencerkan dan disaring. Pasta daging buah mundar digunakan untuk mengoles roti, sementara sirupnya diminum setelah dicampur dengan air dan es. Warna pasta dan sirup kulit buah mundar merah cerah, dengan rasa manis masam. Kandungan vitamin C dan betakaroten pasta dan sirup kulit mundar cukup tinggi, meskipun belum pernah ada penelitian terhadapnya. Pasta dan sirup kulit mundar produksi rumah tangga, mengandung kelemahan karena getahnya ikut larut hingga menimbulkan sedikit rasa pahit. Dalam produksi massal, getah ini bisa diisolasi (dipisahkan) melalui proses deguming hingga tidak mengganggu.

    Sirup kulit buah mundar, sudah biasa diproduksi oleh masyarakat Kalimantan. Pembuatan dan konsumsi sirup kulit mundar, tidak pernah dikait-kaitkan dengan kandungan antioksidan, dan penyembuhan penyakit. Kulit buah mundar dibuat sirup karena rasanya enak  dan warnanya menarik. Beda dengan kulit buah manggis, yang diproduksi menjadi jus, dikemas dan dipasarkan dengan promosi yang kadang menyesatkan. Kulit buah manggis, sebenarnya tidak layak konsumsi, sementara khasiatnya belum pernah diteliti. Meskipun belum pernah ada penelitian farmakologi, apalagi uji klinis, beberapa produsen jus kulit manggis mencantumkan “izin” dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM). Padahal izin yang mereka cantumkan, sebenarnya hanya berupa sertifikat pendaftaran ke Badan POM. Pengujian, apalagi penelitian oleh Badan POM, belum pernah dilakukan.

    # # #

    Kelebihan mundar dibanding manggis, buah ini hampir tak pernah berbiji. Dari satu karung buah mundar, hanya akan ditemukan beberapa buah yang berbiji. Secara kasat mata, mundar yang berukuran cukup besar, dengan bentuk yang sedikit benjol (tidak benar-benar bundar), kemungkinan besar akan berbiji. Buah-buah inilah yang harus dipisahkan, untuk diambil bijinya guna perbanyakan. Jarangnya biji mundar, di satu pihak merupakan keunggulan, hingga konsumen tak direpotkan saat mengonsumsi daging buahnya. Akan tetapi di lain pihak, ketiadaan biji menyulitkan perbanyakan. Akibat jarangnya biji, populasi tanaman mundar di hutan relatif jarang. Para nurseri juga kesulitan untuk memperbanyak tanaman ini. Upaya penyambungan mata tunas dan entres dengan batang bawah spesies Garcinia lain, misalnya Garcinia hombroniana dan Garcinia malaccensis belum pernah diupayakan.

    Rekayasa polinasi agar buah mundar menghasilkan biji, atau sebaliknya membuat manggis sama sekali tak berbiji, sulit dilakukan. Kebanyakan spesies dalam genus Garcinia berbunga unisexual dioecious, yakni berumah dua tetapi hanya bunga betina yang berkembang sempurna, sementara  bunga jantan mengerdil (rudimenter). Dari bunga unisexual ini akan dihasilkan buah partenokarpi, tanpa melalui proses polinasi. Bulan Januari 2014 ini, mundar di Taman Wisata Mekarsari akan masak, dan bisa dilihat untuk umum. Dalam volume terbatas, hasil panennya juga bisa dibeli. Di Kalsel dan Kaltim, kadang-kadang juga bisa dijumpai buah mundar dijajakan di pasar, maupun kakilima. Sebenarnya mundar layak dikembangkan secara komersial. Kendala utama pengembangannya hanya terletak pada biji yang tidak sebanyak manggis. # # #

    Artikel pernah dimuat di Majalah Flona

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *