HOLLY LEAF SEBAGAI ASESORI NATAL
by indrihr • 16/05/2013 • PERTANIAN • 0 Comments
Selain cemara, dan poinsettia, masih ada asesori natal yang di Indonesia hanya tinggal dikenal sintetisnya berupa plastik atau bahan lain. Asesori natal itu disebut Holly Leaf (daun suci, european holly, Ilex aquifolium). Mengapa cemara dan holly leaf dipilih menjadi asesori natal di Eropa?
Di Eropa, perayaan Natal (hari lahir Jesus Kristus), selalu jatuh pada musim dingin. Musim dingin di Eropa, dimulai pada bulan Oktober. Hingga pada tanggal 25 Desember, praktis sudah tidak ada tanaman yang berdaun. Semua rontok, dan salju ada di mana-mana. Tetapi tetap masih ada tanaman yang daun-daunnya tidak rontok, yang disebut sebagai evergreen. Di antaranya adalah cemara, jeruk, dan perdu Ilex aquifolium. Pohon dan daun jeruk, tidak terlalu menarik untuk hiasan natal. Maka dibawalah pohon cemara dan daun Ilex sebagai hiasan natal.
Secara alamiah, tajuk pohon cemara yang berbentuk kerucut, sudah cukup indah sebagai hiasan. Namun daun cemara yang kecil-kecil itu, tampak monotone. Maka dipasanglah ranting Ilex yang daunnya lebar, dengan bentuk unik, dengan buahnya yang merah menyala. Hanya itulah satu-satunya alternatif hiasan natal, sebelum ada listrik, dan pernak-pernik plastik. Sekarang kondisinya sudah jauh berbeda. Dengan budi daya dalam full green house, bunga apa pun bisa diproduksi untuk hiasan natal. Mulai dari mawar, tulip, carnation (anyelir), poinsettia, dan lain-lain.
# # #
Ilex adalah genus dengan sekitar 600 spesies yang tersebar di Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika (Utara maupun Selatan). Daratan China menyimpan spesies asli paling banyak, yakni 204. Ada beberapa spesies tropis, termasuk di Indonesia, yang daun serta buahnya mirip dengan Ilex aquifolium. Spesies tropis asli Indonesia ini tumbuh di rawa-rawa mangrove. Ilex Sp. Asli Indonesia ini antara lain bisa dijumpai di Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sama dengan Ilex aquifolium, ujung daun Ilex Sp, asli Indonesia ini juga meruncing menjadi duri yang cukup tajam.
Di kawasan beriklim dingin, Ilex adalah tumbuhan yang sangat unik. Tumbuhan lain, akan berbunga pada musim semi, dan buahnya sudah masak pada musim panas. Pada musim gugur semua daun akan rontok. Tanaman Ilex yang daunnya tidak pernah rontok, justru baru akan berbuah pada musim panas. Pertumbuhan buah berinya sangat lamban, hingga pada awal musim dingin (Oktober), buah Ilex masih hijau dan keras. Pada bulan Desember, setelah salju turun dengan sangat lebatnya, maka pelan-pelan buah Ilex akan menjadi masak, lunak dan warnanya berubah menjadi merah cerah.
Bagi manusia, buah Ilex sangat beracun yang bisa mengakibatkan diare. Tetapi bagi burung, buah Ilex adalah sumber pangan yang cukup penting. Ketika di mana-mana hanya salju, maka buah Ilex yang menyembul di antara daun yang pinggirnya berduri tajam itu merupakan satu-satunya penyelamat. Duri-duri tajam daun Ilex juga merupakan perlindungan yang cukup baik bagi burung pemakan buah, dari ancaman predator. Hingga selama musim dingin, semak european holly adalah tempat berlindung yang nyaman bagi burung pemakan buah. Di sana mereka terlindung dari salju, karena daun Ilex yang lebar-lebar itu tidak pernah rontok, aman karena duri daun mengamankannya dari ancaman predator, dan Ilex juga menyediakan buah beri yang justru baru masak pada pertengahan musim dingin.
Barangkali karena “keajaibannya” inilah, maka Ilex disebut sebagai holly leaf (daun yang suci). Hingga tradisi penggunaan cemara dan daun Ilex sebagai asesori natal, sebenarnya merupakan “ketidak sengajaan”. Karena pada tanggal 25 Desember memang hanya dua tumbuhan itulah yang bisa dijadikan hiasan natal. Christmas Tree (Poinsettia, Euphorbia pulcherrima), baru menjadi hiasan natal sejak tahun 1800an di AS, bukan di Eropa. Pernik-pernik plastik
yang dibuat mirip dengan daun dan buah Ilex, juga baru muncul belakangan, sebab sekarang, mengambil Ilex asli dari alam juga tidak mudah.
# # #
Cemara dan Ilex dimanfaatkan sebagai hiasan natal, juga karena pertimbangan keawetannya. Cabang atau batang cemara yang dipotong, maupun diangkat utuh, untuk ditaruh di dalam rumah, akan tetap segar sampai dengan awal Januari, saat perayaan natal usai. Demikian pula dengan daun dan buah Ilexnya. Dulu, ranting Ilex dengan daun dan buah berinya yang berwarna kemerahan, yang diikatkan pada beberapa ujung batang cemara, juga akan tetap bertahan segar selama perayaan natal berlangsung. Hingga selama natal, masyarakat Eropa bisa berada di rumah, namun tetap dengan menikmati kesegaran pohon cemara serta ranting Ilex dengan daun dan buahnya.
Setelah agama Katolik dan Protestan berkembang ke belahan bumi bagian selatan, maka natal justru jatuh pada musim panas. Di Afrika Selatan, Australia, Selandia Baru, Argentina dan Chilee, natal dirayakan dalam suasana yang berbeda. Tidak ada salju, buah-buahan memang baru akan masak pada bulan Januari dan Februari, tetapi bunga-bungaan sudah tersedia melimpah. Namun tradisi dari negeri leluhur tetap harus dipertahankan. Cemara, dengan ranting dan buah Ilex harus dipasang di rumah, untuk merayakan natal. Sekarang yang dipasang cukup ranting Ilex dengan bola plastik. Sebab di belahan bumi bagian selatan, Ilex justru belum ada buahnya pada bulan Desember.
Christmas Tree, sebenarnya merupakan tumbuhan Meksiko, yang sudah digunakan oleh bangsa Indian sebagai hiasan perang. Tanaman ini memang akan mengeluarkan pucuk daun berwarna merah menyala, pada musim kemarau. Karena di Indonesia natal selalu jatuh pada puncak musim penghujan, maka harus direkayasa, agar tanaman ini mampu berdaun merah pada bulan-bulan itu. Caranya, dengan pemberian stres air, dan tambahan penyinaran dengan menggunakan lampu. Sekarang natal sudah bukan hanya perayaan keagamaan, melainkan juga ajang bisnis yang menarik. Daun dan buah Ilex asli pun hilang diganti dengan plastik. (R) # # #
