• KOMODITAS AGRO ISRAEL

    by  • 16/05/2013 • PERTANIAN • 0 Comments

    Israel yang sekarang ini sedang dikutuk oleh dunia internasional karena menyerbu Gaza dan membunuh ratusan warga sipil Palestina, sebenarnya merupakan negeri agraris yang tangguh. Komoditas agro Israel terutama sayuran, daging, susu, telur, buah-buahan dan sayuran, membanjiri pasar di negara-negara Timur Tengah.   

    Israel bisa demikian memanfaatkan air tawar dari Sungai Jordan, dan Danau Galilea untuk pengembangan pertanian, melalui sistem irigasi yang sangat efisien. Di kawasan gurun ini, air memang komodias mahal. Selain udaranya yang panas, tingkat kelembapan juga sangat rendah, hingga penguapan air akan berlangsung sangat cepat. Tanah yang berpasir juga akan mengakibatkan air mudah sekali meresap lalu hilang. Itu semua berhasil diatasi dengan sistem irigasi tetes (drip irigation). Sistem irigasi ini banyak digunakan oleh pertanian hidroponik.

    Israel mengembangkan kawasan pertanian tersebar di distrik  Northern, Haifa, dan Center, yang memang berdekatan dengan sungai Jordan dan danau Galilea. Distrik Tel Aviv adalah ibukota negara (pusat pemerintahan), sementara distrik Jerusalem mereka jadikan kawasan wisata, yang mampu memberikan pemasukan cukup besar bagi perekonomian Israel. Sebenarnya distrik Southern merupakan kawasan yang paling luas, yang berbatasan dengan Semenanjung Sinai, dan terhubung dengan Laut Merah. Namun distrik paling luas ini hanya berupa gurun dan bukit tandus.

    # # #

    Ekspor Produk pertanian Israel didominsi oleh bunga potong. Ini berasal dari tahun 1984, ketika Belanda dengan Rabo Bank, dan industri bunga mereka di Aalsmeer, berniat untuk mendekatkan lokasi produksi dengan lokasi pasar di seluruh dunia. Sebab mengirim bunga dari Negeri Belanda ke Timur Tengah, terlebih ke Asia, biayanya akan sangat besar. Ketika itu perekonomian kawasan Timur Tengah tumbuh sangat pesat dengan adanya booming komoditas minyak, yang terkenal dengan sebutan Petro Dolar. Ketika ekonomi tumbuh, kebutuhan bunga juga ikut berkembang.

    Sebagai alternatif, para petani bunga di Aalsmeer, Negeri Belanda, memilih Israel sebagai “base camp”. Alasan pertama, karena para petani bunga di Aalsmeer, banyak yang keturunan Yahudi. Alasan kedua, negeri ini paling siap untuk mengadopsi teknologi pertanian bunga dari Belanda. Maka sejak tahun 1980an itu, Israel dikenal sebagai eksportir bunga yang paling besar di kawasan Timur Tengah. Selain bunga, Israel juga mengembangkan budi daya sayuran dan buah-buahan, terutama jeruk, semangka, anggur, alpukad, bahkan juga mangga.

    Mangga yang paling banyak mereka kembangkan varietas Keitt, Tommy Atkins, Kent, Haden, dan Ataulfo. Semuanya merupakan varietas introduksi dari Florida, kecuali Ataulfo dari Hawaii. Keitt, Tommy Atkins, Kent, Haden, mangga tipe India, sementara Ataulfo tipe Indonesia. Kawasan gurun yang panas dan kering itu, ternyata sangat cocok untuk pengembangan komoditas buah-buahan. Hingga mangga yang diintroduksi dari AS itu, hasilnya justru lebih baik jika dibandingkan dengan komoditas serupa yang dibudidayakan di Florida sana.

    Demikian juga halnya dengan jeruk. Jeruk Mandarin yang dihasilkan Israel, kualitasnya jauh lebih baik dibanding dengan jeruk Mandarin asli yang dibudidayakan di RRC. Selain karena faktor agroklimat, Israel juga sangat kuat mengembangkan varietas-varietas unggul, melalui teknobiologi. Sayuran yang dibudidayakan Isarel adalah ketimun dan cabai. Buah-buahan dan sayuran Israel itu sebagian besar mereka ekspor ke negara-negara di sekitarnya. Meskipun secara politis mereka bermusuhan, perdagangan komoditas pertanian tampaknya tidak terpengaruh oleh faktor politis ini.

    # # #

    Israel juga menghasilkan sebanyak 190.000 ton gandum, dan 550.000 ton kentang, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduknya. Agroindustri perunggasan Israel, terutama ayam potong, kalkun, dan telur juga menjadi andalan utama ekspor. Demikian pula dengan sapi perah yang mampu memasok susu  segar sampai 1.200.000 ton, dan daging sapi 70.488 ton. Di luar dugaan banyak pihak di Indonesia, Israel justru tidak memelihara babi, karena bagi agama Yahudi, daging babi juga termasuk haram untuk dimakan.

    Masyarakat Muslim di negara-negara Arab, ternyata juga lebih menyukai sayuran, buah-buahan dan daging dari Israel, dibanding produk serupa dari negara-negara Eropa, India, atau Thailand. Sebab pertanian di Israel, dijamin tidak menggunakan pupuk kotoran babi. Selain mengekspor komoditas agro, Israel juga merupakan produsen pupuk, terutama pupuk fosfat. Bahkan uniknya, negeri ini juga mengekspor air untuk irigasi ke negeri tetangga: Yordania, Syria, dan tentu saja Palestina. Ini menunjukkan bahwa air adalah komoditas yang sangat bernilai di kawasan tersebut.

    Produktivitas pertanian Israel, seperti halnya di Irak, dan Mesir, disebabkan oleh tingginya intensitas sinar matahari. Dengan air melimpah, dengan sinar matahari optimal, maka fotosintesis tanaman akan berlangsung sempurna. Itulah sebabnya kawasan lembah sungai Tigris dan Eufrat (Mesopotamia, Irak), dan delta sungai Nil (Mesir), merupakan metropolis pertama yang sangat makmur. Sebab dengan hasil pertanian melimpah, waktu luang mereka cukup banyak, hingga mampu membangun peradaban. Sayangnya, peradaban tinggi yang mereka bangun itu, juga mereka hancurkan sendiri melalui perang, sampai sekarang. (R) # # #

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *