• MINYAK PALA

    by  • 21/12/2015 • Perkebunan, PERTANIAN • 0 Comments

    Saya akan pensiun sebentar lagi, dan berencana terjun ke agribisnis minyak pala, sebab saya dengar prospeknya cukup bagus. Berapakah harga minyak pala saat ini, dan di manakah sentra tanaman pala di Jawa Barat? (Sulastri, Jakarta).

    Sdri. Sulastri, yang minyak pala, sebenarnya terdiri dari tiga jenis. Pertama adalah minyak daun pala (nutmeg leaf oil), hasil destilasi daun pala kering. Kedua minyak biji pala (nutmeg seed oil), hasil destilasi biji pala muda. Ketiga minyak fuli (nutmeg mace oil), hasil destilasi fuli pala (bunga pala, selaput merah antara daging buah dan tempurung biji). Minyak daun pala paling murah. Terakhir yang saya tahu, tahun lalu harga minyak daun pala sekitar Rp 200.000 per kg. Harga minyak biji pala Rp 400.000 per kg, sementara harga minyak fuli di atas Rp 1 juta.

    pala-2a
    Sentra pala, tersebar mulai dari Banten (Pandeglang, Lebak); dan Jawa Barat (Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Purwakarta, dan Subang. Yang disebut biji pala, adalah biji pala muda berikut dengan fulinya. Menurut para pelaku bisnis minyak asiri, rendemen serta kualitas minyak terbaik, dihasilkan oleh pala dari kawasan Cikalong Wetan (kabupaten Bandung), sampai ke Darangan dan Plered (kabupaten Purwakarta). Hingga nilai biji pala kering dari kawasan ini bisa lebih tinggi dari kawasan lain di Jawa Barat. Karena kualitasnya, maka biji pala muda dari Purwakarta, dan Bandung, menjadi incaran para penyuling.

    Bisnis minyak asiri, tidak mungkin hanya mengandalkan satu komoditas, misalnya minyak pala. Terlebih lagi, apabila Anda tidak punya tanaman sendiri, dan hanya akan membeli bahan baku dari masyarakat. Idealnya, sebelum terjun ke bisnis minyak asiri, terlebih dahulu Anda membudidayakan satu atau dua komoditas utama. Misalnya nilam dan sereh wangi.  Kemudian Anda mengajak serta masyarakat untuk ikut membudidayakan dua komoditas tersebut. Hingga ketika Anda investasi ketel, bahan baku untuk disuling sudah siap.

    Apabila pertama-tama Anda investasi ketel, kemudian mengandalkan bahan baku dari rakyat, maka kemungkinan besar ketel Anda akan lebih banyak menganggur, karena kekurangan bahan baku. Taruhlah Anda punya ketel kapasitas 500 kg. bahan baku. Dalam sehari, idealnya ketel beroperasi tiga shift, @ 4 jam penyulingan, dan 2 jam untuk memasukkan bahan baku dan mengeluarkan ampas. Hingga dalam sehari, (24 jam), ketel akan bisa beroparasi empat shift @ empat jam.  Kalau sekali suling diperlukan 500 kg bahan baku setengah kering, maka dalam sehari ada kebutuhan 1,5 ton. Sebulan diperlukan 450 ton bahan baku.

    Selain sereh wangi dan nilam, yang bisa menunjang agroindustri penyulingan pala adalah, daun cengkih kering, gagang (tangkai) cengkih, daun kayu putih, sereh dapur, jahe emprit, lempuyang wangi, daun dan kulit kayu manis. Semakin banyak alternatif komoditas akan semakin kuat posisi investasi ketel Anda. Di Indonesia, khususnya di Jawa, sudah sangat banyak investor ketel penyulingan minyak asiri yang gulung tikar. Mereka bangkrut bukan karena minyak asiri tidak laku, akan tetapi karena kekurangan bahan baku untuk disuling. Maka, yang pertama harus Anda lakukan bukan membangun ketel penyulingan, tetapi menyurvei komoditas apa saja yang bisa disuling, dan nilai jual minyaknya cukup baik.

    Dengan modal pengetahuan itu, Anda tidak akan terjerumus membangun “monumen kegagalan” berupa ketel yang sudah menjadi besi karatan. Agroindustri minyak asiri, memang sangat menjanjikan untuk dikembangkan di  Jawa. Sebab komoditas seperti nilam, dan sereh wangi, tidak akan dicuri atau dijarah massa. Beda dengan pisang, pepaya, atau ternak (domba, sapi), yang belakangan ini semakin tidak aman, karena potensial dicuri. Meskipun masih berprospek bagus, siapa pun yang akan terjun ke sana, mutlak harus memperhitungkan segala jenis resiko. * * *

     

    Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan

    Foto : F. Rahardi

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *