• KAPUK RANDU

    by  • 11/01/2016 • Perkebunan, PERTANIAN • 0 Comments

    Kasur dan bantal busa sintetis dari bahan plastik, telah mendesak kasur dan bantal dari serat kapuk randu. Tapi sampai sekarang serat kapuk tetap merupakan komoditas penting. Kasur dan bantal eksklusif tetap menggunakan serat alami.

    Meski terdesak oleh busa sintetis, serat kapuk tetap diperlukan. Sampai sekarang Indonesia masih merupakan penghasil serat dan biji kapuk randu utama dunia. Organisasi Pertanian dan Pangan PBB (FAO, The Food and Agriculture Organization of the United Nations), mencatat hanya ada dua negara penghasil kapuk randu di dunia. Pertama Indonesia dengan produksi (tahun 2012) sebanyak 54.000 ton serat kapuk dengan nilai 11,7 juta dollar AS, dan kedua Thailand dengan produksi 45.000 ton senilai 9,7 juta dollar AS. Selain serat kapuk, Indonesia juga menghasilkan biji kapuk sebanyak 132,1 ribu ton dengan nilai 10,8 juta dollar AS; dan Thailand 85,9 ton dengan nilai 7 juta dollar AS.

    kapuk-randu-a
    Selama ini kita hanya mengenal kapuk sebagai pengisi bantal dan kasur “jadul”. Sebab bantal dan kasur “modern” berisi busa sintetis. Padahal serat kapuk tak hanya bahan pengisi bantal dan kasur. Serat kapuk memang tak bisa dipintal seperti halnya kapas, karena seratnya terlalu pendek dan tak kuat. Tetapi serat kapuk lebih ringan dari serat kapas, hingga merupakan pengisi pelampung paling baik. Selain untuk pengisi pelampung, serat kapuk juga digunakan sebagai pengisi boneka berharga tinggi, misalnya boneka Teddy Bear. Selain ringan, serat kapuk juga bisa meredam panas. Karenanya serat ini merupakan bahan utama insolasi (peredam) panas pada berbagai mesin penggerak.

    # # #

    Biji kapuk juga merupakan produk penghasil minyak nabati, dengan ampas berupa bungkil untuk pakan ternak. Minyak biji kapuk merupakan bisa digunakan sebagai minyak goreng, atau bahan industri kosmetik misalnya untuk sabun mandi dan pelembap kulit serta rambut. Selain serat dan bijinya, kulit kapuk juga merupakan bahan soda kue (baking soda), dengan cara diekstrak abunya. Arang kulit kapuk randu juga bisa dibuat karbon aktif untuk penyerap limbah berbahaya, terutama limbah logam berat. Bunga kapuk randu menghasilkan nektar, yang bisa dipanen menggunakan jasa lebah Apis mellifera. Pusat Apiari Pramuka telah lama mengembangkan budi daya lebah madu dengan areal penggembalaan di kebun kapuk randu.

    Dulu kayu kapuk hanya dibuang sia-sia, sebab tak mungkin digunakan untuk bahan bangunan, meubel atau perkakas rumah tangga. Belakangan kayu kapuk dibuat papan, untuk pembatas pengecoran semen. Untuk keperluan tersebut, papan kayu kapuk tergolong paling murah dan mudah dikerjakan karena sangat lunak. Setelah digunakan, papan itu bisa langsung dibuang. Dalam volume cukup besar, kayu kapuk diserap oleh industri playwood dan pulp. Masyarakat pedesaan sering menggunakan kayu kapuk yang lurus dan masih berwarna hijau dengan diameter 15 cm sepanjang dua sampai tiga meter, sebagai tiang para-para, panjatan tanaman lada, atau tiang pagar kebun. Stek batang kapuk ini akan tumbuh, hingga tidak akan lapuk atau dimakan rayap, sementara tajuknya mudah dipangkas hingga tidak merimbun.

    Sentra produksi kapuk Indonesia ada di Kabupaten Batang, Kendal, Kudus dan Pati (Jawa Tengah); serta Kabupaten Bojonegoro, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Blitar, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Lamongan,  Sumenep, Bangkalan, dan Sampang (Jawa Timur). Budi daya kapuk randu terdiri dari kebun rakyat, PT Perkebunan Nusantara (BUMN), Perusahaan Daerah, dan Perkebunan Swasta. Selama PTPN, Perusda, dan Perkebunan Swasta membudidayakan kapuk randu secara monokultur. Hanya kebun rakyat yang membudidayakan kapuk randu secara tumpang sari, atau di pembatas lahan dan tepi jalan kampung. Pemerintah Daerah pun sering menggunakan kapuk randu sebagai tanaman peneduh di tepi jalan.

    # # #

    Kapuk randu dibudidayakan dengan benih dari biji, maupun stek. Budi daya dari benih stek akan lebih cepat menghasilkan, dibanding benih dari biji. Namun kekuatan tanaman yang berasal dari benih biji akan lebih tinggi. Belakangan dikembangkan pula benih kapuk okulasi (sambung pucuk), dengan batang bawah kapuk biasa, dan batang atas klon unggul Muktiharjo (MH) 1 dan 2; serta Togo B. Pertumbuhan tanaman kapuk randu dari benih sambungan ini, lebih pesat dibanding dari benih asal biji maupun stek. Klon MH 1 dan 2 serta Togo B termasuk genjah (cepat berproduksi), dengan produktivitas tinggi, tahan kekeringan, serta relatif kuat menahan serangan benalu.

    Selama ini benalu merupakan pengganggu utama tanaman kapuk randu. Cara pembasmian benalu, hanya bisa dilakukan secara manual dengan pemangkasan. Buah kapuk randu harus dipanen pada saat sudah cukup tua, tetapi belum sampai kering dan pecah. Sebab setelah kering dan pecah, serat kapuk dan biji akan beterbangan ke mana-mana pada saat matahari bersinar terik dan angin bertiup kencang. Secara alamiah buah kapuk akan masak pada bulan-bulan Agustus sampai dengan Oktober, saat musim kemarau berlangsung di Jawa. Serat kapuk sebenarnya merupakan alat untuk menerbangkan biji, hingga individu tanaman akan tumbuh jauh dari induknya.

    Buah kapuk yang telah dipanen, dijemur di lahan bersemen, yang diberi kerangkeng dari kawat kasa atau jaring nilon, agar serat tak beterbangan ke mana-mana. Sebenarnya ada dua jenis kapuk, yang sama-sama menghasilkan serat. Pertama kapuk randu biasa atau kapuk jawa (java kapok,  java cotton, silk cotton, Ceiba pentandra). Jenis kapuk inilah yang selama ini paling banyak dibudidayakan. Kedua kapuk hutan (randu alas, red silk-cotton, Bombax ceiba). Kapuk hutan bukan tanaman kapuk biasa yang tumbuh liar di hutan, melainkan jenis tanaman yang berbeda. Bunga kapuk hutan bukan putih, melainkan merah, hingga di negara-negara sub tropis ditanam sebagai pohon hias. Buah kapuk hutan lebih bulat dari kapuk biasa. Kapuk hutan tak pernah dibudidayakan secara massal karena produktivitasnya kalah dari kapuk biasa. # # #
    Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan

    Foto : F. Rahardi

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *