• PELUANG BUDI DAYA PETAI MONOKULTUR

    by  • 19/09/2016 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Pickled Sator, Petai Beans, dalam kemasan 224 gram itu dipatok seharga 4,85 dollar AS. Dengan kurs 1 Dollar AS Rp 12.000, harga petai kupas dalam kemasan itu Rp 58.200. Petai kupas merk Ayam Brand dan Ayam kemasan 170 gram berharga 3,50 dollar AS  atau Rp 42.000.

    Pickled Sator merupakan produksi Thailand, dan Ayam Brand produksi Singapura. Karena Singapura tidak punya lahan untuk menanam petai, maka produksi, pasca panen dan pengemasan petai merk Ayam Brand dan Ayam, dilakukan di Malaysia dan Thailand. Di Inggris, harga petai segar utuh (dua papan) bobot 200 gram 2,75 Pound Sterling. Dengan kurs 1 Pound Sterling Rp 19.000, harga dua papan petai segar di Inggris Rp 52.250. Selain petai utuh, di Inggris kita juga bisa membeli biji petai kupas segar. Harga per 100 gram Rp 2,70 Pound Sterling, atau Rp 51.300. Di AS, Jepang, Timur Tengah dan Uni Eropa, petai segar utuh menjadi barang langka, dan tidak selalu tersedia di pasar. Konsumen petai di AS, Jepang, Timur Tengah, dan Uni Eropa memang hanya sebatas orang Asia Selatan dan Asia Tenggara.

    Di Indonesia, harga petai juga fluktuatif, bergantung musim. Pada saat tidak musim, harga akan melambung. Ketika pas musim panen, harga petai berkisar Rp 4.000 per papan. Ketika langka, harga komoditas ini bisa melambung ke Rp 10.000 per papan. Menjelang lebaran, harga petai juga akan mencapai Rp 10.000 per papan, tak peduli sedang musim atau langka. Di Indonesia petai dipasarkan utuh dan dihitung per papan. Di pasar swalayan harga petai kupas per 100 gram Rp 20.000. Meskipun petai merupakan komoditas bisnis yang cukup menarik, sampai saat ini belum ada kebun petai dalam skala komersial di Indonesia. Thailand dan Malaysia, telah mengebunkan petai dalam skala komersial, karena pasarnya sudah jelas. Petai yang dipasarkan di Indonesia, selama ini berasal dari pohon yang tumbuh di lahan kebun.

    # # #

    Ada beberapa kelemahan dari pohon petai yang tumbuh “liar” di kebun dan ladang itu. Kualitas buah tidak seragam, sebab berasal dari perbanyakan generatif dengan biji. Pohon itu juga tumbuh tinggi, hingga memerlukan tenaga pemanjat yang terampil untuk memanennya. Biji petai juga biasa diserang ulat (larva ngengat, moth) Nacoleia octasema, tanpa bisa diatasi karena letak buah yang sangat tinggi. Di Malaysia dan Thailand, petai sudah dibudidayakan berupa kebun, dengan tanaman yang selalu dipangkas pendek. Tanaman berasal dari benih sambungan, hingga tingkat keseragaman buah tinggi. Karena tanaman tumbuh pendek, malai petai bisa dibungkus sejak masih muda, hingga terhindar dari serangan larva Nacoleia octasema. Pohon yang pendek juga akan memudahkan panen.

    Di Indonesia, para pedagang petai untuk ekspor, harus ekstra teliti untuk memilih petai yang bebas ulat. Ini tidak mudah, sebab tak pernah ada petani yang sengaja membungkus malai petai mereka agar terhindar dari serangan ulat. Namun berbagai kerepotan ini, masih tak seberapa dibanding masalah ketersediaan. Meskipun petai termasuk tumbuhan yang bisa berbuah sepanjang tahun, tetapi tetap saja ada saat-saat tak ada buah; dan ada pula waktu panen raya. Ketika tak ada buah, harga akan melambung karena berlakunya hukum pasar. Di Thailand dan Malaysia harga petai bisa stabil, karena pasokan selalu kontinu, kualitas produk stabil. Petai yang dibeli dimana pun di Thailand dan Malaysia, dijamin tak akan ada ulat di dalamnya. Sebab semua petai di negeri itu dibungkus agar tak terserang ulat.

    Sebenarnya yang disebut “ulat petai”, merupakan larva dari ngengat, yakni sejenis kupu-kupu, yang aktif pada malam hari. Ngengat Nacoleia octasema meletakkan telur pada kulit petai saat buah ini masih muda. Setelah menetas, larva ngengat ini akan masuk ke dalam kulit polong, menembus kulit biji, dan memakan jaringan biji. Tak ada cara efektif untuk mengatasi larva ngengat ini, kecuali dengan pembungkusan buah. Bahan pembungkus bisa berupa karung bekas, plastik, atau bahan lain, dengan bagian bawah diberi lubang. Cara ini baru bisa dilakukan, apabila tanaman selalu dipangkas pendek setinggi tiga sampai empat meter. Di Indonesia pohon petai selalu tumbuh meninggi, sebab berebut sinar matahari dengan tumbuhan lain. Pemangkasan hanya bisa dilakukan pada budi daya tanaman secara homogen.

    # # #

    Konsumen petai di AS, Jepang, Timur Tengah dan Uni Eropa, sebenarnya tetap masyarakat Asia Selatan dan Asia Tenggara. Terutama orang India dan Indonesia. Sebab populasi dua bangsa terbesar nomor dua dan nomor empat dunia. Tetapi Thailand merupakan pemasok utama petai segar dan petai pickle dalam kemasan. Tahun 2014 ini, Kementerian Pertanian dan Koperasi Thailand, mencatat luas lahan budi daya petai mencapai 38.000 hektar, dengan perkiraan produksi 30.000 ton polong petai segar. Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Indonesia, tak punya data luas areal dan produksi petai. Badan Pusat Statistik (BPS), juga tidak mencatat data luas areal dan produksi komoditas petai. Maka, para TKI Indonesia yang bekerja di Timur Tengah dan Malaysia, terpaksa menyantap petai produksi Thailand.

    Tahun 2008, Kementerian Pertanian telah melepas petai varietas unggul dari Desa Buahkapas, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalangka, Jawa Barat. Petai Majalengka ini disebut Varietas Gobang. Petai Gobang menarik karena polong (papan) dan biji berukuran lebih besar dibanding petai pada umumnya. Benih petai varietas Gobang sudah diproduksi secara massal di Rajagaluh, Majalengka. Benih petai Gobang diproduksi dengan cara sambungan  (okulasi), dengan batang bawah petai biasa, dan batang atas varietas Gobang. Benih petai okulasi ini, apabila dibudidayakan secara monokultur di lahan terbuka, akan mulai berbuah pada tahun ketiga dan keempat. Apabila terus dipangkas, tanaman petai di kebun monokultur akan tumbuh pendek.

    Selain di Rajagaluh, Majalengka; benih petai Gobang juga sudah diproduksi di Desa Pekalongan, Lampung Tengah. Pekalongan merupakan sentra produksi benih tanaman keras terbesar di Indonesia. Benih petai ukuran di bawah 50 cm, berharga antara Rp 10.000 sampai Rp 30.000. Idealnya benih ini disemaikan terlebih dahulu dengan media sekam litter ayam, yang dibungkus karung, lalu ditanam rapat di lahan sawah. Dalam setahun, ukuran benih akan mencapai 1,5 meter. Idealnya, budi daya petai menggunakan benih berukuran di atas 1,5 m. Harga benih setinggi ini berkisar antara Rp 50.000 sampai dengan Rp 100.000 per polybag. Dengan benih berukuran di atas 1,5 meter, dalam waktu tiga tahun petai sudah mulai berbuah. Produksi optimum setelah tanaman berumur di atas delapan tahun. # # #

    Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan

    Foto : F. Rahardi

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *