TEH HITAM, HIJAU, KUNING DAN PUTIH
by indrihr • 01/11/2016 • Perkebunan, PERTANIAN • 0 Comments
Selama ini masyarakat awam hanya mengenal teh hitam (english tea), teh hijau (green tea), dan teh wangi (chinese tea, jasmine tea). Padahal masih ada teh oolong, teh kuning dan teh putih. Indonesia merupakan penghasil teh nomor delapan dunia.
Sepuluh besar negara penghasil teh dunia adalah RRT 1,7 (juta ton); India 1;
Kenya 369 (ribu ton); Sri Lanka 330; Turki 225; Vietnam 230; Iran 158; Indonesia 159; Argentina 100; Jepang 85. Sebagian besar produksi teh Indonesia diolah menjadi teh hitam, dan sekitar 50% dari teh produksi nasional kita diekspor. Indonesia merupakan negara pengekspor teh ranking tujuh dunia. Inilah 10 besar negara pengekspor teh dunia: RRT 322,58 (ribu ton); India 322,54; Sri Lanka 321; Kenya 306; Viet Nam 133; Argentina 86; Indonesia 75; Uganda 55; Malawi 46; Jerman 28.

Meskipun tidak punya kebun teh, Jerman tercatat sebagai pengekspor teh, karena teh yang mereka impor direekspor kembali ke negara-negara Eropa. Di dunia dikenal dua varietas tanaman teh (Camellia sinensis). Pertama, Camellia sinensis var. assamica yang banyak dibudidayakan di India, Srilanka dan Indonesia. Kedua Camellia sinensis var. sinensis yang banyak ditanam di Cina, Taiwan dan Jepang. C. sinensis var. assamica, dibudidayakan untuk memroduksi teh hitam. Sementara C. sinensis var. sinensis dibudidayakan untuk memroduksi teh hijau, teh oolong, teh putih, teh kuning dan teh wangi.
Di Indonesia juga dibudidayakan C. sinensis var. sinensis, sebab yang pertama-tama didatangkan pemerintah kolonial Hindia Belanda justru C. sinensis var. sinensis. Karena tingkat produktivitasnya rendah, kemudian didatangkanlah C. sinensis var. assamica. Teh hitam diolah dari pucuk teh yang telah dilayukan, kemudian digiling sampai menjadi serpih. Serpih ini dioksidasi dengan cara dihamparkan dalam rak selama satu jam hingga chlorofilnya pecah terkena oksigen, yang ditandai dengan perubahan warna menjadi cokelat kemerah. Orang sering salah menyebut proses oksidasi ini sebagai fermentasi.
# # #
Setelah proses oksidasi, gilingan pucuk teh ditiup udara panas sampai kering lalu disortasi dan dihilangkan debunya. Sortasi mengelompokkan teh hitam dalam beberapa kulaitas. Mulai dari broken pekoe (BP), pekoe fanning (PF), pekoe dust (PD), funning (F), dust (D), broken mixed (BM), raw material for instant tea (RMIT) dan pluff. Teh hijau berasal dari pucuk daun teh yang dilayukan, digulung, dan dikeringkan dengan hembusan udara panas. Karena tidak melalui proses penggilingan dan oksidasi, chlorofil teh hijau tidak pecah. Akibatnya, seduhan teh hijau akan berwarna hijau muda kekuningan dan jernih.
Selain proses teh hitam dan teh hijau, ada proses antara. Pucuk daun teh digulung sampai tingkat lanjut hingga sebagian chlorofil pecah. Selanjutnya tanpa melalui proses oksidasi, gulungan pucuk teh itu dikeringkan. Proses ini menghasilkan teh oolong. Teh wangi, adalah teh hijau yang dicampur dengan kuncup bunga melati biasa (Jasminum sambac) atau melati gambir (Jasminum officinale) lalu dikeringkan lagi. Biasanya teh wangi dikemas secara khusus menjadi bungkusan kecil. Di Indonesia, industri teh wangi berpusat di Tegal, tepatnya di Slawi, Pemalang dan Pekalongan. Di kawasan tersebut memang ada beberapa perkebunan teh besar.
Di RRT, ada produk teh wangi yang hanya berasal dari kuncup daun. Beberapa kuncup daun yang telah dilayukan, diberi satu kuntum bunga melati yang juga telah dilayukan, lalu digulung satu per satu secara manual dengan tangan, kemudian dikeringkan. Produk teh premium ini disebut teh wangi mutiara (pearl jasmine tea) yang berkualitas premium. Situs Amazon.com, menawarkan jasmine pearl tea superior grade 2,5 oz (71 gram) seharga 11,99 dollar AS. Imperial jasmine pearl green tea 4 oz (110 gram), seharga 15,35 dollar AS. Handrolled Jasmine Pearls Green Tea 3 (85 gram) seharga 16,15 dollar AS.
Teh kuning sebenarnya sama dengan teh hijau. Pucuk daun teh dilayukan, kemudian digulung dan dikeringkan. Apabila gulungan pucuk teh ini dikeringkan dengan cepat, hasilnya akan menjadi teh hijau. Apabila pengeringan diperlambat, akan dihasilkan teh kuning. Selain tampak pada warna fisik teh sebelum diseduh, teh hijau dan teh kuning juga akan kelihatan pada hasil seduhannya. Seduhan teh hijau berwarna hijau bening, dan seduhan teh kuning berwarna kuning bening. Sebenarnya teh kuning juga diproduksi sama banyak dengan teh hijau, tetapi setelah dipasarkan konsumen akan menganggapnya sebagai teh hijau.
# # #
Teh kuning masih cukup banyak diproduksi, meski dipasarkan sebagai teh hijau. Lain halnya dengan teh putih, yang sangat jarang diproduksi dan ditemui di pasaran. Namun teh putih sudah diproduksi di Indonesia, dan bisa ditemukan di pasar swalayan papan atas di Jakarta, serta bisa dibeli secara online. Situs Teh Putih Indonesia, menawarkan satu box teh putih kemasan 30 gram seharga Rp 160.000, bebas biaya kirim kecuali ke NTT, Maluku dan Papua. Pembelian paket empat box Rp 465.000 ditambah biaya kirim. Harga teh putih ini 20 kali lipat harga teh hijau kemasan 60 gram yang hanya Rp 15.000 per kemasan.
Teh putih diproduksi dari pucuk daun teh yang masih benar-benar kuncup, yang langsung dikeringkan tanpa proses pelayuan. Produk ini disebut teh putih karena pucuk yang dipetik masih sangat kuncup, dengan bulu-bulu daun berwarna putih. Meskipun disebut teh putih, hasil seduhannya tidak berwarna putih, melainkan berwarna kuning bening, mirip dengan seduhan teh kuning. Variasi teh ini masih belum diketahui oleh publik secara luas, karena desakan teh celup dan teh siap minum dalam kemasan botol plastik, yang sekarang mendominasi pasar teh Indonesia.
Agroindustri teh di Indonesia telah dimulai sejak abad XVIII. Waktu itu telah mulai dicoba tanaman teh C. sinensis var. sinensis, meskipun hasilnya kurang begitu bagus. Dewasa ini tanaman teh telah meluas pembudidayaannya mulai dari Sumatera Utara sampai ke Jawa Timur. Ada tiga macam pengusaha agroindustri teh di Indonesia. Pertama PTPN yang mengelola perusahaan-perusahaan bekas milik pemerintah kolonial Hindia Belanda. Kemudian perusahaan swasta yang mengelola kebun-kebun bekas milik swasta asing. Selain perkebunan besar milik PTPN dan Swasta, masih ada pula kebun teh rakyat yang terkonsentrasi di Jawa Barat. # # #
Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan
Foto : HR. Indriati
