• PROSPEK BISNIS DAUN UBI KERITING

    by  • 19/12/2016 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Daun ubi kayu (singkong) keriting, merupakan komoditas sayuran khas Sumut dan Sumbar. Di Jabodetabek, warga Sumbar dan Sumut sulit mendapat daun ubi keriting. Bagaimanakah prospek bisnis sayuran ini ?(Novi Sidabutar, Depok).

    Sdri. Novi, di Indonesia daun ubi kayu, ketela pohon, singkong sudah menjadi komoditas penting. Restoran padang wajib menyediakan daun singkong rebus sebagai salah satu sayuran. Di pasar tradisional mana pun, dijual pucuk daun singkong segar. Dulunya, daun singkong merupakan limbah dari budi daya singkong, yang akan diambil umbinya. Kemudian petani sadar, bahwa budi daya singkong untuk dipanen daunnya, lebih menguntungkan dibanding dengan memanen umbinya. Maka di Jabodetabek sudah banyak petani membudidayakan singkong untuk dipanen daunnya.

    daun-singkong-keriting-2a
    Singkong yang selama ini dibudidayakan di Indonesia, merupakan singkong biasa (cassava, Manihot esculenta), dengan daun menjari, lurus dan datar. Selain singkong biasa di masyarakat juga ditemukan singkong karet (Manihot carthaginensis subsp. glaziovii), yang berbatang kekar dan berdaun lebar. Singkong karet tidak berumbi, dan digunakan sebagai batang atas pada budi daya singkong mukibat. Daun singkong karet kadang-kadang juga dijual sebagai bahan sayuran, namun konsumen tidak suka karena kandungan asam sianida (Hidrogen Cianide, HCN) cukup tinggi. Maka selama ini yang dibudidayakan sebagai sayuran hanya singkong biasa.

    Semua genus Manihot berasal dari Amerika Selatan dan Tengah. Sampai sekarang diketahui ada 108 spesies dalam genus Manihot. Yang Anda sebut sebagai singkong keriting, juga masih genus Manihot, spesies caerulescens (Manihot caerulescens). Spesies singkong ini juga berasal dari Amerika Tropis, bukan singkong khas Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Semua spesies singkong, didatangkan ke Kepulauan Nusantara, bahkan ke seluruh kawasan tropis dunia, oleh Bangsa Spanyol dan Portugis. Bangsa Belanda mendatangkan singkong keriting ke Sumatera Utara dan Barat.

    Di beberapa negara, singkong keriting dibudidayakan sebagai pakan ternak, karena kandungan HCNnya rendah, dibanding spesies Manihot lainnya. Faktor inilah yang menyebabkan rasa daun singkong keriting lebih enak dibanding singkong lain. Sebenarnya, singkong biasa pun terdiri dari beragam varietas, dan banyak di antaranya yang berkadar asam sianida rendah. Singkong jenis ini, biasanya hanya menghasilkan umbi dalam volume sangat kecil. Singkong dengan hasil umbi sekaligus kadar pati paling tinggi, justru mengandung asam sianida yang sangat tinggi, hingga disebut “singkong racun”.

    Daun singkong keriting relatif mudah dimasak, karena tidak setebal daun singkong biasa. Tingkat keempukan daun singkong, sebenarnya bukan terletak pada tebal tipisnya daun, melainkan juga pada umur. Semakin muda daun (pucuk) akan semakin cepat empuk ketika dimasak. Daun singkong biasa pun apabila dipilih bagian pucuk, akan cepat empuk saat dimasak.
    Kembali ke pertanyaan Anda, pasar daun singkong keriting di Jabodetabek, pasti ada tetapi dengan pangsa pasar terbatas pada masyarakat etnis Batak dan Minang. Sebab etnis lain di Indonesia, masih belum mengenal singkong keriting. # # #

    Pernah dimuat di rubrik Konsulagro Kontan Pagi
    Foto : F. Rahardi
        

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *