• DURIAN HAMBAR

    by  • 28/12/2016 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Musim durian kali ini, sebenarnya bagus. Buah dalam satu pohon cukup banyak. Tapi rasanya hambar, atau sebagian mengeras. Durian Lai yang masih tetap bagus, kadang sebagian buahnya seperti bertepung. Bagaimana cara mengatasinya? (Maimunah, Subang).

    Sdri. Maimunah, hampir semua pekebun durian, yang panen antara bulan Desember 2012, sampai dengan Februari 2013, di Banten dan Jawa Barat, bernasib seperti Anda. Tahun lalu, pohon durian di kawasan ini berbunga dalam tiga tahap. Pertama pada bulan Juli, kedua pada bulan Agustus, dan ketiga pada bulan September. Jadi panen raya durian memang terjadi antara Desember sampai Februari. Durian lai (Durio kutajensis), umumnya berbuah normal, dan hasilnya juga tetap normal.

    durian-1a
    Kalau durian lai Anda ada yang seperti bertepung, itu barangkali sekadar kasus setempat. Di kebun-kebun lain, yang bermasalah justru durian klon unggul lokal. Misalnya durian matahari, bung karno, sukun, sunan, dan lain-lain. Durian-durian ini berukuran besar, dan berdaging buah tebal. Durian klon unggul lokal yang berukuran kecil, dan berdaging buah tipis, pada umumnya tetap normal. Klon unggul introduksi seperti monthong, tampaknya lebih stabil, meski tahun ini buahnya tidak selebat tahun lalu.

    Sebenarnya, yang berasa hambar, bukan hanya durian, melainkan semua jenis buah yang dipanen selama bulan-bulan Desember, Januari, dan Februari. Buah salak pondoh dari Banjarnegara (Jateng), dan Sleman (DIY), yang sekarang ini juga sedang panen raya, rasanya tidak semanis biasanya. Demikian pula dengan jambu dersana, dan belimbing. Sebenarnya yang menjadi penyebab hambarnya rasa daging buah, bukan karena banyaknya hujan, melainkan karena sedikitnya sinar matahari.

    Kadar air yang tinggi, memang akan menyebabkan tingkat kemanisan berkurang. Misalnya, membuat setengah cangkir teh dengan satu sendok gula pasir, akan terasa manis. Apabila cangkir itu ditambah air, sementara gulanya tetap satu sendok, rasa manis berkurang. Jadi, banyaknya kadar air dalam daging buah, hanya akan mengurangi tingkat kemanisan. Bukan mengakibatkan rasa daging buah hambar. Hambarnya rasa daging buah durian, disebabkan oleh terhambatnya proses fotosintesis.

    Untuk membentuk karbohidrat, yang kemudian akan diubah menjadi gula, diperlukan fotosintesis. Dalam fotosintesis, sinar matahari mutlak diperlukan. Ibarat orang memasak, perlu api. Bulan Oktober tahun 2012, hujan sudah turun, dan intensitasnya meningkat pada bulan November serta Desember. Saat itulah sinar matahari berkurang. Maka fotosintesis untuk membentuk karbohidrat terhambat. Pada pertengahan Januari 2013 ini misalnya, matahari hampir tak pernah kelihatan. Ini akan sangat berpengaruh pada buah durian, yang masih belum masak, karena pembentukan karbohidrat dan gula pasti terhambat.

    Sdri. Maimunah, faktor cuaca memang tidak mungkin bisa diatasi dengan cara apa pun.  Kecuali dengan pemberian sinar buatan menggunakan lampu. Biaya penambahan sinar buatan, tentu tidak akan sebanding dengan hasil yang akan didapat. Hingga para pekebun durian, memang diharapkan untuk bersabar sampai panen berikut. Dalam jangka waktu 10 tahun, durian memang tidak mungkin menghasilkan panen bagus terus-menerus. Tiga kali bagus, empat kali biasa, dan tiga kali hancur, masih tetap menguntungkan. # # #

    Artikel pernah dimuat di Konsulagro Kontan Pagi
    Foto : HR. Indriati

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *