RENDEMEN MINYAK SAWIT
by indrihr • 31/05/2017 • Perkebunan, PERTANIAN • 0 Comments
Saya seorang petani kelapa sawit, ingin mengolah buah sawit yang saya hasilkan menjadi minyak goreng. Dari satu ton buah sawit, bisa dihasilkan minyak berapa banyakkah? Apakah teknologi pengolahannya cukup sederhana? (Victor, Pekanbaru).
Sdr. Victor, ada dua tahap pengolahan buah sawit menjadi minyak (goreng), atau yang dalam dunia perindustrian disebut olein. Pertama, tandan buah sawit (TBS), harus diolah menjadi minyak sawit mentah (crude palm oil, CPO). Kedua, CPO diolah menjadi olein. Dalam skala besar, dua kegiatan ini hampir tidak mungkin disatukan. Perusahaan sawit besar, misalnya Sinar Mas, memang melakukan agroindustri sawit dari hulu sampai ke hilir.

Paling hulu bisnis pembenihan sawit (breeding). Di tengah ada perkebunan sawit, dan pabrik CPO. Di hilir eksportir CPO dan pabrik olein. Jadi yang bisa disatukan dalam satu manajemen langsung (bukan dalam holding company), hanyalah kebun sawit dan pabrik CPO. Bahkan pabrik minyak kernel, atau minyak inti (biji) kelapa sawit (palm kernel oil), juga tidak mungkin disatukan dengan kebun dan pabrik CPO.
Rendemen TBS rata-rata 19 – 25% CPO. Hingga 1 ton TBS akan menghasilkan 190 – 250 kilo CPO. Proses pengolahan TBS menjadi CPO, diawali dengan pengukusan TBS. Lori berisi TBS dimasukkan ke dalam tangki, ditutup rapat, lalu dialiri uap panas. Setelah masak dan dingin, TBS dirontokkan. Tandan buah kosong (TBK) dibuang, buahnya digiling, lalu diperas. Air perasan disaring dan dimurnikan hingga jadi CPO.
Kernel dipisahkan dari ampas berupa sabut dan tempurung kernel. Ampas berupa sabut dan tempurung kernel, sebagian dibakar sebagai energi pembangkit listrik untuk pabrik, sebagian untuk kompos. Tempurung kernel sekarang laku dijual sebagai bahan bakar. Proses mengolah TBS menjadi CPO tidak sesederhana yang diceritakan di atas, dan memerlukan standar operasional dan prosedur (standar-operating-procedures, SOP), yang sudah baku.
Rendemen CPO menjadi minyak goreng (olein), rata-rata 80%. Hingga dari 190 – 250 kilo CPO, akan dihasilkan antara 152 – 200 kg minyak goreng. Jadi rata-rata tiap ton TBS akan menghasilkan 175 kg minyak goreng. Proses mengolah CPO menjadi minyak goreng, relatif lebih sederhana dibanding mengolah TBS menjadi CPO. Proses itu dimulai dengan pemberian asam sulfat, untuk memisahkan getah (gum) dari CPO.
Dilanjutkan dengan penghilangan warna (bleching), pengukusan untuk menghilangkan bau dan memisahkan asam lemak bebas (Free Fatty Acid, FFA). Terakhir, proses fraksinasi untuk memisahkan olein (minyak goreng), dengan dengan sterein (fraksi asam lemak jenuh). Sterein perlu dipisahkan, agar minyak tidak mudah membeku dalam suhu kamar. Produk ini dimanfaatkan antara lain sebagai bahan baku margarin.
Secara sederhana, buah sawit masak bisa diremas-remas, diperas, lalu direbus hingga menjadi minyak goreng. Itulah cara masyarakat Afrika Tropis memperoleh minyak goreng bagi keperluan rumahtangga sendiri. Untuk dipasarkan dengan tujuan komersial, TBS harus terlebih dahulu diolah menjadi CPO. Kemudian CPO diproses lebih lanjut menjadi olein. Itu semua harus dalam skala di sebuah pabrik, bukan dalam industri rumahan. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Foto : F. Rahardi
