RAMBUTAN GAGAL PANEN
by indrihr • 19/06/2017 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Biasanya musim rambutan jatuh pada bulan Januari dan Februari. Tahun ini kebun rambutan saya sama sekali tak berbuah. Berbunga pun tidak. Jadi tahun ini saya gagal tidak panen rambutan. Bagaimana cara mengatasinya? (Ichwan, Lampung).
Sdr. Ichwan, tahun 2017 ini, hampir semua pohon rambutan tak berbuah. Bahkan bukan hanya rambutan tetapi juga mangga, durian, dan manggis. Hal ini terjadi, karena selama tahun 2016 tak ada musim kering. Bulan Mei sampai dengan September 2016 yang biasanya kemarau, tahun 2016 terus-menerus turun hujan. Rambutan, dan tanaman buah musiman lain, memerlukan musim kering paling sedikit tiga bulan, untuk memacu pembungaan. Setelah berbunga pun, rambutan juga tetap memerlukan cuaca kering agar buah tidak rontok.

Mengatasi cuaca basah, lebih sulit dibanding cuaca kering. Katika terjadi kekeringan lebih lama dari kekeringan normal, petani masih bisa mengairi tanaman mereka dengan berbagai cara. Mulai dengan menyedot air sungai, air tanah, sampai ke air hujan yang disimpan dalam embung. Biaya pengairan ini, masih bisa tertutup oleh hasil panen. Lain halnya dengan cuaca basah. Amerika Serikat (AS) dan Jepang yang pertaniannya maju pun, tak bisa mengatasi hal ini. Tahun 2011, cuaca basah melanda AS. Dampaknya petani AS gagal panen kedelai dan jagung.
Rambutan termasuk tanaman yang peka kekeringan dan pemangkasan. Saat terjadi kemarau panjang di Jawa tahun 2003, banyak tanaman rambutan mati. Padahal tanaman lain seperti durian, manggis, duku, masih bisa bertahan. Demikian pula dengan pemangkasan. Rambutan memerlukan waktu cukup lama untuk memulihkan kondisi percabangan, setelah dipangkas berat. Itulah sebabnya petani rambutan sangat berhati-hati dalam memangkas, agar tanaman mereka tidak stres berkepanjangan.
Mestinya, tahun lalu Anda bisa memangkas berat tanaman rambutan di kebun Anda, tanpa takut terjadi stres berkepanjangan. Sebab selama tahun 2016 air tanah tersedia melimpah. Sekarang pun Anda masih bisa memangkas tanaman rambutan itu, dengan catatan hanya pangkas ringan. Hanya cabang-cabang yang tidak produktif dan cabang air yang perlu dibuang. Pemangkasan ini harus disertai dengan pemupukan. Baik pupuk organik maupun anorganik. Sambil dipangkas, berilah tanaman itu pupuk kandang dan NPK.
Kemungkinan besar, tahun 2017 akan ada kemarau cukup, yang bisa memacu tanaman rambutan Anda untuk berbunga, dan berbuah pada bulan Januari dan Februari 2018. Apabila ada musim kering paling sedikit tiga bulan selama 2017, saya yakin pohon rambutan Anda akan berbunga. Tetapi anomali cuaca belakangan ini memang sulit diprediksi. Hingga bisa saja tahun 2017 kembali tidak ada kemarau. Kalau hal ini terjadi, maka energi akan terus dikumpulkan oleh tanaman, hingga tanaman rambutan Anda baru akan berproduksi lagi tahun 2019.
Kerugian yang diderita para petani rambutan, durian, manggis dan juga mangga pada tahun 2017 ini, akan terbayar pada tahun 2018 atau 2019. Sebab setelah beristirahat dan energi terkumpul, panen pada tahun berikutnya akan melimpah dan serentak. Ketika hal ini terjadi, petani justru dirugikan sebab harga akan jatuh. Untuk itu diperlukan pemupukan dan pemangkasan secara bergilir; hingga tanaman akan berbunga dan berbuah secara bergilir pula. Rentang masa panen yang diperpanjang akan menguntungkan petani.
Pada awal dan akhir musim rambutan, harga masih cukup baik. Harga baru jatuh pada puncak musim panen. Kelemahan buah rambutan, kulit akan cepat rusak meski kualitas daging buah tak menurun. Tanpa perlakuan rantai pendingin; dengan digerai di udara terbuka kulit rambutan akan cepat sekali layu, mengering dan berubah warna. Sampai sekarang belum ada teknologi yang mampu mengatasi masalah ini. Satu-satunya cara hanya membudidayakan kultivar dengan kulit buah dan rambut yang keras. Misalnya varietas binjai. # # #
Artikel pernah dimuat di Konsulagro Kontan Pagi
Foto : F. Rahardi
