PROSPEK BISNIS PAMELO
by indrihr • 15/05/2018 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Di Australia, saya pernah membeli pamelo berkulit hijau tua, dengan daging buah merah dan sangat manis. Saya ingin membudidayakan jenis pamelo tersebut. Di manakah saya bisa memperoleh benih, dan bagaimanakah prospeknya? (Sultan, Bandar Lampung).
Sdr. Sultan, semua pamelo berasal dari Indonesia. Termasuk pamelo berkulit hijau tua dengan daging buah merah, yang Anda beli di Australia itu. Di Indonesia, pamelo juga dikenal dengan sebutan jeruk besar, jeruk bali, dan jeruk gulung, dengan berbagai varietas. Meskipun pamelo kulit hijau itu berasal dari Indonesia, di Indonesia sendiri varietas tersebut sudah sangat langka. Hingga yang dijual di Jakarta dan kota-kota besar lain, hanya ada pamelo berkulit kuning kehijauan, dengan daging buah pink dan biasanya kurang manis.

Di Indonesia, diperkirakan ada sekitar 25 varietas pamelo termasuk yang berkulit hijau tua dan berdaging merah tadi. Umumnya pamelo berbentuk bulat, atau sedikit gepeng. Pamelo kulit hijau ini, justru berbentuk memanjang, dengan bagian pangkal (tangkai mengecil), sementara bagian ujungnya membesar. Sebelum tahun 1950an, pamelo kulit hijau ini ditanam di mana-mana, terutama di kawasan berketinggian 500 – 800 m. dpl. Pertengahan tahun 1960an, terjadi kemarau panjang. Pamelo kulit hijau terserang penyakit blendok (getah), hingga nyaris punah.
Tahun 1970an, pamelo jenis ini justru dikembangkan di Taiwan dan Australia. Kita baru sadar bahwa pamelo unggul kita nyaris punah pada tahun 1990an. Mulailah ada upaya pengumpulan plasma nutfah pamelo kulit hijau yang tersisa. Ternyata di beberapa daerah, pamelo kulit hijau ini masih ada satu dua pohon, dengan kondisi merana. Mulailah diupayakan penyelamatan plasma nutfah, dengan perbanyakan vegetatif (okulasi dan sambung pucuk), menggunakan batang bawah pamelo nambangan yang terkenal bandel.
Upaya ini berhasil. Maka sejak awal tahun 2000an, pamelo kulit hijau berdaging merah ini mulai dibudidayakan masyarakat. Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah; relatif berhasil mengembangkan pamelo kulit hijau ini. Desa yang terletak di lereng tenggara Gunung Muria ini, kemudian dikenal dengan pamelo kulit hijaunya. Maka pamelo kulit hijau ini, kemudian dikenal masyarakat dengan nama pamelo bageng, madu bageng (karena sangat manis) dan bageng jaya.
Saat ini, produktivitas pamelo bageng masih sangat kecil, hingga belum bisa dipasarkan sampai ke Jakarta. Sentra pomelo terbesar Indonesia, masih berada di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pamelo yang dikembangkan di Sukomoro, umumnya varietas nambangan. Orang sering keliru, sebab di Desa Nambangan, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, jeruk nambangan justru tak berkembang. Pamelo nambangan dari Sukomoro inilah yang sekarang mendominasi pasar pamelo nasional.
Sdr. Sultan, kalau Anda serius ingin mengembangkan pamelo kulit hijau, silakan cari benih di Desa Bageng. Tapi Anda jangan menanamnya di lahan berketinggian kurang dari 500 m. dpl. Sebab beda dengan pamelo nambangan, pamelo kulit hijau hanya mau tumbuh baik dan berproduksi optimal, pada ketinggian 500 – 800 m. dpl. Sementara pamelo nambangan justru menghendaki lahan di bawah 500 m. dpl. Prospek bisnis pamelo, terutama pamelo madu bageng, jelas sangat baik. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Foto : F. Rahardi
