PERSIMMON DI DATARAN RENDAH
by indrihr • 24/05/2021 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Saya kolektor tanaman buah, termasuk buah-buahan sub tropis seperti apel dan persimmon. Benarkah dua tanaman sub tropis ini bisa dibuahkan dalam pot di dataran rendah? Bagaimanakah cara membuatnya bisa berbuah? (Tedjo, Bekasi)
Sdr. Tedjo, Buah subtropis, ada yang bisa hidup di kawasan tropis; ada juga yang sama sekali tidak bisa. Apel, persimmon dan anggur, termasuk yang bisa beradaptasi dengan kawasan tropis. Apel hanya bisa hidup di kawasan pegunungan yang kering (tingkat kelembapan rendah). Sentra apel tropis Indonesia ada di Kabupaten Malang (Poncokusumo), Kabupaten Pasuruan (Nongkojajar), dan kota Batu yang relatif kering. Ditanam di pegunungan sebelah barat Batu sulit berbuah. Terlebih di kawasan pegunungan di Jawa Barat yang sangat lembap.
Anggur kebalikan dari apel, justru memerlukan agroklimat kering dan panas. Sentra anggur nasional di Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo (Jatim); serta Kabupaten Buleleng (Bali). Di kawasan lain yang panas tetapi basah, pertumbuhan anggur tak akan sebaik di kawasan dengan agroklimat panas dan kering. Provinsi NTT sebenarnya lebih berpotensi untuk mengembangkan apel dan anggur. Dataran tingginya untuk komoditas apel, dataran rendahnya anggur. Sebab sebagian besar wilayah NTT beragroklimat ekstrim kering, dengan tingkat kelembapan sangat rendah.
Persimmon berada di antara apel dan anggur. Buah ini bisa beradaptasi dengan agroklimat basah, juga dataran rendah. Hingga terbentuklah sentra-sentra persimmon di dataran tinggi di Indonesia. Di Pulau Jawa ada beberapa sentra persimmon. Diantaranya di Kabupaten Boyolali (Sela), Kabupaten Temanggung dan Wonosobo (Kledung); Kabupaten Majalengka, Kuningan, Garut, dan Cianjur. Sampai sekarang, persimmon di kawasan tersebut tetap produktif dan buahnya dijual di pasar tradisional maupun swalayan.
Di Indonesia, persimmon dikenal dengan nama kledung, kesemek, dan buah genit. Disebut buah genit karena memakai bedak warna putih. Bedak ini sebenarnya bekas rendaman air kapur sirih. Persimmon yang ada di Indonesia jenis astringent (kelat, sepet); hingga setelah dipanen harus direndam air kapur selama 24 jam agar kelatnya hilang. Setelah kering kapur bekas rendaman ini masih menempel di kulit buah dan tampak seperti bedak. Dari sinilah nama “buah genit” tercipta. Musim persimmon di Indonesia berlangsung pada awal musim kemarau.
Persimmon, Diospyros kaki, berasal dari kawasan subtropis Asia Timur. Ada persimmon jenis astringent yang tak berbiji, dan jenis non astringent yang berbiji. Di Jepang persimmon astringent juga direndam air kapur untuk menghilangkan rasa kelatnya, kemudian dikeringkan dengan cara dijemur atau digantung dan diangin-anginkan. Persimmon astringent ini dijual dalam bentuk awetan kering. Persimmon non astringent dipasarkan sebagai buah segar. Ukuran persimmon non astringent juga lebih besar dibanding yang astringent.
Persimmon juga adaptif di dataran rendah. Apel yang ditanam di Taman Buah Mekarsari awal dekade 1990, langsung kering dan mati. Persimmonnya sampai sekarang tetap hidup dan mau berbuah. Meskipun ukuran buahnya menjadi lebih kecil, juga tak selebat persimmon yang tumbuh di dataran tinggi. Ini menunjukkan bahwa persimmon bisa beradaptasi dengan dataran rendah beragroklimat basah dan lembap di kawasan tropis. Hingga sebenarnya terbuka peluang membudidayakan persimmon dalam pot di kota-kota besar di dataran rendah.
Persimmon berkembangbiak dengan stek akar, seperti sukun, cemara laut, dan sana keling. Caranya, dengan memotong akar di dekat permukaan tanah. Dua potongan itu akan sama-sama menumbuhkan tunas baru, dan setelah cukup besar bisa diambil untuk ditanam dalam polybag. Bisa juga dengan cara mengambil akar persimmon, dipotong-potong sepanjang 30 sentimeter, disemai dalam tudung plastik sampai tumbuh tunas. Cara pertama lebih menjamin keberhasilan, tetapi tidak bisa massal. Cara kedua bisa massal tetapi mortalitas tinggi.
Di situs penjualan online ditawarkan benih persimmon dengan macam-macam sebutan. Ada persimmon asli Jepang, ada persimmon super, persimmon unggul, persimmon benih biji dll. Meskipun diklaim sebagai persimmon asli Jepang, tetapi melihat harganya, kemungkinan besar itu produksi dalam negeri. Lagi pula, benih berupa tanaman dari Jepang, akan sulit beradaptasi dengan agroklimat kawasan tropis. Peluang tumbuh benih biji juga kecil. Paling aman, kita membeli benih persimmon dengan datang ke sentranya di Boyolali, Kuningan, Majalengka atau Garut Selatan.
Sdr. Tedjo, meskipun berukuran lebih kecil, kualitas persimmon dataran rendah tetap sama dengan yang dataran tinggi. Bentuk buah, warna kulit dan tekstur tetap sama. Rasanya juga tetap manis. Asalkan buah dipetik setelah benar-benar tua. Persimmon termasuk buah non klimaterik, yang tidak bisa diperam. Jadi ketika dipetik masih mengkal dan berwarna kehijauan, persimmon akan tetap keras dan berwarna hijau. Jadi idealnya, buah dipetik ketika benar-benar sudah masak pohon. Ketika sudah benar-benar tua, rasa kelat persimmon jenis astringent juga akan hilang. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Foto F. Rahardi
