CABAI RAWIT MINI DARI FLORES
by indrihr • 06/09/2021 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Meskipun berukuran mini, cabai flores termasuk sangat pedas. Tetapi tingkat kepedasannya masih berkisar antara 50.000 – 100.000 Skala Kepedasan Scoville (SHU, Scoville Scale Unit); sama dengan cabai rawit lain. Cabai flores termasuk jenis cabai rawit, salah satu kultivar Camsicum annuum.
Di pasar kota-kota besar di Pulau Flores NTT, yang tampak dominan hanya cabai flores. Di pasar kota kecamatan, malah hanya ada cabai flores. Kecuali di Labuan Bajo, cabai keriting, cabai besar dan cabai rawit biasa juga bisa dijumpai dengan mudah. Yang disebut cabai flores, sebenarnya cabai rawit biasa, hanya berukuran sekitar separo dari cabai rawit hijau. Beda dengan cabai rawit hijau, cabai flores selalu dipetik setelah merah; seperti halnya cabai rawit merah di Pulau Jawa. Pemanfaatan cabai flores, juga sama dengan cabai rawit merah, cabai merah besar, maupun cabai keriting. Bukan untuk lalap segar seperti cabai rawit hijau di Pulau Jawa.
Cabai flores juga bukan jenis cabai asli dari Pulau Flores. Semua jenis cabai (genus Capsicum) berasal dari Amerika Tropis. Termasuk cabai habanero, Capsicum chinense. Nama Capsicum chinense diberikan oleh Ahli Botani Belanda Nikolaus Jacquin pada tahun 1776. Jacquin mengambil langsung spesimen cabai habanero dari Kepulauan Karibia. Karena pernah menyantap masakan Tionghoa yang pedas, Jacquin mengira cabai habanero berasal dari China, hingga ia memberi nama Capsicum chinense. Meskipun para ahli botani tahu bahwa Jacquin salah, nama Capsicum chinense tetap digunakan sampai sekarang. Sama dengan nama cabai flores, yang juga tetap digunakan meskipun cabai ini bukan berasal dari sana.
Cabai rawit mini seperti cabai flores, sebenarnya juga ada di Filipina, Mozambik dan Angola. Dua negara Afrika ini bekas jajahan Portugis. Mutasi cabai rawit menjadi berukuran mini, konon terjadi di Angola, kemudian menyebar ke Mozambik, Filipina dan Flores. Ukuran cabai mini dari Angola, sedikit lebih kecil dibanding cabai flores. Kemungkinan, perbedaan ukuran ini dipengaruhi oleh faktor agroklimat setempat. Terutama suhu dan kelembapan udara, ketersediaan air serta intensitas sinar matahari. Selain berpengaruh terhadap ukuran cabai, faktor agroklimat juga menjadi penentu tingkat kepedasan. Cabai flores yang ditanam di Jawa Barat, menjadi sedikit lebih besar sekaligus juga kurang pedas.
Rasa pedas cabai, disebabkan oleh Capsaicin (8-methyl-N-vanillyl-6-nonenamide, C18H27NO3). Capsaicin dalam cabai, bukan hanya bermanfaat untuk menambah kelezatan makanan, melainkan juga untuk menekan pertumbuhan bakteri patogen (penyebab penyakit) dalam organ pencernaan. Fungsi ini secara bersama-sama dijalankan oleh semua bumbu. Mulai dari bawang merah/putih, lada, pala, cengkih, kayu manis, kapulaga, daun salam, daun jeruk, sereh, lengkuas, kunyit, kencur, jahe dll. Mereka yang tak suka menyantap masakan dengan bumbu lengkap, biasanya akan mudah terserang gangguan organ pencernaan.
Jenis Cabai
Tahun 1753 Carl Linnaeus (1707-1778), mengira cabai rawit beda dengan cabai besar. Karenanya ia memberi nama Capsicum frutescens untuk cabai rawit, dan Capsicum annuum untuk cabai besar. Hasil penelitian genetik pada dekade 1990, menunjukkan bahwa jumlah dan susunan kromosom cabai rawit sama dengan cabai besar. Maka sejak 2012, nama botani cabai rawit menjadi Capsicum annuum, sama dengan cabai besar. Nama Capsicum frutescens dianggap sebagai salah satu sinonim dari Capsicum annuum. Hingga penampilan, warna dan rasa cabai Capsicum annuum sangat beragam. Mulai dari paprika, cabai besar, cabai keriting, cabai rawit; semua masih spesies Capsicum annuum.
Beda dengan kultivar cabai lain, paprika berbentuk seperti lonceng, hingga dalam Bahasa Inggris disebut bell pepper. Paprika juga berasa manis, bukan pedas. Hingga jenis cabai ini dikonsumsi sebagai sayuran, bukan untuk bumbu. Harga paprika paling tinggi dibanding jenis cabai lain, dan hanya kalah dari cabai rawit merah.. Cabai merah besar, di Indonesia dikenal dengan nama cabai TW (Taiwan), karena benihnya dari Taiwan. Jenis cabai ini sudah ada pedasnya, tetapi tidak sepedas cabai keriting. Masih ada manisnya, tetapi tidak semanis paprika. Harga cabai merah besar sedikit di bawah harga paprika. Saat ini di Indonesia cabai keriting paling banyak dibudidayakan. Disebut cabai keriting karena bentuknya memanjang dan terpilin.
Cabai keriting lebih pedas dari cabai merah besar, tetapi kalah pedas dari cabai rawit. Harga cabai keriting juga paling murah dibanding jenis cabai lain. Sentra cabai keriting terbesar di Indonesia terdapat di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sentra cabai keriting ini sekaligus juga merupakan sentra bawang merah. Sebab umur panen bawang merah di Brebes, hanya 55 sampai dengan 60 hari. Maka di sela-sela tanaman bawang merah, diselipkan benih cabai keriting. Panen bawang merah, sekaligus juga menyiangi dan membumbun cabai keriting, yang baru akan mulai panen pada umur 90 hari. Panen akan berlanjut sampai 150 hari. Petani Brebes hanya menanam cabai dan bawang merah di lahan sawah pada musim kemarau.
Pada musim penghujan, konsumen mengandalkan cabai keriting produksi lahan darat di kawasan pegunungan. Biasanya, para petani menanam cabai keriting dan merah besar selama musim penghujan, dengan sungkup plastik, agar terhindar dari penyakit. Harga cabai keriting selama musim penghujan pasti naik, karena pasokan berkurang, dan kualitas cabai keriting lahan darat lebih tinggi dibanding cabai keriting sawah dari Brebes. Cabai keriting kerinci dan aceh yang terkenal pedas, dibudidayakan di lahan darat selama musim penghujan dengan benih F1, lokal maupun impor. Sedangkan para petani cabai Brebes, umumnya menggunakan benih F2 atau F3 produksi sendiri.
Di Indonesia dikenal dua jenis cabai rawit. Pertama cabai rawit hijau, yakni jenis cabai rawit yang dipanen saat masih berwarna hijau. Setelah masak, cabai rawit hijau juga akan berwarna merah. Cabai rawit hijau dikonsumsi sebagai teman makan gorengan dan cemilan lain, atau digunakan dalam menu-menu khas. Kedua cabai rawit merah. Yang disebut cabai rawit merah, sebenarnya berwarna putih kekuningan ketika masih muda. Di Jawa Tengah jenis cabai ini disebut lombok gajih (cabai lemak). Jenis cabai ini menduduki peringkat harga tertinggi dibanding jenis cabai lain. Cabai flores, masih belum dikenal secara nasional, karena kalah dibanding cabai rawit hijau dan merah. # # #
Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
Foto F. Rahardi
