INDONESIA IMPOR CABAI SEGAR?
by indrihr • 04/10/2021 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Beberapa minggu yang lalu, beredar berita tentang impor cabai Indonesia pada 2021. Disebutkan bahwa data impor cabai itu berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS), tetapi link data yang dirilis BPS tidak disertakan. Data impor cabai 2021 dari BPS juga tidak bisa diakses.
Dalam berita yang juga viral di medsos itu disebutkan bahwa sepanjang tahun 2021, impor cabai asal India tercatat sebanyak 28.804,7 ton atau senilai 56,59 juta dollar AS. Sementara itu, total volume cabai impor asal India pada 2019 mencapai 39.928,19 ton atau setara dengan harga 65,14 juta dollar AS. Tak disebutkan, apakah cabai yang diimpor dari India itu dalam bentuk segar, kering, atau oleoresin. Dari foto illustrasi yang ditampilkan, kemungkinan yang diimpor cabai segar.
Food and Agriculture Organization (FAO), menampilkan data produksi cabai India 2019 hanya 81.837 ton cabai segar. India tidak masuk 10 besar penghasil cabai dunia. Produksi cabai Indonesia 2019 peringkat 4 dunia 2,5 juta ton cabai segar. Menjadi aneh, bahwa India dengan populasi penduduk 1,36 miliar jiwa; hampir 50% dari produksi cabai mereka yang hanya 81.837 ton, diekspor ke Indonesia yang produksi cabainya 2,5 juta ton, dengan penduduk 274 juta jiwa. Produksi cabai masing-masing negara relatif stabil hingga hampir tidak mungkin tiba-tiba 2021 India menjadi jawara cabai dunia, dan produksi cabai Indonesia anjlok.
Inilah 10 besar produsen cabai segar dunia (FAO 2019). 1 China 18.978.027; 2 Meksiko 3.238.245; 3 Turki 2.625.669; 4 Indonesia 2.588.633; 5 Spanyol 1.402.380; 6 Mesir 764.292; 7 Nigeria 753.116; 8 Algeria 675.168; 9 AS 624.982; 10 Tunisia 443.632. Menurut data BPS, yang juga dirilis FAO; Indonesia memang tak pernah impor cabai segar. Tetapi kita rutin mengimpor cabai kering, terutama dari China. Impor cabai kering kita 2019 mencapai 46.531 ton; senilai 72.261.000 US $.
Kadar air cabai segar sekitar 60%. Kadar air cabai kering sekitar 10%. Hingga impor cabai kering kita 46.531 ton, setara dengan 93.062 cabai segar. Angka ini di atas produksi cabai India 2019 yang hanya 81.837 ton cabai segar. Pengimpor cabai kering Indonesia, perusahaan besar produsen sambal dan mi instan seperti Indofood dan ABC. Mereka terpaksa mengimpor sebab harga cabai segar kita lebih tinggi dibanding cabai kering impor. Untuk meningkatkan kepedasan sambal, industri mi instan dan sambal, menanam habanero di dataran tinggi Jawa Barat.
Banyak orang tak menduga bahwa produksi cabai India sangat kecil. Padahal masakan India terkenal pedas dengan bumbu pekat. Sumber rasa pedas pada masakan khas India, bukan cabai, chili pepper, Capsicum annuum; melainkan dari lada, pepper, Piper nigrum; pala, nutmeg, Myristica fragrans; cengkih, clove, Syzygium aromaticum; kapulaga, cardamom, Elettaria cardamomum; dan cabai jawa, long pepper, Piper longum. Sebelum abad 16, sumber rasa pedas di Asia, Afrika Utara dan Eropa memang bukan cabai Capsicum annuum, melainkan lada, pala, cengkih, kapulaga dan cabai jawa.
Semua cabai genus Capsicum berasal dari Benua Amerika, dan baru mendunia setelah abad 16. Meskipun sebagian besar rempah-rempah sumber rasa pedas itu berasal dari Kepulauan Nusantara, tetapi peradaban Timur Tengah dan Eropa, mengenalnya sebagai Indian Spices yang berasal dari Kepulauan India. Sebab perdagangan rempah-rempah sebelum abad 16, terjadi secara estafet. Orang Jawa mengambil cengkih dan pala dari Maluku. Orang India dan China membeli cengkih, pala dan cabai jawa dari Jawa. Orang Arab membeli cengkih, pala, lada, kayumanis, kapulaga, dll. dari India.
Pada era digital sekarang ini, informasi apa pun bisa diperoleh dengan cara mudah dan murah. Termasuk informasi tentang data produksi dan perdagangan produk pertanian. Termasuk cabai di dalamnya. BPS memang sebuah lembaga kredibel yang mengumpulkan data dari seluruh Indonesia, direkap secara nasional, dikirim ke lembaga-lembaga dunia dan dipublikasikan. Tetapi jangankan BPS, di Indonesia ini omongan presiden pun bisa dicatut, diselewengkan; bahkan dijadikan hoax. Hingga tidak aneh kalau tiba-tiba ada informasi tentang impor cabai dari India, yang produksinya hanya 81.837 ton.
Yang mengherankan, impor gandum 2020 dalam berbagai bentuk; dengan volume 10.299.699,2; dengan nilai 2.616.036.600 dolar AS (Rp 36.6 triliun); tidak pernah ada yang mempermasalahkan. Padahal jelas ada datanya di BPS. https://www.bps.go.id/statictable/2019/02/14/2016/impor-biji-gandum-dan-meslin-menurut-negara-asal-utama-2010-2017.html.
Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
Foto F. Rahardi
