• BUAH WRESAH RP 600.000 PER KILOGRAM

    by  • 15/02/2022 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Saya warga masyarakat biasa yang tinggal di desa. Belakangan ini buah hangasa, atau kalau di Jawa Tengah disebut wresah, laku dijual dan ada yang menampung. Untuk apakah sebenarnya buah yang dulu tak ada nilainya itu? (Suwandi, Sukabumi).

    Sdr. Suwandi, anda benar. Wresah, resah, hangasa, hargasa, ranggasa, renggak; Amomum dealbatum; dulu sama sekali tak ada nilainya. Sekarang cobalah Anda klik di Tokopedia, Bukalapak dan Shopee. Buah wresah, juga tanamannya ditawarkan dengan harga tinggi. Harga buah wresah Rp 80.000 bobot 120 gram. Berarti harga per kilogram Rp 600.000. Tanamannya dijual dengan harga antara Rp 35.000 sampai dengan Rp 65.000. Ini memang fenomena yang menarik, sebab dulu tidak banyak orang yang tahu tanaman wresah.

    Ukuran buah wresah sangat kecil. Panjang hanya sekitar dua sentimeter, diameter 1,5 sentimeter. Meskipun kecil, masyarakat pedesaan, terutama anak-anak, biasa mengonsumsi buah wresah yang telah masak. Tanda telah masak, buah mudah dilepas dari tandan, dan kulit mudah sekali dibuka. Bagian dalam buah berupa biji yang berlapiskan daging buah sangat tipis, mirip dengan rambusa, markisa mini, Passiflora foetida. Rasanya manis ada asamnya, dengan aroma harum lebih kuat dari rambusa. Aroma harum inilah barangkali yang menyebabkan buah wresah sekarang laku dijual.

    Selain buah masak, buah muda, dan rebung (pucuk tanaman), juga biasa dipanen sebagai sayuran. Buah muda dan pucuk wresah, biasa dikonsumsi sebagai urap, baik mentah maupun direbus terlebih dahulu. Kadang buah muda dan pucuk wresah juga disayur bersama sayuran lain. Aroma buah muda dan pucuk wresah cukup tajam, tetapi tidak setajam kecombrang (honje). Masyarakat Jawa Barat dan Banten, lebih familier dengan sayur wresah dibanding masyarakat Jateng, DIY dan Jatim.

    Batang wresah berupa rimpang di dalam tanah. Sedangkan batang semu yang di atas permukaan tanah, sebenarnya pelepah daun yang saling menangkup; sama dengan pisang, dan tanaman empon-empon pada umumnya. Tinggi tanaman dua sampai empat meter. Batang semu wresah tampak cukup mencolok dari kejauhan karena burukuran besar, warna putih kekuningan, bersih dan mengkilap. Daun wresah berbentuk lanset, panjang 30 sampai 90 sentimeter, lebar 10 sampai 20 sentimeter. Sama seperti lengkuas, kecombrang dan kapulaga; wresah juga membentuk rumpun dengan lima sampai dengan 10 batang semu.

    Wresah hidup di dataran rendah sampai menengah beragroklimat basah. Habitat aslinya tersebar dari Asia Selatan, Asia Tenggara, bagian selatan China. Meski bisa diperbanyak dengan biji, tetapi para petani lebih senang menanam wresah dari bibit pecahan rumpun. Paling sedikit tiap pecahan terdiri dari dua batang semu. Perbanyakan tanaman dari biji memerlukan waktu paling sedikit tiga tahun untuk berbuah. Sedangkan perbanyakan dengan pecahan rumpun, akan langsung berbuah pada tahun berikutnya. Meski mudah diperbanyak dan dikembangbiakkan, belum ada petani yang membudidayakan wresah secara monokultur.

    Tetapi apakah sebenarnya manfaat/khasiat wresah? Ya tidak ada. Di Shopee, juga di beberapa situs, dipromosikan aneka manfaat dan khasiat wresah, tanpa didasari data dan fakta akurat; terutama data penelitian. Yang seperti itu tidak hanya monopoli wresah. Hampir semua sayuran, buah-buahan, dan rimpang tanaman diklaim sebagai berkhasiat obat. Sampai-sampai kemalakian yang beracun, berganti nama menjadi polokyo dan diklaim bisa mengobati segala macam penyakit. Sebagian pembeli buah dan bibit tanaman wresah, kemungkinan memang pihak yang tergiur oleh iming-iming khasiat tersebut.

    Di India dan China, buah wresah tua pernah digunakan sebagai substitusi kapulaga hijau, true cardamom, Elettaria cardamomum. Karena suplai wresah tak pernah sebagus kapulaga jawa/merah, false cardamom, Amomum compactum; pelan-pelan wresah dilupakan dan kapulaga jawa makin naik daun. Terlebih di Indonesia, tak pernah ada budidaya wresah. Sedangkan kapulaga merah sejak zaman Belanda sudah dibudidayakan secara luas. Wresah dan kapulaga merah masih sama-sama genus Amomum, yang beranggotakan 179 spesies.

    Sebagian dari spesies Amomum merupakan tanaman hias. Misalnya Amomum kingii. Wresah sendiri juga berpotensi sebagai tanaman hias, terutama untuk elemen taman. Sebab penampilan tanamannya cukup menarik, bunga dan tandan buahnya juga atraktif. Tetapi mengingat tinggi dan lebar rumpun, wresah hanya cocok menjadi elemen taman di halaman yang luas. Di halaman rumah yang sempit, wresah akan mendominasi ruang dan mengalahkan tanaman lain. Ditanam di pot juga bisa, tetapi agak sulit untuk berbuah. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *