KOSAMBI SEBAGAI PENGHASIL SHELLAC
by indrihr • 12/07/2022 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Di Thailand, saya lihat ada perkebunan Kosambi. Apakah buah kosambi bernilai ekonomis hingga pohon ini dikebunkan. Untuk apa sajakah manfaat kosambi selain buahnya? Apakah kosambi juga bisa tumbuh di Indonesia? (Handy, Jakarta)
Sdr. Handy, pohon kosambi juga disebut kasambi, kesambi, kusambi, sambi, kecacil, kasambhi, kasembi, kahembi, kehabe, kabahi, kalabai; kule, ule, bado , ading, kusum, ceylon oak, kosam, kosumb, kussam, rusam, puvam cussambium, coessambi-boom, gum-lac tree, Indian lac tree, Malay lac tree, Macassar oil tree, Ceylon oak. Nama botaninya Schleichera oleosa. Daging buah kosambi sangat tipis dan masam, meskipun masih lazim dikonsumsi.
Di Thailand, India dan Sri Lanka; buah kosambi tidak dikonsumsi segar, melainkan dalam bentuk semacam rujak atau dibuat manisan. Di tiga negara ini, buah kosambi bernilai ekonomis dan bisa dijumpai di pasar tradisional dan kios makanan. Habitat asli Kosambi memang daratan Asia, mulai dari India, Sri Lanka, Bangladesh, dan Indochina. Diduga kosambi telah diintroduksi ke Kepulauan Nusantara sejak zaman Hindu. Menyebarnya kosambi dari daratan Asia ke Kepulauan Nusantara, bisa dibawa manusia, bisa pula karena buahnya dimakan oleh burung kelelawar pemakan buah, dan hewan itu menyeberang dari daratan Asia ke kepulauan Nusantara.
Di Kepulauan Nusantara, kosambi cepat sekali menyebar dan menjadi tumbuhan liar di hutan dataran rendah, terutama di kawasan kering. Cepatnya penyebaran kosambi, karena buahnya dimakan hewan berikut bijinya. Biji itu menyebar jauh dari pohon induknya. Nama Kecamatan Kosambi di Tangerang, dan Duri Kosambi di Jakarta Barat, berasal dari nama pohon kosambi. Diduga dulunya di kawasan ini banyak dijumpai pohon kosambi. Di DKI Jakarta dan sekitarnya, banyak nama tempat yang terkait dengan nama tumbuhan. Misalnya Menteng, Kemang, Gandaria, Bintaro dan Bungur.
Selain dikonsumsi buahnya, kosambi juga sering dipanen pucuk daunnya sebagai sayuran. Baik dikonsumsi mentah maupun dikukus dan disayur. Setelah dikonsumsi daging buahnya, biji kosambi bisa dipress untuk diambil minyaknya. Di Jawa minyak kosambi disebut kucacil dan digunakan sebagai obat penyakit kulit. Dalam minyak biji kosambi terkandung HCN (sianida) 0,03 – 0,05%, hingga tidak digunakan untuk memasak dan dikonsumsi. \
Minyak kosambi dicampur minyak kelapa dan minyak kenanga disebut minyak makassar, sangat populer di Inggris sebagai minyak rambut untuk pria. Kayu kosambi sangat keras, liat, dengan tekstur serat melintir tak beraturan hingga tidak mudah dibelah dan diserut. Sebaliknya kayu kosambi cocok digunakan sebagai arang dan kayu bakar dengan kalori tinggi. Arang kosambi lebih direkomendasikan dibanding arang kayu bakau. Sebab kosambi merupakan tanaman budidaya yang bisa cepat diremajakan, sedangkan bakau merupakan tumbuhan pelindung abrasi pantai dengan pertumbuhan yang sangat lamban.
Tetapi karena banyaknya manfaat lain, sebagai bahan baku arang lebih banyak digunakan kayu akasia gunung (Acacia decurrens), yang hanya dimanfaatkan kayu serta kulit batangnya sebagai bahan penyamak kulit hewan. Di Indonesia, kosambi dan akasia, dibudidayakan oleh Perum Perhutani, bersama jenis kayu keras lainnya. Kalau kayu lain seperti mahoni, sana keling dan jati dibudidayakan hanya untuk dimanfaatkan kayunya, kosambi dibudidayakan Perum Perhutani sebagai penghasil shellac.
Sampai dengan dekade 1970, shellac merupakan bahan pelitur kayu satu-satunya, untuk menghasilkan warna coklat dan lapisan yang mengkilap. Untuk menghasilkan lapisan transparan digunakan bahan pernis dari minyak biji tung, Vernicia fordii. Setelah pelitur dari minyak bumi dengan pewarna sintetis diproduksi massal pada dekade 1980, pelitur dari shellac tersisih. Tetapi shellac tetap diproduksi sebab selain bahan baku pelitur, komoditas ini juga digunakan sebagai campuran lilin stearin untuk melapisi kulit buah-buahan (fruit waxing).
Shellac merupakan resin pohon kosambi, yang diproduksi Perum Perhutani dari kutu lak, Kerria lacca, suku Kerriidae. Kutu lak dibudidayakan di ranting-ranting pohon kosambi agar berkembangbiak. Kutu lak ini mengonsumsi getah (resin) dari pucuk kosambi. Secara rutin kutu lak dipanen untuk diekstrak menjadi shellac. Sampai sekarang shellac tetap diproduksi dan dipasarkan dalam bentuk lem gasket shellac, pelitur maupun serbuk. Meski pelitur berbahan sintetis lebih murah, tetapi pelitur shellac juga masih disukai oleh perusahaan meubel dengan pasar khusus, konsumen yang menghendaki pelitur alami. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Foto F. Rahardi
