• PERBANYAKAN TANAMAN SUKUN

    by  • 19/09/2022 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Saya punya pohon sukun yang buahnya sangat enak, terlebih setelah masak pohon. Banyak teman yang minta bibit tanaman sukun itu, tetapi bagaimana cara memperbanyaknya? Sebab sukun tidak berbiji. Apakah sukun bisa dicangkok? (Satria, Bantul, DIY).

    Sdr. Satria, sukun memang tidak berbiji, tetapi juga tidak bisa dicangkok. Perbanyakan sukun hanya bisa melalui stek akar. Caranya, gali tanah di sekitar batang, sampai bertemu dengan akar. Potong akar itu, bagian yang dari pangkal batang ditimbun lagi, bagian yang dari dalam tanah dimunculkan ke permukaan. Dari bagian ini akan tumbuh tunas yang akan menjadi individu tanaman baru. Setelah setinggi 40 sentimeter, tanaman baru ini bisa dipindahkan ke polybag. Pangkal akar kembali dimunculkan ke permukaan, agar tumbuh lagi tunas baru.

    Anda bisa menggali sebanyak mungkin akar di sekitar batang pohon, hingga sekaligus bisa menghasilkan beberapa benih tanaman sukun. Cara ini tidak akan mengganggu pohon induk, karena masih punya akar tunggang yang masuk ke dalam tanah. Lagi pula, bagian akar dari pangkal batang yang terpotong akan segera menumbuhkan akar baru, seperti halnya kalau cabang dan ranting terpotong. Dengan cara ini, areal di bawah pohon sukun sekaligus menjadi lahan pembenihan dan selalu ada anakan yang siap untuk diambil.

    Ketika booming sukun pada dekade 1980 untuk proyek-proyek pemerintah, para penangkar benih sukun di Cilacap Jawa Tengah; akan membeli pohon sukun yang cukup besar, tanpa peduli buahnya enak atau tidak. Pohon itu ditebang, lalu tanah di sekitar pangkal batang dibongkar. Kadang membongkarnya pakai backhoe, semua akar baik besar maupun kecil diambil, dipotong sepanjang 20 sentimeter. Pangkal akar diolesi zat penumbuh akar (Rootone dll) atau dicelup ke dalam air bawang merah yang diblender.

    Potongan akar itu kemudian disemai di bedeng semaian dengan diberi sungkup plastik, sampai seluruh akar menumbuhkan tunas. Cara ini juga bisa Anda terapkan terhadap pohon sukun Anda, tanpa harus membongkar seluruh tanaman. Caranya, ketika Anda menggali dan bertemu dengan satu akar, gali terus sampai satu akar itu terambil semua. Anda bisa mengambil empat akar sekaligus dari arah yang berbeda. Potong akar itu sepanjang 20 senti, olesi zat perangsang tumbuh akar atau celupkan ke dalam air bawang merah.

    Semai dalam pot besar dengan media pasir, sungkup dengan plastik bening, letakkan di tempat yang masih terkena sinar matahari sampai seluruh akar tumbuh menjadi tanaman setinggi 30 sentimeter. Bongkar semaian itu dan pindahkan ke dalam polybag. Taruh di tempat teduh sampai semaian kembali segar dan menumbuhkan tunas baru. Informasikan ke pembeli atau teman, benih sukun setinggi 30 – 40 senti ini jangan langsung ditanam di lahan. Taruh di tempat yang kena sinar, tapi bisa mudah disiram saat kemarau.

    Benih dalam polybag, baru layak ditanam di lapangan apabila sudah 1,5 meter. Menanamnya juga harus pada awal musim penghujan, hingga saat kemarau tiba, tanaman sudah cukup kuat dan akarnya bisa menjangkau lapisan tanah yang masih basah. Untuk mencapai ketinggian 1,5 meter, diperlukan penggantian polybag ukuran lebih besar paling tidak satu kali. Biasanya orang tidak sabar menunggu sampai benih sukun setinggi 1,5 meter dan langsung menanamnya di lahan. Akibatnya tanaman merana dan mati pada musim kemarau.

    Kualitas buah apa pun, termasuk sukun; sebenarnya tak hanya ditentukan oleh faktor genetik. Hingga sukun Anda yang enak itu, belum tentu menghasilkan buah sama enak, ketika dibudidayakan di lokasi lain. Dugaan saya, faktor agroklimat Kabupaten Bantul, DIY berperan sangat besar terhadap kualitas buah sukun Anda. Kuantitas dan kualitas semua komoditas agro, ditentukan oleh 1 faktor genetik, 2 agroklimat yang terdiri dari ketersediaan air, nutrisi, sinar matahari dan suhu serta kelembapan udara.

    Jadi selain secara genetik sukun Anda berkualitas baik, ketersediaan air tanah dan intensitas sinar matahari di lokasi tumbuh pohon sukun itu memang cukup bagus. Apabila sukun itu dibudidayakan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan curah hujan tinggi, saya menduga kualitas buahnya akan menurun. Sebab dengan curah hujan tinggi, otomatis intensitas sinar matahari akan berkurang, hingga fotosintesis tak akan berlangsung sesempurna di tempat Anda. Akibatnya, pati dalam buah sukun tak akan terbentuk secara optimum.

    Kualitas buah sukun Anda itu akan lebih baik lagi apabila dibudidayakan di kawasan dataran rendah NTT yang lebih panas dan lebih kering dari agroklimat Bantul. Dengan intensitas sinar matahari lebih baik, fotosintesis akan lebih sempurna lagi, hingga kandungan pati dalam buah sukun juga akan meningkat. Pati ini akan diubah menjadi gula ketika buah sukun telah masak, sambil menebarkan aroma harum khas buah sukun. Hingga idealnya mengonsumsi buah sukun memang harus menunggu sampai benar-benar tua dan masak. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *