• BERWISATA KE KEBUN KOPI

    by  • 09/12/2024 • Uncategory • 0 Comments

    Bulan Juni dan Juli saat liburan akhir tahun sekolah, bertepatan dengan saat panen kopi. Tetapi hampir tak ada sekolah atau orang tua murid yang mengagendakan berwisata ke kebun kopi. Sebab informasi tentang wisata kebun kopi jarang terekspos keluar.

    Padahal kebun kopi, baik yang swasta, BUMD maupun BUMN, sudah sejak lama membuka diri menerima wisatawan lokal maupun mancanegara. Baik yang hanya datang untuk berwisata tanpa menginap maupun yang menginap selama beberapa hari. Di beberapa perkebunan kopi telah tersedia akomodasi kelas losmen sampai bintang 5. Lokasi tempat wisata kebun kopi ini ada yang di tepi jalan raya, ada yang tersembunyi di kawasan pegunungan. Meskipun tersembunyi, obyek wisata kebun kopi ini tetap didatangi wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Misalnya Perkebunan Kaliklatak di Banyuwangi.

    Kaliklatak perkebunan kopi swasta milik pasangan Pak Luhud dan Bu Suhud, terletak di lereng timur Gunung Merapi, Pegunungan Ijen. Tahun 1975 pasangan ini membuat pondok kecil-kecil yang hanya terdiri dari satu kamar bisa dihuni dua orang. Mereka lalu membuat paket wisata keliling kebun dengan acara makan siang dalam saung di sebuah bukit kecil di tengah kebun. Paket wisata ini laris manis untuk wisatawan lokal maupun asing. Tahun 2002 atas inisiatif Asosiasi Wisata Agro Indonesia (AWAI), Menteri Pertanian RI Bungaran Saragih memberikan penghargaan “Perintis Wisata Agro” kepada Bu Suhud, Kaliklatak; dan Pak Mustadjab dari Margo Utomo Agro Resor Kalibaru, Banyuwangi.

    Beda dengan Bu Suhud yang mengelola perkebunan Kaliklatak seluas 1.013 hektare; Agro Resor Margo Utomo Pak Mustadjab hanya seluas 10 hektare. Tapi Pak Mustadjab yang pensiunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Jawa Timur, membuat paket-paket wisata ke perkebunan milik PTPN. Di antaranya berwisata ke perkebunan kopi arabika Kalisat Jampit di Kaldera Ijen. Selain bisa ikut memetik kopi dan menyaksikan proses paska panen, para wisatawan juga bisa sekalian ke air terjun Blawan dan Kawah Ijen dengan api birunya di tambang belerang. Perkebunan Kalisat Jampit juga menyediakan sarana akomodasi.

    Dulu untuk menjangkau perkebunan kopi Kalisat Jampit di kaldera Ijen hanya bisa dilakukan lewat Bondowoso dengan kendaraan kecil. Jalan ke Ijen dari Banyuwangi lewat Licin dan Paltuding masih sangat jelek. Sejak dibukanya Bandara Banyuwangi, akses ke Ijen menjadi lebih mudah karena jalan ke kaldera Ijen lewat Licin dan Paltuding sudah dilebarkan dan diaspal mulus. Sebenarnya kaldera Ijen juga bisa dijangkau dari Situbondo lewat Arjasa. Di sini juga ada perkebunan kopi arabika Kayumas, milik PTPN XII. Perkebunan ini juga sudah membuat paket wisata kopi. Tetapi akses jalan ke kaldera Ijen dari Kayumas masih sangat buruk.

    Di Jawa Tengah

    Kalau kebun kopi di Jawa Timur “tersembunyi” di lereng gunung jauh dari jalan raya; di Jawa Tengah wisata kebun kopi ini berada di jalur jalan raya negara, bahkan dilewati jalan tol Semarang – Surakarta. Yang pertama Kebun Kopi Robusta Tlogo Tuntang di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Wisata Agro Kopi Tlogo Tuntang merupakan BUMD Provinsi Jawa Tengah dengan resor bintang 3. Jarak dari Tuntang di  jalan raya Semarang – Surakarta hanya sekitar 1 kilometer, masuk ke arah kiri. Wisata agro kopi robusta ini sudah dimulai sejak dekade 1990 dan cukup ramai dikunjungi anak sekolah, mahasiswa dan umum.

    Tak jauh dari pintu tol Bawen di Kab. Semarang, di tepi kanan jalan raya Semarang – Surakarta ada wisata kopi Banaran. Obyek wisata kopi ini cukup mencolok dan terkenal karena keberadaan restoran “Kampoeng Kopi Banaran” persis di tepi jalan. Agak ke atas sedikit ada Banaran Sky View Kafe. Di sini para pengunjung bisa melihat hamparan Rawa Pening, Gunung Telomoyo, Kelir dan Merbabu. Di atas kafe di tengah kebun kopi ini terdapat Banaran 9 Resort & Hotel yang terbuka untuk umum. Meskipun berada persis di tepi jalan raya Semarang – Surakarta dan dekat dengan gerbang tol Bawen, suasana resor bintang 2  ini sangat alami.

    Di jalan raya Semarang – Magelang, tepatnya di kanan jalan Pringsurat (Pingit) ada obyek wisata kebun kopi dengan luas total 22 hektare. Dibuka tahun 2001 obyek wisata kopi ini bernama Losari Spa Retreat & Coffee Plantation Resort bintang 3. Dibangun dan diprakarsai oleh Gabriella Teggia, warga Italia di Desa Losari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Uniknya, selain joglo asli dan gedung Belanda, ada bangunan stasiun KA Mayong, Jepara yang digotong utuh dan difungsikan sebagai resepsionis. Sejak 2011, resor ini beralih kepemilikan ke Sandiaga Uno dan berganti nama menjadi MesaStila Resort & Spa bintang 5.

    Tiga obyek wisata kopi di Jawa Tengah ini semuanya jenis Robusta, sama dengan jenis kopi di Wisata Agro Kaliklatak Banyuwangi. Di Jawa Tengah, PTPN IX  juga punya perkebunan kopi Arabika seperti di Perkebunan Kalisat Jampit di Kaldera Ijen.           Kebun kopi Arabika itu terletak di Gunung Sikendil, bagian timur Gunung Ungaran. Kebun kopi Arabika ini masuk Afdeling Gebugan di Perkebunan Ngobo, Ungaran. Beda dengan Kampoeng Kopi Banaran yang juga milik PTPN IX, kebun kopi Arabika ini masih belum punya fasilitas wisata yang memadai. Padahal jalan sampai ke Gunung Sikendil sudah cukup baik.

    Berwisata di kebun kopi antara Juni – Agustus punya keistimewaan tersendiri karena bertepatan dengan panen raya kopi. Tetapi pada saat yang sama kita juga bisa menikmati mekarnya bunga kopi dengan pancaran keharumannya yang mirip bunga melati. Bunga kopi memang muncul bersamaan atau sesaat setelah panen, untuk siap petik pada Juni – Agustus tahun berikutnya. Berada di tengah hamparan bunga kopi yang putih dan harum merupakan sensasi yang tak akan pernah terlupakan. Itulah sebabnya ahli botani Prancis Antoine de Jussieu (1686 – 1758) keliru memberi nama kopi Arabika Jasminum arabicum. Ia mengira itu bunga melati. # # #

    Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan

    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *