• HARGA MINYAK NILAM MELAMBUNG

    by  • 13/01/2025 • Uncategory • 0 Comments

    Juni 2024 harga minyak nilam, patchouli oil, Pogostemon cablin melambung sampai Rp 1.300.000 per kilogram. Apakah penyebab harga minyak nilam setinggi itu? Apakah harga ini akan stabil, naik atau turun lagi ke kisaran Rp 500.000 per kilogram? (Antoni, Medan).

    Sdr. Antoni, harga sebuah komoditas naik atau turun sesuai hukum pasar. Apabila pasokan tetap sedangkan permintaan naik, harga akan ikut naik. Bisa juga permintaan tetap tetapi pasokan turun, harga juga akan naik. Apabila pasokan tetap permintaan turun, harga akan jatuh. Atau pasokan naik padahal permintaan tetap, harga juga akan turun. Dalam konteks naiknya harga minyak nilam belakangan ini, penyebabnya bukan karena pasokan turun atau permintaan naik melainkan karena nilai tukar mata uang.

    Pada tahun 2000 – 2002 harga minyak nilam tembus Rp3.000.000 per kilogram. Waktu itu pemicunya juga kurs rupiah terhadap dolar AS yang mencapai di atas Rp16.000 per 1 dolar AS. Sekarang pun sama, ketika kurs rupiah terhadap dolar AS di atas Rp16.000 maka harga minyak nilam melambung di atas Rp 1 juta. Pada dekade 2000an dulu, para pengguna minyak nilam dunia nyaris membuat sintetisnya. Belum sempat rencana ini terlaksana harga minyak nilam kembali turun pada kisaran Rp300.000 – Rp400.000 per kilogram.

    Selain karena harga minyak nilam kembali turun, dekade 2000 para pengguna minyak nilam tak jadi membuat sintetisnya karena molekul minyak nilam C15H26O cukup panjang rantai karbon dan hidrogennya, hingga biaya untuk membuat sintetis lebih tinggi dibanding harga minyak nilam asli. Andaikan waktu itu para pengguna minyak nilam dunia membuat sintetisnya, agroindustri minyak nilam Indonesia akan tamat. Indonesia memasok 90% kebutuhan minyak nilam dunia.

    Minyak nilam demikian penting dalam produksi parfum dunia karena perannya sebagai pengikat (fixtative). Semua jenis parfum akan cepat sekali menguap dan hilang di udara. Minyak nilam sebagai pengikat akan menahan parfum tetap menempel di kulit atau pakaian dalam jangka waktu lebih lama. Hingga minyak nilam memang sangat diperlukan dalam industri parfum dunia yang didominasi oleh negara-negara maju. Naiknya kurs rupiah terhadap dolar AS berdampak ke naiknya harga minyak nilam.

    Minyak nilam diproduksi dari destilasi daun, berikut tangkai daun dan ranting serta batang tanaman nilam. Tinggi rendahnya harga minyak nilam, ditentukan oleh kadar Patchouli Alcohol (Patchoulol, PA) dalam minyak minimal 30%. Tingginya kadar PA dalam minyak dipengaruhi oleh faktor lokasi budidaya. Budidaya di lahan dengan elevasi di atas 1.200 meter dpl. kadar PA tinggi tapi rendemen turun. Budidaya di dataran menengah dan rendah rendemen minyak tinggi tapi kadar PA turun.

    Selain dipengaruhi faktor elevasi kadar PA juga akan tinggi apabila panen menyertakan batang nilam. Ini juga merupakan kendala tersendiri bagi petani nilam. Dipanen dengan menyertakan batangnya akan mengakibatkan panen berikutnya berselang waktu cukup lama. Kalau panen tidak mengikut sertakan batang, kadar PA minyak akan rendah. Komprominya, panen nilam dengan mengikutkan batang berkayu tetapi tidak dipotong sampai ke bagian dekat dengan tanah. Hingga kadar PA bisa didapat tetapi panen berikutnya juga bisa cepat.

    Nilam yang dibudidayakan untuk diambil minyaknya hanya satu yakni Pogostemon cablin. Nilam yang dibudidayakan di Pulau Jawa juga sama dengan yang dibudidayakan di Aceh. Tinggi rendahnya rendemen minyak ditentukan oleh elevasi, intensitas sinar matahari, nutrisi dalam tanah dan ketersediaan air; bukan oleh jenis (kultivar) nilam. Cara panen juga ikut menentukan tinggi rendahnya rendemen minyak. Setelah dipangkas daun dan ranting nilam itu diangin-anginkan di tempat teduh sampai menjadi layu sebelum didestilasi.

    Genus Pogostemon, suku lavender-lavenderan Lamiaceae terdiri dari 93 spesies. Sebutan nilam Jawa dengan rendemen minyak rendah berasal dari zaman Belanda. Dulu nilam Jawa, Pogostemon heyneanus memang pernah dicoba untuk dibudidayakan. Karena rendemen minyaknya rendah budidaya nilam Jawa dihentikan. Sejak itu yang dibudidayakan petani hanya nilam Pogostemon cablin, yang salah kaprah disebut “nilam Aceh”.

    Sebab habitat asli Pogostemon cablin tersebar mulai dari Srilanka, Semenanjung Malaya, Filipina, Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua. Habitat asli nilam Jawa malah lebih luas lagi, mulai dari India, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar, Semenanjung Malaya, Filipina, Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Nusa Tenggara. Jadi nilam Sumatera (nilam Aceh) juga tumbuh di Jawa, nilam Jawa pun juga ada di Sumatera. Tetapi yang dibudidayakan untuk diambil minyaknya hanya nilam Pogostemon cablin. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *