• AKAR DAUN BUNGA DAN BUAH SANGITAN

    by  • 06/07/2026 • Uncategory • 0 Comments

    Di marketplace Indonesia akar, daun, bunga dan buah sangitan ditawarkan dalam bentuk segar, kering atau sudah menjadi serbuk dengan berbagai varian harga. Harga produk segar lebih tinggi dibanding produk kering atau serbuknya.

    Di Tokopedia misalnya, buah sangitan segar ditawarkan seharga Rp203.000 per kemasan tanpa menyebutkan bobot per satuan. Di Lazada akar sangitan segar ditawarkan Rp40.000 kemasan 1 kg. Daun sangitan segar Rp31.000 kemasan 500 gram dan bunganya Rp156.000 per kemasan tanpa disebutkan satuan bobotnya. Harga-harga tersebut belum termasuk ongkos kirim yang akan diperhitungkan sesuai tarif ekspedisi. Semua marketplace umum Indonesia menawarkan produk sangitan. Mulai dari Tokopedia (Toped), Shopee, Lazada, Bukalapak dan Blibli. Produk sangitan tidak ada di marketplace khusus seperti Zalora, Orami dan Ralali.

    Ini merupakan indikasi bahwa tanaman sangitan sudah dikenal dan diperlukan masyarakat, serta sudah ada yang memproduksinya. Meskipun kemungkinan produk itu masih berasal dari tanaman liar, bukan hasil budidaya. Akar, daun, bunga dan buah sangitan dipercaya masyarakat bisa membantu meredakan rematik, bengkak, nyeri sendi, melegakan pernapasan (batuk, encerkan dahak), serta melancarkan pencernaan (kembung, diare). Sangitan juga bersifat antioksidan, antiinflamasi, analgesik (pereda nyeri), dan dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan luka, serta menjaga kesehatan ginjal.

    Dalam akar, daun dan bunga sangitan terkandung senyawa kimia aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, glikosida, dan triterpenoid (beta sitosterol, alfa amyrin palmitat), serta minyak esensial dan zat toksin seperti sambunigrin dan glikosida sianogenik. Zat toksin dalam sangitan ini sering dimanfaatkan untuk pestisida alami pembasmi rayap dan thrips. Efek racun sangitan hanya berasa dalam keadaan segar. Apabila telah dikeringkan atau direbus, racun sambunigrin dan glukosida akan hilang. Hingga penggunaan sangitan sebagai bahan herbal harus dalam bentuk kering, serbuk atau air rebusannya.

    Di Indonesia sangitan dikenal dengan banyak nama, antara lain kerak nasi, abur, babalat, brobos kebo dan helemaniri. Dalam bahasa Inggris sangitan disebut Chinese Elder, Javanese Elderberry, Sauko, dan Sweet Elder. Nama botaninya Sambucus javanica. Habitat asli sangitan tersebar mulai di daratan dan kepulauan Asia tropis dan subtropis termasuk Jepang sampai ke Indonesia. Di Indonesia sangitan hanya bisa tumbuh di dataran tinggi dengan elevasi 1.000 – 2.500 meter dpl. Sepintas sangitan dengan bunga putihnya mirip dengan kirinyuh, flowering branch, Austroeupatorium inulifolium, yang juga tumbuhan dataran tinggi.

    Common Elder

    Sebutan Chinese Elder dan Javanese Elderberry bagi sangitan, untuk membedakannya dengan Elder, Elderberry, Common Elder, European Elder, European Elderberry, Black Elder, Sambucus nigra; yang tumbuh di daratan Eropa. Di seluruh dunia terdapat 22 spesies dalam genus Sambucus dengan sebaran paling banyak di Benua Asia, Eropa dan Amerika. Elder Eropa disebut Black Elder karena sama dengan sangitan, buah masaknya berwarna hitam. Di Eropa buah elder masak direbus untuk dibuat jam dan jelly sebagai pengoles roti. Buah elder tidak pernah dikonsumsi segar karena adanya racun glikosida sianogenik.

    Elder Eropa lebih populer sebagai tanaman hias dibanding sebagai penghasil buah. Sebab varian buah berry di benua Eropa sangat banyak. Di alam, warna daun elder Eropa pada umumnya hijau tua. Tetapi di daerah tertentu kadang ada elder Eropa dengan warna ungu, merah maroon, coklat gelap dan kuning keemasan. Oleh para penangkar benih tanaman hias, elder Eropa dengan warna aneh ini diseleksi dan diperbanyak sebagai tanaman hias. Misalnya Black Beauty, Black Lace dan Aurea edelberry. Eldelberry berdaun coklat gelap dan kuning keemasan ini menyebar ke seluruh dunia sebagai tanaman hias.

    Kalau elder Eropa disebut elder hitam (black elder) di Amerika Serikat dan Kanada ada blue elder, Sambucus cerulea; karena buahnya berwarna biru. Kadang juga disebut Blue Elderberry, Blueberry Elder, Arizona Elderberry, New Mexican Elderberry, dan Dwarf Elder karena tanamannya cenderung pendek. Sebaran blue elder hanya sebatas di sepanjang Rocky Mountains di Amerika Serikat dan Kanada. Bentuk dan warna daun serta bunga blue elder sama dengan sangitan kita. Yang membedakan hanya warna buah blue elder yang kebiruan setelah masak. Saat masih muda buah blue elder berwarna hijau.

    Selain ada black dan blue elderberry, ada lagi red elderberry, yang berhabitat asli Eropa, Amerika Serikat, Kanada dan Alaska. Bentuk dan warna daun serta bunga red elderberry sama dengan spesies Sambucus lainnya. Yang membedakan, buah red elderberry berwarna merah. Beda dengan sangitan yang berhabitat asli kawasan tropis dan sub tropis, red elderberry hanya bisa hidup di kawasan beriklim dingin. Hingga pada musim gugur, red elderberry juga akan merontokkan daunnya sebagaimana tumbuhan subtropis lainnya. Meskipun berpenampilan paling menarik, buah red elderberry segar tetap beracun dan edible setelah dimasak.

    Selain dipanen untuk jam dan jelly, buah elderberry juga bisa difermentasi menjadi wine. Kadar gula black eldelberry di Eropa cukup tinggi, sebab panjang hari pada musim panas sampai 17 jam sehari. Panjang hari ini memungkinkan tanaman berfotosintesis optimum hingga kadar gula dalam buah bisa di atas 18 Brix. Buah sangitan, yang tumbuh di kawasan tropis sulit mencapai kadar gula sampai 18 brix. Hingga buah sangitan yang akan diolah jadi jelly, jam atau wine perlu diberi tambahan gula. Karena dalam bentuk segar semua bagian tanaman genus Sambucus beracun, mengonsumsinya sebagai herbal harus diolah terlebih dahulu. # # #

    Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *