• MENYIAPKAN KOMODITAS LEBARAN

    by  • 17/07/2013 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    kurma-hibrida-editHari Raya Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 13 dan 14 Oktober 2007. Para importir, sudah jauh hari mempersiapkan impor buah kurma berbagai jenis. Mulai yang murah meriah dalam bentuk curah, sampai kurma yang masih segar dan sudah dalam bentuk kemasan dari negeri eksportir. Kurma adalah buah penting yang sudah akan mulai dipasarkan sejak beberapa waktu sebelum bulan Ramadhan tiba, sampai dengan lebaran. Semua kurma yang dipasarkan di dalam negeri merupakan produk ekspor, terutama dari Irak, penghasil kurma terbesar di dunia. Kurma merupakan menu yang wajib ada sejak sebelum Ramadhan, sampai beberapa waktu setelah lebaran. Buah ini tidak mungkin tergantikan oleh komoditas lain.

    kurma-hijau-editSelama bulan Ramadhan, umat Muslim juga akan banyak mengkonsumsi kolak, dengan bahan utama yang terdiri dari pisang tanduk, labu parang, kolang-kaling, dan ubi merah. Namun kolak juga memerlukan santan kelapa, gula merah, dan daun pandan. Hingga komoditas-komoditas ini harus ada di pasar, dan harganya juga akan naik dibanding hari-hari biasa. Menu lain yang akan banyak dicari pada bulan Ramadhan adalah timun suri, lemang, dan tapai ketan hitam. Bagi pedagang, bulan Ramadhan merupakan berkah tersendiri. Baik pedagang bahan pangan, maupun makanan siap santap. Sebab bagi masyarakat Muslim yang berpuasa, menu selama bulan Ramadhan harus benar-benar diperhatikan, agar kondisi tubuh tetap fit dan bugar.

    Selain lemang dan tapai ketan hitam, selama bulan Ramadhan juga banyak dijajakan kue-kue basah. Lemang adalah beras ketan, dengan santan, yang dimasukkan dalam buluh bambu, yang terlebih dahulu dilapis daun pisang. Daun pisangnya dipilih yang masih menggulung, hingga warnanya hijau keputihan. Ada lemang yang hanya diberi garam tanpa bumbu-bumbu, tetapi ada pula yang lengkap dengan bumbu-bumbunya. Lemang, dan juga beberapa jenis kue basah, memerlukan daun pisang yang masih menggulung. Namun kebanyakan kue basah, misalnya lemper, cukup dibungkus dengan daun pisang biasa yang sudah mekar. Karena banyaknya pesanan kue basah selama Ramadhan, maka kebutuhan daun pisang pun selalu meningkat pula pada bula suci ini.

    # # #

    Pada bulan-bulan biasa, komoditas timun suri tidak akan pernah ada di pasaran. Hingga komoditas ini selalu dipersiapkan dengan cermat oleh para petani, agar hanya berbuah sepanjang bulan Ramadhan. Kalau awal Ramadhan jatuh pada pertengahan September, maka petani akan menghitung mundur tiga bulan, hingga penanaman dilakukan mulai pertengahan Juni. Untuk mengantisipasi agar minggu pertama September sudah ada timun suri, maka petani sudah akan mulai menanam pada awal Juni. Berarti persiapan lahan dilakukan semenjak bulan Mei. Benih yang berasal dari panen tahun lalu, juga mulai diambil dari para-para, kemudian setelah lahan siap segera ditanam. Kalau hal demikian tidak dilakukan, maka stok timun suri di pasaran berkurang, dan konsumen kecewa.

    Karena tahun ini lebaran masih jatuh pada musim kemarau, maka produk timun suri akan tersedia melimpah. Sebab komoditas ini paling cocok dibudidayakan di lahan sawah pada musim kemarau. Lebaran selalu lebih awal 11 hari setiap tahunnya, akibat perbedaan waktu edar bulan dengan matahari. Hingga ketika lebaran jatuh pada musim penghujan, maka petani yang menanam timun suri tidak banyak. Sebab sawah tidak mungkin ditanami palawija, sementara penanaman di ladang sangat bergantung pada hujan. Namun para petani timun suri tidak pernah peduli. Kebetulan, komoditas ini juga cukup bandel terhadap serangan hama serta penyakit. Hingga petani tetap menanam timun suri di lahan mana pun, tiga bulan sebelum awal Ramadhan.

    Ubi jalar dan pisang memang tidak terlalu bergantung pada musim, hingga keberadaannya di pasar selalu terjamin. Labu parang agak beda dengan timun suri, karena sangat bergantung pada musim. Labu ini hanya bisa ditanam pada awal musim penghujan, dan dipanen pada musim kemarau. Namun labu parang tahan disimpan sampai enam bulan di tempat yang sejuk dan kering. Panen labu parang berlangsung mulai Mei sampai dengan Oktober. Hingga hasil panen labu parang bulan-bulan September dan Oktober, selalu siap dipasarkan ketika lebaran jatuh pada musim penghujan. Tahun 1997, misalnya, lebaran jatuh pada bulan Februari, yang berarti tepat pada puncak musim penghujan. Labu parang tetap ada di pasaran, karena hasil panen bulan September dan Oktober kondisinya masih bagus.

    # # #

    Selain komoditas-komoditas khas tadi,  para pedagang ritil juga akan mengantisipasi lonjakan permintaan komoditas rutin. Mulai dari cabai, bawang merah/putih, kunyit, sereh dapur, daun jeruk, lengkuas, salam, dan lain-lain. Sebab komoditas-komoditas ini akan selalu melonjak permintaannya menjelang selama Ramadhan. Demikian pula dengan daging, ikan, ayam, telur, gula, minyak goreng dan kelapa. Meskipun santan kelapa kemasan sudah ada di mana-mana, permintaan kelapa segar tetap saja tinggi. Lonjakan harga kelapa akan menjadi sangat tinggi, ketika   Ramadhan dan lebaran jatuh pada bulan Januari atau Februari, dan tahun sebelumnya terjadi kemarau panjang. Ketika itulah harga kelapa bisa melonjak sampai tiga kali lipat dari harga pada bulan-bulan biasa.

    Alur barang kebutuhan pokok ini juga akan bergeser di sekitar lebaran. Cabai, kentang, tomat, dan sayuran dataran tinggi yang biasanya mengalir ke Jakarta, dan kota-kota besar lainnya, pada sekitar lebaran volumenya akan menyusut tajam. Sebab warung-warung banyak yang tutup. Para buruh dan pekerja sektor informal juga hampir seluruhnya pulang kampung. Hingga alur barang yang sebelumnya menuju Jakarta dan kota-kota besar lainnya, akan beralih menuju pasar-pasar di kota kecamatan. Sebab permintaan barang di pasar-pasar tingkat desa serta kecamatan, justru akan melonjak di sekitar lebaran. Sampai beberapa hari setelah lebaran, permintaan barang dari Jakarta dan kota-kota besar lain masih lemah, tetapi dari pasar di tingkat kecamatan tetap tinggi.

    Sama halnya dengan Natal, tahun baru dan Imlek, lebaran juga memerlukan bunga. Selain bunga untuk hiasan dalam vas di ruang tamu dan meja makan, bunga juga diperlukan untuk dipasang dan ditabur di makam. Tradisi ini sebenarnya tidak ada kaitanya dengan lebaran, melainkan dengan kultur lokal. Sebab Islam sama sekali tidak membenarkan ziarah kubur secara berlebihan. Namun dalam kenyataannya, semua agama akan mengalami inkulturasi, hingga tetap ada toleransi terhadap kultur lokal ini. Bunga yang biasa dibawa ke makam antara lain mawar, kenanga, kantil dan melati. Di DKI Jakarta, karena tingginya harga, bunga  mawar disubstitusi dengan pacar cina. Bunga yang akan dibawa ke makan biasanya dilengkapi dengan irisan daun pandan, serta ikatan bunga selasih. (R) # # #

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *