BUDI DAYA ITIK MANILA
by indrihr • 14/08/2013 • PETERNAKAN • 0 Comments
Maraknya restoran bebek goreng belakangan ini, mengakibatkan pasokan itik jantan, dan petelur afkir, tidak mampu mengimbangi permintaan. Maka itik manila ( itik serati, entog), merupakan alternatif terbaik untuk dikembangkan sebagai substitusi bebek.
Yang disebut itik manila, sebenarnya merupakan domestifikasi dari dua spesies itik liar. Yang pertama itik liar Cairina moschata, yang lazim disebut Muscovy Duck. Itik jinaknya yang sudah dipelihara, disebut Barbary Duck. Itik spesies ini berasal dari benua Amerika. Habitat aslinya tersebar mulai dari Amerika Selatan, Amerika Tengah, Kepulauan Karibia, sampai ke Amerika Serikat. Populasinya diduga sekitar 1.000.000 ekor. Domestifikasi Muscovy Duck, menghasilkan dua varian Barbary Duck. Pertama, yang masih mengikuti ciri-ciri fisik spesies liarnya, dengan ciri berbulu hitam dan bersayap putih. Itik jantannya berpial merah cerah. Kedua, yang 100% berbulu putih.
Itik manila Barbary Duck, masuk ke Indonesia dibawa oleh bangsa Portugis. Yang pertama-tama mengintroduksi Barbary Duck dari benua Amerika adalah bangsa Portugis. Mereka membawanya ke Manila (Filipina). Baru kemudian Belanda mengintroduksi itik ini ke Indonesia (Hindia Belada), dari Manila. Itulah sebabnya Barbary Duck populer dengan sebutan itik manila. Sekarang Barbary Duck mudah kita jumpai di kampung-kampung, dipelihara bersamaan dengan ayam dan itik biasa (itik tegal, mojosari, magelang dan alabio), yang lazim disebut Indian Runner Duck. Itik manila Barbary Duck, bisa mencapai bobot 4 kg (jantan) dan 3 kg (betina). Itik manila Barbary Duck, populer sebagai unggas potong di Jawa dan Sumatera.
# # #
Selain Barbary Duck, dikenal pula itik manila White-winged Wood Duck, (Cairina scutulata). Ukuran tubuh itik manila ini, lebih kecil dibanding itik manila Barbary Duck. Bobot jantannya hanya 3 kg, sementara betinanya 2 kg. Itik manila White-winged Wood Duck, merupakan domestifikasi dari itik liar yang hidup di rawa-rawa serta sungai di India bagian Selatan, Banglades, dan Asia Tenggara, kecuali Filipina. Di Indonesia, White-winged Wood Duck liar masih bisa dijumpai di Taman Nasional Way Kambas di pulau Sumatera. Disebut White-winged Wood Duck, sebab itik ini berbulu sayap putih, namun ketika bangsa Eropa menjumpainya, dianggap mirip dengan itik Wood Duck (Aix sponsa). Wood Duck adalah itik liar dari Amerika, yang masih satu genus dengan itik mandarin (Mandarin duck, Aix galericulata).
Domestifikasi White-winged Wood Duck, sebagai itik manila, sebenarnya baru terjadi pada zaman kolonial. Sebab pada jaman kerajaan Hindu, dan Budha, yang dikembangkan sebagai itik penghasil telur adalah Indian Runers, yang masuk genus Anas.
Genus Anas sendiri terdiri dari 40 sd. 50 spesies. Sekarang, itik manila White-winged Wood Duck, bisa dijumpai dipelihara di masyarakat, dengan ciri bulu leher dan kepalanya kombinasi hitam dan putih, bulu sayap putih, dan bulu lainnya hitam. Karena White-winged Wood Duck kadang-kadang dipelihara bersama Barbary Duck, sering terjadi kawin campur. Itik manila yang banyak dipelihara di Jawa dan Sumatera, banyak yang merupakan persilangan antara Barbary Duck dengan White-winged Wood Duck.
Di Jawa, itik manila mempunyai tiga fungsi ekonomis sekaligus. Pertama sebagai unggas penghasil daging. Di banyak desa di Jawa, memotong itik manila pada hari raya atau hajatan, dianggap lebih prestisius dibanding dengan memotong ayam. Sebab harga itik manila jantan, jauh lebih tinggi dibanding dengan harga ayam jago. Itik manila jantan bobot 1 kg. yang bulunya belum tumbuh sempurna, sering dipotong dan dimasak opor. Meskipun di kalangan masyarakat tertentu daging itik manila sangat disukai, namun sebagian masyarakat kita tidak menyukainya. Sekitar dua dekade belakangan ini, populer istilah tiktok. Ini merupakan kependekan dari itik-entok. Tiktok adalah silangan antara itik biasa dengan itik manila.
# # #
Itik jantan maupun itik betina hasil silangan antar spesies ini, selalu mandul. Hingga fungsinya hanya untuk digemukkan sebagai itik pedaging. Sebenarnya, sudah lama masyarakat di Jawa senang menyilangkan itik biasa dengan itik manila, untuk digemukkan sebagai itik pedaging. Namun tiktok baru populer sekitar 20 tahun belakangan. Menurut para penggemar tiktok, rasa daging itik silangan ini lebih enak dibanding itik manila maupun itik biasa. Permintaan pasar tiktok, terutama dari restoran chinese food, sebenarnya sangat tinggi. Namun pasokannya yang justru terbatas. Selain sebagai penghasil daging, itik manila juga dipelihara untuk diambil bulu sayapnya, sebagai bahan industri shuttle-cock (bola bulutangkis), dan juga sebagai penetas telur itik, dan kalkun.
Itik manila digunakan sebagai penetas, karena daya tampungnya cukup besar dibanding ayam. Di pedalaman Jawa, masih banyak peternak yang menetaskan telur itik biasa dengan cara dititipkan ke itik manila. Meskipun ada perbedaan jangka waktu penetasan antara ayam, itik biasa dan itik manila. Ayam mengerami telur selama 21 hari. Itik biasa 28 hari, sementara itik manila 35 hari. Penitipan telur itik biasa ke ayam, akan mengakibatkan pengeraman diperpanjang selama tujuh hari. Sementara penitipan itik biasa pada itik manila, mengakibatkan pengeraman diperpendek tujuh hari. Kalau ayam hanya mampu bertelur dan mengerami antara 8 sd. 10 butir, maka itik manila mampu bertelur dan mengerami antara 10 sd. 15 butir. Selain beberapa kelebihan ekonomis tadi, itik manila juga terkenal bandel terhadap penyakit.
Pakan itik manila, sama dengan pakan ayam kampung, dan itik petelur. Bedanya, porsi pakan itik manila lebih besar dibanding dengan itik petelur dan ayam kampung. Itik manila juga lebih banyak memerlukan hijauan, agar produktivitasnya tinggi. Selain itu, itik menila juga memerlukan suplai protein hewani dalam porsi lebih tinggi. Sumber protein hewani antara lain cacing tanah, bekicot, dan siput sawah. Protein nabati bisa berupa dedak halus, ampas tahu, dan bungkil. Sumber karbohidratnya berupa jagung, gabah, atau singkong. Hijauan paling murah bagi itik manila adalah limbah pasar, berupa daun kol bunga, kepala toge, tangkai dan daun tua caisim, serta potongan sayuran daun lainnya. Peternakan itik manila, bisa dimulai dengan satu jantan dan empat atau lima betina. # # #



