PROSPEK BUDI DAYA ABIU
by indrihr • 16/09/2013 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Cape Tribulation Farm, adalah Obyek Wisata Agro (OWA) buah-buahan tropis., sekitar 100 km di sebelah utara Cairns, Queensland Utara, Australia. Di sini ada resort, restoran, toko suvenir, dan yang paling penting adalah kebun buah eksotis.
Salah satu buah andalan Cape Tribulation Farm adalah abiu (Pouteria caimito), yang berasal dari hulu sungai Amazon, Brasil, Amerika Selatan. Sosok buah abiu mirip dengan sawo ubi (sawo mentega, alkesa, kanistel, Pouteria campechiana), yang berasal dari Meksiko, dan sudah lama diintroduksi ke Indonesia. Bentuk abiu dan sawo ubi sama-sama bulat, ada yang berujung runcing, ukuran sama, kulit buah masak kuning. Bedanya, tekstur, warna, dan rasa daging buah sawo ubi benar-benar seperti ubi jalar orange. Sementara daging buah abiu transparan, dan juisi, mirip dengan daging buah sawo durian (kenitu, sawo bludru, Chrysophyllum cainito).
Abiu, sawo ubi, sawo duren, sawo biasa (sawo manila, Manilkara zapota), dan sawo kecik (Manilkara kauki), memang masih satu famili sawo-sawoan (Sapotaceae). Abiu dengan sawo ubi, malahan masih sama-sama satu genus Pouteria. Di Australia, abiu dibudidayakan bersamaan dengan sawo duren, baik yang berkulit hijau, maupun ungu. Lokasi budi daya abiu bukan hanya di Cape Tribulation Farm, melainkan juga di kebun-kebun komersial di sebelah selatan Cairns, dan di Northern Theritory (Darwin). Pohon abiu bisa mencapai ketinggian 15 meter, bahkan di hulu sungai Amazon, bisa setinggi 30 meter. Namun di kebun-kebun buah di Australia, tanaman abiu sengaja dipertahankan setinggi tiga meter, dengan percabangan menyamping.
Sawo Australia
Abiu sudah diintroduksi ke Australia sejak tahun 1980an, namun budi daya secara komersial baru dimulai pada awal tahun 1990an. Dari Australia, abiu masuk ke Indonesia, hingga buah ini dikenal oleh masyarakat sebagai “sawo australia”. Kasus ini kurang lebih sama dengan sawo manila, yang berasal dari Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia. Masyarakat kita menyebutnya sebagai “sawo manila” karena kita mengintroduksi buah ini dari Filipina. Beda dengan sawo manila yang sudah memasyarakat, abiu masih relatif asing bagi masyarakat Indonesia. Sawo durian, dan sawo ubi, masih lebih dikenal masyarakat dibanding abiu. Orang yang baru pertama kali melihat abiu, akan mengira buah ini sebagai sawo ubi. Setelah melihat daging buahnya, barulah mereka tahu bahwa abiu bukan sawo ubi.
Panen abiu di Australia berlangsung dua kali, antara Juli, Agustus, September, dan November, Desember, Januari. Di Indonesia, musim berbuah abiu juga berlangsung dua kali, antara April, Mei, Juni; dan Agustus, September, Oktober. Abiu bisa dibudidayakan di dataran rendah sampai menengah, dengan elevasi antara 0 m dpl, sampai 800 m dpl, dan memerlukan sinar matahari penuh. Semua jenis tanah cocok untuk budi daya abiu. Agar bisa berprodukai optimal, tanaman buah ini memerlukan pengairan sepanjang tahun. Baik dengan cara penggenangan, penyiraman, maupun dengan teknologi drip (drip irigations). Budi daya abiu di Australia, umumnya menggunakan drip irigations.
Di Indonesia, benih abiu bisa diperolah di nursery besar, maupun kios-kios penjual tanaman. Kalau kita klik benih abiu, maka akan tampil banyak sekali alamat penjual benih abiu. Benih dalam polybag, setinggi 30 – 50 cm, ditawarkan seharga Rp 70.000 sampai dengan Rp 75.000 per tanaman. Sebenarnya, kita juga bisa membenihkan sendiri abiu, dari biji. Tidak semua buah abiu mengandung biji. Namun pada umumnya dalam satu buah, ada satu sampai dengan tiga biji berwarna hitam, berkulit keras, dan berbentuk seperti biji sawo manila. Bedanya, ukuran biji abiu lebih besar dari biji sawo manila. Masa dorman biji abiu sangat pendek, hingga idealnya biji dari buah yang kita konsumsi, langsung disemaikan.
Cocok untuk Tabulampot
Biji abiu memerlukan waktu dua sampai tiga minggu untuk berkecambah. Namun setelah berkecambah, pertumbuhan benih cukup pesat. Biji abiu bisa disemai di bedeng, dalam pot, atau polybag. Media semai berupa campuran antara pupuk kandang, tanah, dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah tumbuh, semaian bisa dipindah ke pot atau polybag yang lebih besar, sebelum ditanam di lahan yang telah disediakan. Abiu juga cocok dibudidayakan di halaman rumah, baik ditanam di tanah, maupun dalam pot sebagai Tanaman Buah Dalam Pot (Tabulampot). Meskipun bisa mencapai ketinggian 15 meter, namun tajuk abiu tidak pernah rapat, hingga tidak mengganggu halaman rumah.
Bahkan dengan pemangkasan rutin, abiu bisa tetap dipertahankan setinggi sekitar 3 sampai 4 meter. Keuntungan budi daya abiu dalam pot adalah, tanaman bisa dipindah-pindahkan, dan pemberian nutrisi serta pengairannya bisa lebih intensif. Dalam pot jangka waktu berbuahnya bisa diatur. Abiu akan mulai berbuah, pada umur tiga tahun sejak penyemaian biji. Hingga apabila bulan April 2012 kita menyemai biji abiu, maka pada bulan April tahun 2014, tanaman akan mulai berbuah. Di Amerika Latin, abiu sudah dikebunkan secara luas, mulai dari Brasil, Kolombia, dan Peru. Di Florida, AS, abiu juga sudah mulai dikembangkan. Harga Abiu di AS, mencapai 5 dollar AS (Rp 45.000) per butir.
Beda dengan di Indonesia. Di Taman Wisata Mekarsari, buah abiu hanya dijual seharga antara Rp 15.000 sampai paling tinggi Rp 20.000 per kg. Satu kg berisi antara 4 buah ukuran besar, sampai dengan 8 buah ukuran kecil. Tanaman abiu di Taman Wisata Mekarsari, masih sangat terbatas. Hingga hasil panen selalu habis dipesan pengunjung. Dengan tingginya permintaan abiu, sebenarnya buah ini layak dikembangkan secara serius di kebun komersial, seperti halnya sudah dilakukan di Australia. Selain itu, abiu juga bisa dibudidayakan sebagai Tabulampot, dan dijual apabila pas berbuah. Kalau satu polibag benih abiu hanya ditawarkan Rp 75.000 per tanaman, maka Tabulampot abiu yang sedang berbuah, akan laku antara Rp 300.000 sampai dengan Rp 1 juta per pot, tergantung ukuran tanaman, dan jumlah buah. # # #
