• JERINGAU DAN CENDANA

    by  • 30/09/2013 • Lain-Lain • 0 Comments

    Saya sedang membudidayakan cendana, dan di bawah tegakan akan saya beri jeringau, untuk diambil minyak asirinya, sebelum cendana menghasilkan. Di manakah saya bisa memperoleh benih jeringau? (Zahra, Madiun).

    Sdri. Zahra, benih jeringau (Acorus calamus), bisa diperoleh dengan mudah, antara lain di Kecamatan Sirampog dan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Namun sebelum Anda membeli benih jeringau, ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan. Pertama, apabila benar Anda sudah menanam cendana (Santalum album), di Madiun; saran saya jangan dilanjutkan. Sebab cendana tidak akan bisa harum, apabila dibudidayakan di kawasan dengan curah hujan di atas 1.500 mm setahun, dengan suhu udara harian di atas 38 derajat Celcius.

    Di dunia ini, kayu cendana yang harum hanya dihasilkan oleh India, RRC, Indonesia, dan Australia. Empat negeri ini membudidayakan cencana di kawasan dengan agroklimat ekstrim kering. Di Indonesia, kayu cendana harum hanya dihasilkan di NTT. Itu pun tidak semua kawasan NTT, melainkan hanya di Pulau Sumba, sebagian Flores, dan Timor. Di Jawa dan Sumatera, sebenarnya juga banyak tumbuh pohon cendana, namun kayunya tidak pernah bisa harum. Ini disebabkan oleh faktor fotosintesis, yang terkait dengan agroklimat.

    jeringau1

    Cendana baru akan bisa menghasilkan kayu harum, apabila dalam setahun menerima sinar matahari penuh selama 12 jam sehari, minimal selama sembilan bulan. Kawasan demikian hanya ada di gurun pasir. Namun di gurun pasir tidak ada air, dan juga tidak ada tumbuhan inang. Cendana adalah tumbuhan hemi parasit, yang tidak mampu mengambil salah satu unsur hara mikro dari dalam tanah. Itulah sebabnya ia memerlukan tumbuhan inang seumur hidup. Ketika masih berupa kecambah pun, ia sudah memerlukan tumbuhan inang.

    Inang cendana mulai dari alang-alang, kerokot, dan gulma lainnya, dan kemudian beralih ke tumbuhan famili Fabaceae (Leguminosae). Hingga semaian cendana, pantang untuk dibersihkan dari gulma. Setelah dewasa pun, cendana mutlak dibudidayakan bersamaan dengan lamtoro, akasia, cassia, dan tumbuhan famili Fabaceae lainnya. Dari informasi yang Anda sampaikan, terkesan Anda sudah mulai menanam cendana. Saran saya, gantilah dengan tumbuhan lain, yang juga akan menghasilkan bahan aromatik. Misalnya gaharu (Aquilaria malaccensis), yang habitatnya tidak sesempit cendana.

    jeringau

    Dengan habitat terbatas, dan budi daya yang perlu inang; cendana akan menghasilkan seluruh bagian kayu yang langsung harum. Beda dengan cendana, kayu gaharu sebenarnya tidak harum. Yang harum adalah gubalnya. Untuk membentuk

    gubal, gaharu perlu disuntik (diinokulasi), dengan spora jamur (kapang) Phaeoacremonium parasitica, yang kompatibel dengan individu pohon tersebut. Cendana dan gaharu adalah bahan aromatik dengan nilai tertinggi di dunia, hingga kelestarian tanamannya justru terancam.

    Sdri. Zahra, apabila Anda merasa budi daya gaharu juga sama rumitnya dengan cendana, silakan membudidayakan kenanga (Cananga odorata forma macrophylla), atau kenanga filipina (ylang-ylang, Cananga odorata forma genuina). Bunga tumbuhan ini akan menghasilkan parfum, yang harganya juga cukup bagus. Kenanga dan ylang-ylang, beda dengan kenanga pagar (kenanga perdu, Cananga odorata varietas fruticosa). Kembali ke jeringau, ini merupakan tumbuhan air, hingga agak sulit untuk ditumpangsarikan di lahan kering. # # #

    Artikel Konsulagro pernah dimuat di Harian Kontan

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *