PROSPEK AGRO 2012
by indrihr • 23/10/2013 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Semua komoditas agro, tetap berprospek bagus untuk dibudidayakan pada tahun 2012. Tidak pernah ada komoditas jelek. Yang ada investor oportunis, dengan nafsu cepat meraih keuntungan, hingga dampaknya merugi. Namun demikian, tetap ada yang terbaik di antara banyak pilihan.
Akhir tahun 2011 dan awal 2012, ditandai dengan euforia menanam cabai, dan tomat. Sebab harga dua komoditas ini sedang tinggi. Tingginya harga cabai dan tomat, disebabkan banyak petani yang tidak membudidayakan dua komoditas ini, di lahan sawah. Mereka lebih memilih padi, yang aman dari guyuran hujan. Cabai dan tomat, sangat peka terhadap cuaca lembab. Euforia ini lebih banyak menimpa para “oportunis”, yang sama sekali tidak berpengalaman dengan cabai. Ini terdeteksi dari maraknya penerbitan, dan pemasaran buku Budi daya Cabai.
Apabila cabai hasil budi daya para investor dadakan ini selamat dari serangan cendawan fusarium, dan bakteri pseudomonas, maka tiga bulan ke depan, mereka akan panen. Dan yang terjadi, pada bulan-bulan Maret, April, dan seterusnya, harga cabai akan cenderung turun, sebab para petani sudah banyak yang panen cabai, hasil budi daya di lahan kering. Maka sebaiknya tanamlah cabai, justru ketika harga sedang jatuh. Pas panen nanti, harga akan bagus. Sebenarnya rumusan ini tidak hanya berlaku bagi cabai, melainkan untuk semua komoditas, termasuk komoditas tanaman tahunan seperti kopi, kakao, dan karet.
Tahun 2012, CPO (Crude Palm Oil, Minyak Sawit Mentah), masih akan tetap menjadi komoditas primadona. Dengan ambruknya perekonomian AS, dan Uni Eropa belakangan ini, CPO kita masuk RRC, dan India, dua negara berpenduduk terbesar di dunia, yang justru tidak terimbas dampak krisis perekonomian. Indonesia masih tetap sebagai produsen dan pemasok CPO terbesar dunia, dengan volume 20.550.000 ton dan nilai 8.940.421.000 dollar AS. Menyusul Malaysia dengan produksi 17.564.900 ton, senilai 7.641.732.000 dollar AS. Dari volume CPO itu, Indonesia memasok RRC sebanyak 6.586.752 ton senilai 4.325.340 dollar AS, India 6.102.340 ton senilai 3.950.540.000 dollar AS, dan Uni Eropa 5.459.735 ton senilai 3.783.442.000 dollar AS (FAO, 2009).
Komoditas Strategis
Pasar CPO dunia ke depan, akan semakin cerah, sebab inilah komoditas minyak nabati termurah di dunia, dengan potensi optimal 5,5 ton minyak per hektar lahan per tahun. Kelapa hanya sekitar 2,2 ton per hektar per tahun, sementara minyak dari biji-bijian seperti kedelai, bunga matahari, dan kacang tanah, kurang dari 1,5 ton per hektar per tahun. Maka sampai sekarang, Indonesia dan Malaysia tetap unggul sebagai produsen CPO utama dunia. Di bawahnya adalah Nigeria1.380.000 ton, Thailand 1.387.600 ton, dan Kolombia 802.400 ton. Namun, CPO bukan tanpa ancaman. Apabila negara-negara maju mulai serius membudidayakan algae, maka CPO akan menjadi barang mahal. Sebab produktivitas algae bisa mencapai 80 sampai 90 ton minyak nabati per hektar laut per tahun.
Sebenarnya sandang dan pangan tetap menjadi komoditas yang menarik untuk investasi, sekaligus juga punya nilai strategis ke depan. Tahun 2011 kemarin, Indonesia mengimpor biji gandum dan tepung terigu sebesar 5,9 juta ton, dengan nilai Rp 15,5 triliun (data BPS). Sebagai pembanding, APBD provinsi NTT 2011 hanya Rp 1.290 triliun, dan 2012 Rp1.257 triliun. Agroklimat kawasan pegunungan di NTT paling cocok untuk budi daya gandum nasional, karena dingin dan kering. Andaikan NTT bisa “mencuri” 10% impor gandum, maka nilainya lebih tinggi dari APBD mereka. Demikian juga dengan kapas, Indonesia mengimpor 570.902 ton, senilai Rp 6,8 triliun. NTT juga punya potensi pengembangan kapas, atau, Indonesia bisa mulai membudidayakan rami, sebagai substitusi.
Lahan sawah di Jawa dengan nilai sangat tinggi, sebenarnya sudah tidak cocok untuk budi daya padi. Andaikan petani masih berniat membudidayakan padi, sebaiknya hanya pada musim penghujan, sementara musim kemarau ditanami komoditas palawija dan hortikultura. Namun demikian, di Jawa, janganlah membudidayakan komoditas yang mudah dijarah, atau dicuri. Misalnya buah-buahan, atau ternak dengan nilai cukup tinggi. Kecuali, bisa dilakukan upaya penjagaan secara optimal. Komoditas penghasil minyak asiri, tanaman hias, dan serat nabati, merupakan alternatif terbaik untuk dibudidayakan di Jawa, karena kecil kemungkinan dijarah atau dicuri.
Menakar Kekuatan
Dalam berinvestasi, kita juga harus menakar kekuatan. Istilah manajemennya, semua aspek harus di”SWOT” (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats = Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman). Mereka yang kekuatannya berupa kapital (modal), sebaiknya berkonsentrasi di keamanan kapital. Mereka yang kekuatannya ada di penguasaan pasar, harusnya fokus pada penetrasi pasar. Mereka yang kekuatannya ada di faktor budi daya, atau malah lebih spesifik lagi pembenihan, atau pasca panen, sebaiknya juga hanya berkonsentrasi di sana. Bagi para pemilik modal, berbagai tawaran investasi, harus benar-benar dicermati dari sisi keamanan modal tersebut. Bukan dari nilai keuntungan komoditas yang ditawarkan.
Jaminan di depan notaris, sama sekali tidak punya kekuatan hukum, sebab notaris hanyalah sekadar pencatat. Dalam pembuatan akta tanah, catatan notaris akan disahkan secara hukum, oleh Badan Pertanahan Nasional. Dalam pembuatan badan hukum (CV, PT, Yayasan, Koperasi, Perkumpulan), catatan notaris akan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Dalam hal perjanjian kerjasama penanaman modal, catatan notaris harus disahkan secara hukum oleh Pengadilan Negeri setempat. Hal-hal seperti ini yang harus diketahui oleh calon investor. Selain juga faktor logika. Sangat tidak logis, bahwa kita menyerahkan uang kepada seseorang, atau sebuah lembaga yang tidak kita kenal, tanpa jaminan hukum yang memadai.
Andaikan ada empat atau lima orang hendak berinvestasi, paling aman adalah membentuk PT, lalu mempekerjakan tenaga profesional. Tenaga profesional fulltimer, janganlah staf peneliti dari lembaga penelitian, atau staf pengajar di perguruan tinggi. Ambillah petani, atau peternak profesional, yang sudah terbukti keberhasilannya di lapangan. Apabila calon investor terkumpul lebih dari 20 orang. bisa dibentuk koperasi, dan pengurus koperasi akan mempekerjakan manajer profesional sebagai pengelola kegiatan. Pihak yang menawarkan program kerjasama agribisnis, selalu menekankan pada tingginya tingkat keuntungan, dan jaminan keamanan 100%. Hukum bisnis adalah semakin tinggi keuntungan, semakin besar pula resiko. Termasuk resiko ditipu oleh pemberi tawaran tersebut. # # #



