SELADA AIR UNTUK KESEHATAN
by indrihr • 12/11/2013 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Selada air (Watercresses, Nasturtium microphyllum), atau sering pula disebut jembak, dan kenci, adalah sayuran dataran tinggi. Ia hanya bisa hidup di lahan berair seperti halnya padi, kangkung air, dan genjer. Kalau kangkung air dan genjer merupakan sayuran air dataran rendah sampai menengah, maka selada air justru hanya bisa hidup di dataran menengah sampai dataran tinggi. Disebut selada air, karena tumbuhan ini memang masih satu famili, yakni famili Brassicaceae, dengan selada, sawi dan kol. Tumbuhan ini berasal dari Eropa dan Asia Tengah, tetapi sekarang sudah tersebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Yang cukup menarik, selada air telah diisukan berkhasiat memperkuat daya tahan tubuh, terhadap serangan kanker paru-paru. Kandungan selada air antara lain zat besi, kalsium, asam folic, vitamin A, dan C. Selain untuk kanker, selada air juga berkhasiat melancarkan air seni (diuretik), mengeluarkan dahak (ekspektoran), menurunkan tekanan darah, dan anti oksidan. Sosok selada air sangat khas, batang dan daunnya, sangat lunak. Rasa serta aromanya juga khas. Di pasar swalayan besar, selalu ada selada air, bersama dengan sayuran
lain, terutama pucuk labu siam. Harga selada air juga relatif murah, jika dibandingkan dengan sayuran lainnya.
Selada air biasa dimakan mentah sebagai lalap (salad). Di warung dan restoran ayam atau ikan goreng, sering disajikan lalap selada air, selain lalap lain seperti kemangi, poh-pohan, dan timun. Rasa selada air mentah getir dan pahit, mirip dengan rasa caisim (sawi bakso). Sebab mereka masih satu famili. Namun rasa getir dan pahit ini akan hilang apabila selada air direbus. Cara merebus selada air juga beda dengan merebus daun pepaya atau daun singkong. Pertama air dididihkan. Setelah air mendidih, selada air dimasukkan, dan seketika itu juga api dimatikan, atau dikecilkan. Kalau api tetap besar, selada air akan menjadi sangat lunak, dan citarasanya akan hilang.
# # #
Di Indonesia, selada air tumbuh di kawasan pegunungan, yang berhawa sejuk, terutama di kawasan penghasil sayuran. Di kawasan pegunungan seperti ini, selalu tersedia air jernih melimpah. Di tempat seperti inilah selada air bisa tumbuh dengan baik. Kalau selada air bisa tumbuh baik, berarti lokasi tersebut berketinggian paling sedikit 800 m. dpl. Selain dengan alti meter, ketinggian tempat juga bisa ditandai dengan ada atau tidaknya tanaman padi sawah, serta pohon kelapa. Kalau di kawasan tersebut masih ada sawah dengan tanaman padi, lalu masih ada pohon kelapa yang tumbuh dan berbuah baik, maka ketinggian tempat masih sekitar 700 m. dpl.
Kalau air melimpah, tetapi padi sudah tidak bisa tumbuh, maka lahan yang bisa diairi sepanjang tahun, bisa dimanfaatkan untuk budi daya selada air. Petakan lahan dibuat berterasering,+ seperti membuat petakan sawah, lengkap dengan pematangnya. Petakan lahan lalu dijadikan lumpur, persis untuk lahan tanaman padi. Gulma yang batangnya tanah terendam air, harus dibuang, sebab dikhawatirkan akan tumbuh dan mengganggu. Agar lahan lebih subur, diberi pupuk kandang yang sudah matang. Paling baik adalah pupuk kandang dari kambing, domba, atau kelinci. Setelah ditaburi pupuk kandang, petakan lahan dibiarkan tergenangi air paling sedikit satu minggu.
Selama itu, petakkan lahan harus tetap dialiri air. Setelah satu minggu, lahan bisa ditanami. Benih selada air adalah tanamannya itu sendiri. Hingga selada air yang dibeli di pasar, bisa dijadikan benih. Caranya, selada air itu dipotong-potong sepanjang 5 cm. Potongan itu kemudian ditaruhkan merata di petakan “sawah” yang sudah disiapkan. Semua potongan selada air akan menumbuhkan akar, dan tunas baru, lalu menjadi induk (rumpun), dalam petakan selada air itu. Setelah seluruh petakan ditumbuhi anakan tanaman selada air, lahan itu disiangi dari gulma. Penyiangan dilakukan sama dengan penyiangan pada tanaman padi atau kangkung sawah.
Setelah selesai penyiangan, petakan dikurangi airnya (macak-macak), dan kembali dipupuk dengan pupuk kandang yang sudah matang, serta urea. Dalam waktu sekitar 40 hari setelah tanam, petakan selada air itu sudah bisa dipanen. Cara memanen selada air, sama dengan memanen kangkung air. Pertama-tama, gulma yang tumbuh di sela-sela selada air diambil dan dibuang, kemudian selada air itu dipotong dengan menggunakan sabit yang tajam. Tinggi tanaman yang layak dipotong sekitar 20 cm. Sambil memanen selada air, kembali lahan disiangi, dikurangi airnya, dan dipupuk dengan pupuk kandang dan urea.
# # #
Di Indonesia, selada air, sama halnya dengan pucuk labu siam, masih dianggap sebagai sayuran udik. Padahal inilah sayuran yang cukup prestisius di Inggris dan Amerika Serikat. Kota Huntsville, di negara bagian Alabama sekarang dikenal sebagai “Rocket City”, setelah di sana dikembangkan industri peluru kendali missile industry it called itself the “Watercress Capital of the World”, karena merupakan sentra selada air. Sama halnya dengan labu siam, selada air juga kita anggap sebagai sayuran kampung dari pegunungan yang udik. Kita tidak pernah sadar bahwa labu siam berasal dari Amerika Latin, dan selada air dari Eropa Selatan serta Asia Tengah.
Selada air yang ada di negeri kita, sebenarnya ada dua spesies. Yang berdaun lebar-lebar adalah Nasturtium microphyllum. Selain itu, ada pula selada air dengan ukuran daun lebih kecil, yakni Nasturtium officinale. Selain dua spesies tadi, masih ada Nasturtium africanum; Nasturtium floridanum; dan Nasturtium gambellii. Di Indonesia, selada air jarang sekali berbunga dan berbuah, hingga perkembangbiakan secara generatif jarang terjadi. Sebenarnya, selada air kalau dibiarkan tidak dipangkas, akan tumbuh memanjang sampai 1 m. Ketika itulah tanaman akan berbunga, dan menghasilkan biji. Bunga selada air putih, dan terdapat dalam malai pada ujung tanaman.
Ketika selada air dipanen menjelang atau setelah berbunga, rasanya akan lebih pahit dibanding tanaman mudanya. Selada air rentan terhadap kekeringan dan udara panas. Namun setelah dipanen pun, sayuran ini hanya bisa bertahan dalam kemasan berpendingin, paling lama dua hari. Hingga apabila membeli selada air, pilihlah yang masih sangat segar, dan sesampai di rumah langsung dimasak. Selain untuk salad, selada air bisa dikonsumsi sebagai pecel, atau urap. Sayuran ini tidak lazim dimasak sebagai sup, sayur bening, atau menu berkuah lainnya. Paling sehat, selada air memang dikonsumsi setengah matang sebagai salad. (R) # # #
Artikel pernah dimuat di Mingguan Business News

