• PRODUSEN ITIK PEDAGING

    by  • 05/08/2013 • PETERNAKAN • 0 Comments

    Saya diminta seorang teman untuk memasok itik pedaging, sebanyak 2.000 ekor per minggu. Saya berusaha mencari-cari ke peternak, tetapi tidak ada yang sanggup. Apakah benar permintaan itik pedaging belakangan ini tak bisa diimbangi oleh pasokan? (Albert, Jakarta).

    Sdr. Albert, belakangan ini kebutuhan itik pedaging memang naik tajam, dan tidak bisa terpenuhi oleh para pemasok. Sebab di Indonesia, terutama di Jawa, pasar daging itik tumbuh pesat, sementara peternakannya tumbuh biasa. Maka itik pedaging umur dua bulan menjadi rebutan restoran itik goreng dan itik bakar. Anda tentu kesulitan untuk memperoleh sumber itik pedaging, sebab semua peternak (penggemuk) itik, sudah punya langganan, yang bersedia membayar di muka (inden). Kalau Anda memang serius untuk memenuhi permintaan teman Anda, saran saya Anda harus beternak sendiri.
    itik-manila1

    Yang selama ini disebut itik pedaging, sebenarnya adalah itik petelur jantan, yang digemukkan. Sentra itik petelur di Indonesia, adalah Karawang, Indramayu, Kuningan, Brebes Tegal, Mojosari (Mojokerto), dan Amuntai (Kalsel). Di kawasan ini, peternakan itik sudah menjadi agroindustri berskala besar. Untuk gambaran, seorang produsen DOD (Day Old Duck = anak itik umur sehari), mampu menghasilkan sekitar 2.000 ekor per minggu. Kalau di satu kawasan ada 10 penetas telur, maka produksi DOD per minggu sudah 20.000 ekor, dan per bulan 80.000 ekor. Pada umur sehari, DOD itu akan diseleksi jenis kelaminnya (sexing). Itik betina akan dibesarkan sebagai penghasil telur, itik jantannya digemukkan sebagai unggas pedaging.

    Hingga sebenarnya, agroindustri itik pedaging di Indonesia, sampai sekarang masih belum ada. Yang ada adalah agroindustri itik petelur, dengan limbah itik jantan yang digemukkan. Pola demikian sebenarnya sangat tidak efisien, sebab konversi pakan yang diberikan, tidak akan sebanding dengan percepatan pertumbahan bobot itik. Idealnya, dengan potensi pasar seperti sekarang ini, Indonesia mulai mengembangkan agroindustri itik pedaging. Misalnya itik peking (Anas platyrhynchos domestica), itik manila (Barbary Duck, Cairina moschata, dan White-winged Wood Duck, Cairina scutulata). Dua jenis itik ini potensial dikembangkan sebagai itik pedaging di Indonesia.

    itik-manila

    Di dunia internasional, kebutuhan daging itik dipasok oleh peternakan itik peking, maupun itik manila. Agroindustri itik pedaging, sudah sama dengan agroindustri ayam potong (broiller). DOD yang dibesarkan merupakan campuran jantan maupun betina, dan dalam jangka waktu antara satu sampai dengan dua bulan, dengan bobot antara dua sampai dengan tiga kilogram. Semua sarana prasarana agroindustri itik pedaging sudah tersedia, hingga peternak tinggal investasi kandang, serta peralatan, membeli DOD, dan pakan, lalu membesarkannya. Dalam jangka waktu antara satu sampai dua bulan, peternak sudah akan terima uang.

    Sdr. Albert, Anda bisa berterus terang terhadap teman Anda yang minta dipasok sekitar 2.000 ekor per minggu, bahwa sebaiknya mulai memikirkan pengembangan peternakan itik peking, sebagai itik pedaging. Atau, kalau mau, Anda bisa juga mulai menjadi breeder, itik petelur, dengan limbah itik jantan yang digemukkan. Modal menjadi breeder, adalah telur tetas yang bisa dibeli dari peternak itik gembalaan, mesin tetas atau itik manila sebagai penetas, dan kandang-kandang DOD. Hasil DOD ini setelah disexing, dipasarkan ke para peternak itik petelur, dan itik jantannya bisa Anda gemukkan sebagai itik pedaging. Dengan cara ini, kontinuitas pasokan itik pedaging akan terjamin. # # #

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *