• RANDU ALAS KUNING

    by  • 14/07/2025 • Uncategory • 0 Comments

    Di Yogyakarta, ada randu alas berbunga kuning. Kata Prof. Dr. Purnomo, M.S. pohon randu alas berbunga kuning sangat langka, hanya terdapat di Yogya dan India. https://kumparan.com/pandangan-jogja/kesempurnaan-randu-alas-affandi-ibu-dari-randu-alas-di-jogja-1wKV8DKaQz9 Benarkah itu? (Lisa, Purwokerto).

    Sdri Lisa, randu alas di Pulau Jawa memang hanya berbunga merah dan putih. Yang berbunga merah randu alas Bombax ceiba; yang berbunga putih Bombax anceps. Sebenarnya Bombax ceiba dan Bombax anceps tidak hanya terdapat di Jawa. Habitat asli Bombax ceiba tersebar di seluruh Asia Tropis dan Australia. Sedangkan habitat asli Bombax anceps lebih sempit, hanya di Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Bali, Lombok dan Nusa Tenggara.

    Randu alas berbunga merah randu alas Bombax ceiba; yang berbunga putih Bombax anceps bisa dijumpai tumbuh merata di mana-mana di Pulau Jawa. Saat musim kemarau seperti sekarang ini randu alas merah maupun putih tampak berbunga serentak. Biasanya sebelum berbunga randu alas akan merontokkan daunnya. Setelah itu akan muncul kuncup bunga dan dalam keadaan tanpa daun bunga akan bermekaran. Setelah selesai berbunga, tanaman akan memunculkan tunas yang kemudian tumbuh menjadi daun.

    Di Yogyakarta, memang ada randu alas berbunga kuning, Bombax costatum, di depan Museum Affandi. Bombax costatum bukan tumbuhan asli Indonesia maupun India. Randu alas kuning, Bombax costatum berhabitat asli Afrika Tropis dari pantai barat sampai pantai timur. Randu alas kuning dideskripsi dan diberi nama Bombax costatum pada tahun 1914 oleh ahli botani Prancis François Pellegrin dan André Vuillet. Artikel mereka tentang randu alas kuning pertama kali dipublikasikan di jurnal botani Notulae systematicae.

    Pertanyaannya, mengapa randu alas dari benua Afrika itu bisa tumbuh di Yogyakarta? Kontak antara Benua Afrika dengan Asia sudah berlangsung sebelum Bangsa Eropa datang ke Asia. Secara tradisional, orang-orang Melayu, Jawa dan Bugis sudah berlayar sampai ke India, Madagaskar dan pantai timur Afrika. Demikian pula orang India sudan berlayar sampai Afrika dan Kepulauan Nusantara. Jadi wajar saja randu alas berbunga kuning Bombax costatum bisa sampai India dan Yogyakarta.

    Pisang, genus Musa, berhabitat asli Asia. Tetapi sejak sebelum kedatangan Bangsa Kulit Putih, masyarakat Afrika sudah membudidayakan pisang buah maupun pisang olahan (plantain) sebagai bahan makanan pokok. Padi Oryza sativa yang berhabitat asli di China, juga sudah dibudidayakan di Madagaskar sejak sebelum kedatangan Bangsa Eropa. Yang membudidayakan padi di Madagaskar bukan penduduk asli melainkan pendatang dari Asia. Banyak tumbuhan Afrika yang masuk Asia dan sebaliknya sebelum kedatangan Bangsa Kulit Putih.

    Genus Bombax suku kapas-kapasan, Malvaceae; terdiri dari delapan spesies. 1 Bombax albidum (Laos dan Vietnam); 2 Bombax anceps (Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa); 3 Bombax blancoanum (Filipina); 4 Bombax buonopozense (Afrika); 5 Bombax cambodiense (Myanmar, China, Thailand, Laos, Kamboja); 6 Bombax ceiba (Asia Tropis dan Australia); 7 Bombax costatum (Afrika); 8 Bombax insigne (India, Bangladesh, China, Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam).

    Masyarakat juga sering bingung membedakan randu alas dengan kapuk randu. Kebingungan ini disebabkan oleh nama botani randu alas merah Bombax ceiba dan nama botani kapuk randu Ceiba pentandra. Banyak yang mengira kaduanya tumbuhan yang sama. Bedanya randu alas tumbuh liar sedangkan kapuk randu sudah dibudidayakan. Padahal randu alas dan kapuk randu dua jenis (genus) tumbuhan berbeda. Randu alas asli Indonesia dan kapuk randu tanaman pendatang dari Amerika Tropis.

    Masyarakat juga sering mengira kapuk randu tumbuhan asli Jawa. Sebab di pasar dunia kapuk randu dikenal dengan nama Java kapok. Sebab meskipun kapuk randu berasal dari Benua Amerika, yang membudidayakannya secara serius dan memasarkan produknya hanya Pemerintah Hindia Belanda dengan area penanaman di Pulau Jawa. Sampai sekarang Indonesia (Jawa) masih penghasil serat kapuk utama dunia. Selain Indonesia, Thailand merupakan penghasil serat kapuk nomor dua. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *