• DILEMA PERSUSUAN NASIONAL

    by  • 04/06/2013 • PETERNAKAN • 0 Comments

    Bea masuk bahan baku susu impor sebesar 5%, yang dihapus pemerintah sejak 13 Februari 2009, akhirnya dikembalikan lagi per 1 Juni 2009. Ini hanya merupakan sebagian kecil dari dilema persusuan nasional. Selama ini pemerintah memang tampak lebih berpihak pada konsumen susu, dan bukan pada peternak.

    Keberpihakan pemerintah kepada peternak sapi perah, tidak cukup hanya dalam bentuk proteksi dengan pengenaan bea masuk bahan baku susu impor. Barrier berupa bea masuk, hanyalah salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada peternak sapi perah. Keberpihakan yang lebih mendesak adalah, penataan sistem agroindustri persusuan, yang bisa diterapkan secara nasional. Untuk itu pemerintah pusat, dan pemerintah daerah harus mau bekerjasama dengan pihak lain, seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN), dan Perum Perhutani, sebagai pemilik lahan yang cukup luas di kawasan pegunungan.

    Sebagaimana kita ketahui, peternakan sapi perah hanya akan efisien, apabila berlokasi di kawasan pegunungan, dengan elevasi di atas 1.000 m. dpl. Di bawah itu, produktivitas sapi perah akan cenderung menurun. Masalahnya, di kawasan dataran tinggi tersebut, sebagian besar lahan dikuasai oleh PTPN dan Perhutani. Hingga para peternak sapi perah, selalu kekurangan rumput dan hijauan pakan ternak. Ini sudah menjadi permasalahan klasik, yang tidak pernah diupayakan pemecahannya oleh pemerintah, selain masih banyak faktor lainnya.

    # # #

    Para peternak juga masih banyak yang memelihara sapi perah lokal peninggalan Belanda, dengan produktivitas paling tinggi 12 liter susu segar per hari laktasi (sapi yang sedang berproduksi). Padahal sapi perah benih impor, mampu menghasilkan 20 liter susu segar per hari laktasi. Biaya hidup seekor sapi laktasi, setara dengan delapan liter susu segar. Hingga, kalau peternak sapi hanya punya satu ekor sapi laktasi dengan produksi 8 liter susu per hari, maka seluruh hasil susu itu akan habis untuk biaya pakan. Baik berupa hijauan, maupun konsentrat. Maka seekor sapi laktasi, harus berproduksi di atas delapan liter per hari.

    sapiDengan memelihara sapi perah benih impor yang mampu berproduksi 20 liter per hari laktasi, maka keuntungan peternak setara dengan 12 liter susu segar per hari. Atau ia juga bisa memelihara seekor sapi laktasi, bersama seekor yang tidak sedang laktasi (sapi bunting), dengan keuntungan hanya setara empat liter susu segar per hari. Idealnya, seorang peternak memelihara (menangani) 50 ekor sapi perah, hingga bisa efisien. Hal ini tidak mungkin dilakukan, sebab modal peternak tidak cukup. Solusinya adalah, peternak membentuk koperasi, membangun kandang kolektif berkapasitas di atas 50 ekor sapi, dan menggaji tenaga profesional.

    Pemerintah, selama ini juga tidak pernah menentukan kuota, berapa ribu ekor sapi perah sebenarnya kapasitas sebuah sentra peternakan. Di Jawa, ada tiga sentra peternakan sapi, yakni di Pangalengan (Jawa Barat), Boyolali (Jawa Tengah), dan Pujon (Jawa Timur). Dinas peternakan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sebenarnya dengan mudah bisa menghitung, berapa luas kawasan tersebut, dan berapa ton rumput serta hijauan yang dihasilkan dalam setahun. Dari hasil rumput ini, bisa dihitung populasi maksimal sapi perah yang bisa dipelihara di kawasan tersebut. Tanpa perhitungan seperti ini, peternak akan selalu menghadapi permasalahan kekurangan hijauan.

    Sebenarnya, pada musim penghujan, rumput dan hijauan selalu tersedia melimpah, hingga peternak tidak kesulitan memberi pakan sapi mereka. Permasalahan baru akan muncul pada musim kemarau. Ketika itu hijauan akan menjadi langka, hingga peternak kesulitan memberi pakan sapi mereka. Hal seperti ini sudah rutin terjadi, tanpa pernah ada solusi untuk mengatasinya. Padahal di negara beriklim dingin pun, masalah yang dihadapi peternak sapi perah lebih serius. Sebab ketika itu di mana-mana hanya ada salju. Di Jawa, pada musim kemarau sekering apa pun, masih bisa dijumpai rumput, meskipun dalam volume yang sangat terbatas.

    # # #

    Para peternak sapi perah maupun sapi pedaging di negeri beriklim dingin, harus punya stok pakan berupa jerami kering, dan silase. Silase adalah rumput, dan hijauan lainnya, yang dilayukan, walmart online pharmacy diberi campuran dedak halus, lalu dimasukkan ke dalam silo. Silo adalah wadah raksasa, berupa lubang besar dilapis plastik, atau silo tower terbuat dari semen, logam atau fiberglas. Rumput dan hijauan yang disimpan dalam silo, akan tetap segar, meskipun warnanya berubah menjadi kecokelatan. Bahan ini disebut silase. Selama musim dingin, sapi perah di Eropa, Jepang, dan AS, hanya diberi pakan jerami kering, silase, dan konsentrat.

    Di sentra-sentra peternakan sapi perah di Jawa, pembuatan silase masih belum menjadi kultur yang kuat. Maka ketika musim kemarau tiba, peternak akan kerepotan mencari hijauan, yang harganya akan melonjak dua sampai tiga kali lipat. Pada waktu itulah produksi susu akan turun tajam. Selain http://pharmacyonline-incanada.com/ pembuatan silase dan membangun silo besar, pemerintah daerah juga perlu membangun kerjasama dengan PTPN, dan Perum Perhutani, untuk membudidayakan rumput. Secara tradisional, para peternak sapi perah di Pangalengan, memang sangat diuntungkan karena bisa mencari rumput di perkebunan teh milik PTPN. Di perkebunan teh di Pangalengan, rumput tersedia melimpah, termasuk pada musim kemarau sekali pun.

    Dari beberapa permasalahan tadi, yang paling mendesak untuk diatasi adalah kelembagaan peternak. Sentra susu Pangalengan lebih unggul dibanding Boyolali dan Pujon, karena di sini ada Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS), yang merupakan kelembagaan peternak. Di Boyolali dan Pujon, yang ada hanyalah Koperasi Unit Desa (KUD) Susu. Selama ini KUD Susu hanya berfungsi sebagai tengkulak yang membeli susu peternak, dan menjualnya ke pabrik susu. Sementara di Pangalengan, KPBS yang merupakan kelembagaan milik peternak, selalu berusaha mencari upaya untuk kesejahteraan para anggotanya. Maka, pengenaan bea masuk terhadap bahan baku susu impor, baru sebagian kecil dari keberpihakan pemerintah kepada peternak. (R) # # #

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *