JUAL MANGGA LEWAT FESTIVAL
by indrihr • 20/08/2013 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Tahun 2005, saya diajak kakak ke Filipina, dan sempat berkunjung ke sebuah pulau wisata yang saya lupa namanya, untuk nonton festival mangga. Bagaimana cara membuat festival seperti itu, untuk mengatasi oversupply mangga di Indonesia? (Henry, Pasuruan).
Sdr. Henry, pulau wisata yang Anda kunjungi itu bernama Guimaras, terletak di selat Guimara, di antara Pulau Panay dan Pulau Negros, di Filipina Tengah. Setiap tahun, secara rutin pemerintah Provinsi Guimaras menyelenggarakan festival mangga yang disebut Guimaras Manggahan Festival. Manggahan berasal dari kata mangga, yang dalam Bahasa Tagalog juga berarti mangga seperti dalam Bahasa Indonesia. Festival mangga tahunan ini sudah diselenggarakan sejak tahun 1993.
Festival mangga memang bisa mendongkrak pasar, untuk mengatasi oversupply saat panen raya. Di Guimaras, festival mangga ini diselenggarakan oleh pemerintah provinsi. Hingga idealnya, Jawa Timur sebagai penghasil mangga utama di Indonesia, juga menyelenggarakan festival mangga secara rutin, untuk membantu petani mengatasi oversupply produk. Namun di Indonesia memang belum lazim ada festival seperti itu. Jangankan mangga, festival padi pun belum kita selenggarakan, padahal kita penghasil, dan konsumen beras nomor tiga dunia.
Filipina, yang secara rutin menyelenggarakan Guimaras Manggahan Festival, sebenarnya hanya ranking sembilan dari 20 besar negara penghasil mangga dunia. Volume produksi mangga Filipina hanya 825.676 ton. Indonesia berada pada ranking enam, dengan volume produksi 1.287.290 ton. Di beberapa negara penghasil mangga, festival tahunan seperti di Guimaras memang rutin mereka selenggarakan. Bahkan ada dua festival mangga internasional, yakni di New Delhi, India, dan di Miami, Florida, AS.
Mango Festival Delhi, diselenggarakan oleh Pemerintah Kota New Delhi, melalui Dinas Pariwisata setempat. Sementara International Mango Festival di Miami, diselenggarakan oleh Kebun Raya Fairchild, di kota tersebut. Pada dasarnya konsep penyelenggaraan festival mangga adalah, membuat sebuah event, hingga produsen dan konsumen bisa bertemu langsung, untuk bertransaksi buah mangga. Selain bursa mangga, dalam festival mangga, juga diselenggarakan pameran, lomba, seminar, dan aneka kegiatan yang bersifat fun, serta berbagai hiburan yang sama sekali tidak terkait langsung dengan komoditas mangga.
Tujuan utama festival adalah mempromosikan mangga, baik buah, hasil olahan buah, maupun aktivitas budidayanya, sebagai obyek pariwisata. Di Belize, sebuah negara pulau di Laut Karibia, Amerika Tengah, Hopkins Mango Festival diselenggarakan oleh Asosiasi Perhotelan Belize. Tujuannya jelas untuk promosi pariwisata. Sebab produksi mangga Belize sangat kecil. Sebagai perbandingan, luas Belize 22.966 km2, dengan penduduk 312.698 (312 ribu jiwa). Luas Jawa Timur lebih dua kali luas Belize, yakni 47.922 km2, dengan penduduk 37.476.011 (37,4 juta jiwa).
Pulau Guimaras yang pernah Anda kunjungi, hanya seluas 604 km2 (sepertujuh pulau Madura), dengan penduduk 151.238 jiwa. Sdr. Henry, saya tidak tahu profesi Anda, akan tetapi bisa saja Anda mulai dengan festival kecil-kecilan, sesuai dengan kemampuan Anda. Paling kecil tentu tingkat RT/RW. Setelah ini sukses, baru merayap ke tingkat lebih besar. Apabila Anda punya akses ke pemerintah kota, penyelenggaraan festival mangga itu bisa dibicarakan di tingkat tersebut. # # # (Pernah dimuat di Harian Kontan)

