• JERUK PURUT

    by  • 16/09/2013 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Saya ingin membudidayakan jeruk purut, karena ada permintaan rutin dari seorang eksportir. Di manakah saya bisa memperoleh bibitnya? Kemudian, apakah beda jeruk purut, jeruk nipis, jeruk lemon, dan jeruk sambal? (Latifah, Banda Aceh).

    Sdri. Latifah, sentra pembenihan jeruk ada di Jawa, dan Lampung. Di Jawa pembenih jeruk terbesar ada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Di Lampung sentra pembenih tanaman buah terletak di Kabupaten Lampung Tengah. Akan tetapi, paling dekat Anda bisa mencari benih jeruk di sekitar Medan, Sumatera Utara. Cobalah Anda hubungi Dinas Pertanian Provinsi Aceh, atau Sumatera Utara.

    Benih jeruk purut, biasanya berupa sambung pucuk antara batang atas jeruk purut (Kaffir Lime, Citrus hystrix), dengan batang bawah Rough Lemon (Citrus × jambhiri), atau Japanese Citrus (Poncirus trifoliata). Dengan benih sambungan, akan diperoleh tanaman jeruk purut berperakaran kuat, dan pertumbuhannya bisa lebih cepat. Salah satu kelemahan jeruk purut adalah, tumbuh lamban. Maka harga daun jeruk purut selalu tinggi, dan sulit diperoleh di pasaran.

    Jeruk purut akan dipanen daunnya sebagai bumbu masakan. Selain itu daun jeruk purut juga bisa didestilasi untuk diambil minyaknya. Buah jeruk purut juga diperdagangkan untuk sesaji. Meskipun sebenarnya kulit daun jeruk purut, juga bisa digunakan sebagai substitusi dari daunnya. Bumbu urap misalnya, bisa menggunakan daun maupun kulit buah jeruk purut. Akan tetapi, penggunaan untuk memasak, mutlak harus menggunakan daunnya, sebab kulit buah jeruk purut akan menimbulkan rasa pahit pada masakan.

    Daun jeruk purut berciri khas karena terdiri dari dua bagian daun, dengan ukuran sama besar. Daun jeruk nipis dan jeruk sambal pun, sebenarnya juga terdiri dari dua bagian, namun ukuran daun bagian atas, selalu lebih besar dibanding bagian bawahnya. Pada jeruk purut, ukuran dua bagian daun ini cenderung sama besar. Selain itu, apabila diremas, daun jeruk purut akan segera memancarkan aroma harum yang sangat khas. Sementara daun jeruk nipis dan jeruk sambal, tidak akan mengeluarkan aroma sekuat daun jeruk purut.

    jeruk-nipis

    Jeruk nipis (Citrus x aurantium), jeruk lemon (Citrus x limon), dan jeruk sambal (Citrus × amblycarpa), berfungsi hampir sama. Tiga jenis jeruk ini diambil airnya, untuk menimbulkan rasa masam dan memberikan aroma penyedap masakan. Selain itu, air jeruk nipis, lemon, dan sambal, juga berfungsi menghilangkan bau amis (anyir), pada ikan dan daging, terutama daging unggas. Hingga sebelum dimasak, ikan dan daging unggas, idealnya direndam dalam air yang telah diberi perasan jeruk nipis atau lemon, dengan sedikit garam.

    Air perasan jeruk sambal yang dimasukkan ke dalam kuah soto, sebenarnya juga berfungsi sama, yakni menghilangkan bau amis, dan menyedapkan rasa soto tersebut. Proses ini bisa dijelaskan sebagai berikut. Daging ikan, udang, kerang, kepiting, dan unggas, sebenarnya beraroma sedap khas masing-masing. Namun daging ikan, udang, kerang, dan kepiting yang dibiarkan di udara terbuka bersuhu ruangan, akan cepat sekali rusak, akibat bakteri pembusuk. Bau amis itu muncul setelah lapisan terluar ikan, tercemari bakteri yang ada di udara.

    Ketika direndam air jeruk nipis, lapisan terluar itu akan dihancurkan oleh asam sitrat, hingga bau amisnya hilang. Sebenarnya, air perasan jeruk nipis, juga bisa digantikan oleh asam cuka (cuka dapur), guna menghilangkan bau amis. Namun, asam cuka tidak bisa menambahkan aroma harum, khas jeruk nipis. Sdri. Latifah, selain jeruk purut, jeruk nipis dan jeruk sambal juga berpotensi bisnis

    cukup baik, sebab permintaan selalu lebih tinggi dari pasokan. # # #

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *