• APRHODISIAC DARI MEXICAN CORIANDER

    by  • 09/10/2013 • Herbal, PERTANIAN • 0 Comments

    Orang Jawa, menyebut Mexican coriander sebagai tumbar londo (ketumbar belanda). Padahal Orang Belanda, menyebutnya sebagai javan coriander. Masyarakat Jawa Barat menamakannya walang, sebab aromanya menyengat seperti walang sangit.

    Padahal Mexican coriander, sesuai dengan namanya, berasal dari Meksiko. Sekarang tumbuhan ini sudah menyebar ke seluruh dunia, dan dibudidayakan sebagai komoditas penting di India, dan Indochina. Di Indonesia, Mexican coriander hanya tumbuh liar di dataran menengah (300 m. dpl), sampai dataran tinggi (800 m. dpl). Mexican coriander; juga disebut culantro, sawtooth, long coriander, wild coriander, bhandhanya, chandon benit, fitweed, recao, spiritweed, ngo gai, dan saw-leaf herb (Eryngium foetidum). Disebut coriander, karena aroma seluruh bagian tanaman ini beraroma tajam, bahkan lebih tajam dari daun ketumbar (coriander; true coriander, cilantro; Coriandrum sativum). Dinamakan sawtooth, karena pinggir daunnya berduri, seperti gigi gergaji.

    coriander

    Selain Mexican coriander, dan true coriander, masih ada pula dua tumbuhan yang beraroma seperti ini, yakni vietnamese coriander (Persicaria odorata, sinonim Polygonum odoratum), dan bolivian coriander; quillquiña, quirquiña atau killi (Porophyllum ruderale). Empat tumbuhan ini sama-sama disebut coriander, karena aromanya sama menyengat khas ketumbar. Aroma daun ketumbar memang mirip dengan walang sangit, belalang kecil hama padi. Empat daun coriander ini semua bermanfaat sebagai bahan obat (herbal), bumbu (spice), dan minyak asiri. Daun dan akar mexican coriander yang dikeringkan menjadi teh,  berkhasiat meningkatkan nafsu makan, memperbaiki pencernaan, mengatasi mulas-mulas, membantu mengeluarkan gas, menghilangkan bau keringat, dan meningkatkan gairah seksual (aphrodisiac).

    # # #

    Daun mexican coriander, juga bisa didestilasi untuk diambil minyak asirinya. Kandungan minyak asirinya antara lain aldehydes berupa decanal (28%), dodecanal (44%), alkohol decanol (11%); Sesquierpenes berupa α-humulene dan β-caryophyllene 15%. Kandungan tiap 100 gram daun segarnya adalah energi 20 kalori (100 kJ), karbohidrat  4 gram, serat  3 gram, lemak 0.5 gram, protein 2 gram, vitamin A  337 μg, vitamin C  27 miligram. Secara tradisional, Mexican coriander dimanfaatkan oleh masyarakat Indian Meksiko, untuk obat epilepsi. Selain sebagai bahan obat, saat ini  Mexican coriander juga dibudidayakan untuk bahan bumbu. Tahun 1970 – 1980an, Mexican coriander pernah dibudidayakan bersama jamur mushroom (champignon), oleh PT Mantrust di Dieng, Jawa Tengah untuk tujuan ekspor.

    coriander2

    Sosok daun mexican coriander memanjang, dengan ujung tumpul dan tepian bergerigi. Panjang 15 cm, lebar 3 cm. Sepintas mirip tapak liman (Elephantopus scaber). Bedanya, warna daun Mexican coriander hijau terang dan teksturnya lebih chrispy,  tidak seperti daun tapak liman yang hijau gelap dan alot. Permukaan daun licin dan mengkilap, sementara permukaan daun tapak liman kasar dan berbulu halus. Bunga Mexican coriander juga mirip dengan bunga tapak liman. Kalau malai bunga tapak liman sama sekali tidak berduri, maka malai bunga Mexican coriander berduri tajam. Minyak asiri Mexican coriander terkandung terutama dalam lembaran daunnya. Meskipun akar utama yang membentuk umbi, serta malai bunganya, juga beraroma tajam, tanda mengandung minyak asiri.

    Mexican coriander termasuk tumbuhan bandel, hingga mampu tumbuh liar di lahan-lahan marjinal. Daya adaptasinya terhadap lingkungan sangat tinggi. Ia mampu tumbuh di bawah terik matahari langsung selama 12 jam, tetapi juga bisa bertahan pada lahan bernaungan sampai kurang dari 50%. Pada lahan yang berair sepanjang tahun Mexican coriander akan terus-menerus menghasilkan daun. Akan tetapi, di lahan yang pada musim kemarau kering, Mexican coriander akan dorman, dengan mengeringkan bagian atas tanaman. Nanti pada musim penghujan ia akan kembali menumbuhkan tunas, daun, dan malai bunga. Tumbuhan ini bisa diperbanyak melalui tiga cara. Pertama secara generatif melalui biji. Kedua melalui pemisahan rumpun. Ketiga dengan menggunakan “keiki” yang tumbuh di antara bunga di ujung-ujung malai. Mexican coriander bisa dibudidayakan di ketinggian 0 m. dpl, dan tetap akan tumbuh subur, apabila cukup air, bahan organik, dan sinar matahari hanya 50%.

    # # #

    Pada abad 13 dan 14 yang dipercaya sebagai aphrodisiac hanyalah ketumbar biasa. Itu pun masih harus dicampur dengan kapulaga sabrang (Elettaria cardamomum), cengkih (Syzygium aromaticum), jahe (Zingiber officinale), dan kayu manis srilanka (Cinnamomum zeylanicum). Ramuan ini disebut “Hipocras” dan diminum oleh para pengantin baru di Timur Tengah. Ramuan ini pernah dieskpor ke Eropa oleh Tentara Salib, ketika Perang Salib berlangsung. Belakangan ketika Benua Amerika “diketemukan” ramuan ini juga diekspor ke beberapa negara di Amerika Tengah dan Selatan. Ramuan Hipocras ini kemudian “dikutuk” karena terlalu keras meningkatkan libido. Selain itu, Hipocras yang dikapalkan dari Timur Tengah dan Eropa juga terlalu tinggi harganya. Kemudian Mexican coriander digunakan sebagai substitusi, karena aromanya yang sama dengan aroma daun ketumbar biasa.

    Kelebihan Mexican coriander sebagai aphrodisiac, karena tidak sekeras Hipocras, dan bisa dikonsumsi dalam bentuk bumbu soup, maupun salad (lalap). Setelah menyebar ke seluruh kawasan tropis di dunia, Mexican coriander populer di India, Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura, Kamboja dan Vietnam. Namun di Vietnam, Mexican coriander kalah bersaing dengan Vietnam coriander, yang memang asli dari negeri ini. Di India, Mexican coriander populer sebagai bumbu kari, selain salam koja (Murraya koenigii). Di Thailand, Mexican coriander merupakan bumbu utama sup sea food Tom Yam Kung (Tom Yum Goong). Sup Tom Yam Kung di Thaikand, sebenarnya tidak hanya menggunakan Mexican coriander melainkan juga true coriander. Namun orang tetap lebih memilih Mexican coriander, karena aromanya lebih kuat, dibanding daun true coriander. Selain itu, yang dianggap berkhasiat aphrodisiac, adalah biji ketumbar, bukan daunnya, seperti pada Mexican coriander. # # #

    Artikel pernah dimuat di Majalah Flona

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *